Cara Jitu Memperkenalkan Diri dan Memulai Obrolan Saat Acara Networking

Kamu pasti udah tahu dong, ya, betapa pentingnya networking di usia muda. Mengerjakan tugas sekolah dan kuliah, mengembangkan diri, hingga mencari pekerjaan bakal lebih mudah kalau kamu punya network yang luas dan tepat. Karena itu, coba baca serba serbi networking di sini.

Masalahnya, menemukan cara yang nyaman untuk memperkenalkan diri ke orang lain itu merupakan tantangan tersendiri. Nggak peduli kamu introvert atau extrovert, kadang mingle di sebuah acara lumayan berat. Ya nggak, sih?

Saya pun kasak-kusuk buat cari tahu tips jitu memperkenalkan diri dan memulai obrolan pada saat acara dan event networking.

Cerita tentang bagaimana kamu bertemu atau mengingat hal unik tentang seseorang.

Kalau kamu dikenalkan oleh teman kepada orang lain, kamu bisa memulai percakapan dengan orang baru ini dengan cara bercerita bagaimana kamu dan si teman (yang mengenalkan kalian) pertama kali bertemu dan kenalan. Sebaliknya, kamu pun bisa bertanya bagaimana mereka saling mengenal.

Misalnya, "Gue kenal Tania dulu pas hari pertama masuk kampus. Dia salah satu teman satu tim gue pas acara perkenalan jurusan. Dulu nih, ya, gue pikir Tania orangnya sombong abis. Ternyata dia kocak, lho!"

Lalu kamu bisa melanjutkan percakapan dengan "Kalau lo sama Tania kenal di mana?" dan seterusnya.

Mengingat dan membicarakan hal unik dipercaya bisa mencairkan suasana. Asal jangan langsung membuka hal-hal yang terlalu pribadi ya, gaes. 

Sementara, kalau kamu lagi mengikuti acara tanpa orang yang kamu kenal sama sekali, kamu bisa membicarakan tema acara atau pembicara yang mengisi acara tersebut. Kenapa kamu menghadiri acara ini dan bagaimana acara ini berdampak personal buat kamu.

Misalnya, "Halo, nama gue Edwin. Gue datang sendiri ke acara ini. Agak linglung juga datang sendirian, tapi gue suka banget sama pembicara A. Kira-kira tema yang dia bawakan bakal seru nggak, ya?"

Lalu kamu bisa berkenalan dan mendengarkan pendapat orang tersebut. 

Beri perhatian kepada hal yang penting bagi orang lain.

Berkenalan dan memulai obrolan nggak harus selalu kita yang ngoceh melulu kok, gaes. Dengan menjadi pendengar yang baik, kita bisa bakal membuka akifitas networking dengan baik pula. 

Misalnya, kalau kamu melihat ada orang baru yang ingin kamu ajak kenalan serius mencatat atau memperhatikan sesuatu, kamu bisa membuka obrolan singkat tentang sesuatu yang dia perhatikan. 

"Lo ambil kelas Bahasa Spanyol juga? Lo pakai kamus yang mana?" 

Lalu kamu bisa mulai mendiskusikan hal-hal penting terkait yang dia sukai tentang kelas tersebut.

Ngobrol tentang hal yang kamu memang ketahui

Jangan jadi orang yang kelewat Pede atau sotoy ketika mulai berkenalan dengan seseorang. Maksudnya, jangan memaksakan diri untuk masuk ke obrolan yang kamu nggak ketahui. 

Misalnya, kamu berusaha bergabung dengan sekumpulan orang yang lagi membicarakan seni dan sastra. Kamu mencoba nimbrung dan sok ngasih pendapat padahal kamu sendiri anak jurusan Ekonomi. Bukannya nggak boleh berteman dengan mereka yang berbeda minat dengan kamu ya, gaes. Tapi sebaiknya kamu menjadi pendengar yang baik dulu, baru kemudian lempar pernyataan sesuai kapabilatas dan pengetahuan kamu.

Misalnya, "gue nggak terlalu paham tentang seni dan sastra. Tapi gue pengen belajar menikmati hal-hal tersebut. Menurut kalian, darimana gue harus mulai, ya?"

Dengan cara ini, kamu bakal dianggap sebagai orang yang mau membuka diri dan nggak sotoy.

Jangan langsung menghilang

Kebanyakan anak muda cuma memperkenalkan diri di sebuah acara, lalu kemudian menghilang begitu aja. Udah keluar keringat dingin buat kenalan dan ngobrol, tapi nggak pernah ada tindak lanjutnya. 

Usahakan bertemu lagi dengan kenalan kamu sebelum bubar acara. Pamit dan cobalah bertukar alamat email sebelum pulang

Menurut situs Time, nggak banyak anak muda yang punya inisiatif untuk mengirim email follow up setelah mengenal seseorang. Padahal, networking baru bisa dikatakan berhasil kalau kamu terus menjaga komunikasi. Bukan cuma kenalan doang!

Coba kirim email singkat berisi perkenalan kalian tadi dan harapan bahwa kalian bisa bertemu lagi di lain kesempatan.

Misalnya, "Dear Tania, Saya Sari. Senang sekali kita bisa berkenalan di acara A dan ngobrol singkat tentang acara tersebut. Saya harap kita bisa bertemu lagi di kesempatan lain".

Jangan lupa cantumkan data diri kamu secara singkat.

***

Langsung praktekkan ya, sob!

Baca juga:

 

 

(Sumber gambar: blog.passare.com, 

LATEST COMMENT
Nisa Nuraisyah | kurang dari 1 menit yang lalu

Ada di univ mana? Saya cari itu adanya soshum

6 Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik yang Bisa Kamu Ambil di Bidang Pendidikan
Yulika Aprianiii | 15 jam yang lalu

Saya jurusan IPS dari 5 hal di atas kemungkinan saya bisa masuk hi tapi masih takut gk bisa caranya agar lebih muda di terima di universitas gimna caranya

5 Tanda Bahwa Jurusan Hubungan Internasional Cocok Buat Kamu
Fatimah Ibtisam | 23 jam yang lalu

Bukan, Asesmen Nasional bukan untuk mengukur prestasi individu siswa, tetapi semacam penelitian untuk mengetahui capaian pendidikan di sekolah dan daerah. Yang ikutan hanya sebagian murid yang dipilih secara acak sebagai responden.

Info Lengkap Asesmen Nasional 2021, Bukan Sekadar Pengganti UN
Fatimah Ibtisam | 23 jam yang lalu

Setahu kami, kelas 12 ujian sekolah (UAS) seperti biasa. Tidak ada Ujian Nasional.

Info Lengkap Asesmen Nasional 2021, Bukan Sekadar Pengganti UN
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1