Contek Rahasia Kreatif J.K Rowling: Cara Supaya Ide Kamu Segokil Harry Potter dan Fantastic Beasts

Kalau membahas penulis fiksi fenomenal kekinian, tentu kita nggak bisa melewatkan nama J.K. Rowling. Bayangin aja, ketujuh buku Harry Potter-nya menjadi best seller solid di seluruh dunia, lho. Belum lagi versi film, naskah drama serta cerita pendeknya.

Tahun ini, J.K. Rowling menerbitkan film keren Fantastic Beasts and Where to Find Them, yang merupakan spin-off dari Harry Potter.

Gimana sih, cara penulis berkebangsaan Inggris ini menemukan ide-ide gokil? Kok seperti nggak ada habisnya?

Yuk, kita bedah cara penulis bilioner ini dalam bekerja dan mencari inspirasi. Kali aja kamu bisa kecipratan kreativitasnya!

1. Selalu siapkan kertas/notes atau media menulis lainnya

Rowling paling suka menulis di kertas, dengan tinta hitam. Saat kehabisan kertas buat menulis, dia bisa mengambil kertas bekas, atau apa pun yang berbentuk kertas dan lanjut menulis di situ. Apalagi notes atau kertas terasa praktis, karena bisa dipakai menulis kapan saja, mudah dibawa-bawa, dan nggak perlu di-charge.

Tapi kalau kamu memang lebih nyaman mencatat di gadget, kamu bisa aja, sih, install aplikasi menulis yang mendukung. Misalnya, JotterPad atau MS Word versi apps.

Saya suka membaca blog kreatif, DIY, dan seni livingloving.net. Nah, berdasarkan pengamatan saya, penulis sekaligus founder blog tersebut suka memakai notes dan gadget (tablet) yang menunjang untuk menyimpan coretan dan ide-ide gambarnya.

2. Inspirasi dan ide tulisan suka datang mendadak. Selalu siap untuk mencatat inspirasi yang tiba-tiba tersebut!

Inspirasi agak mirip kayak jatuh cinta, datangnya suka tiba-tiba. Aw! Dan inilah yang dialami Rowling, “Ide untuk nama-nama asrama Hogwarts (Gryffindor, Slytherin, Ravenclaw, Hufflepuff) muncul tiba-tiba, dan saya mencatatnya di kantong kertas untuk sampah/muntah (sick bag) yang disediakan di pesawat,” ujarnya.

Nah, begitu kreativitas dan ide mendadak muncul, jangan menunda untuk menulisnya. Kalau ditunda-tunda, nanti idenya bakal keburu "menguap" dan terlupakan. Sayang banget, 'kan?

3. Salurkan emosi dan pengalaman pribadi

Pengalaman pahit, sedih dan emosional bisa sangat melekat di diri kita. Ketimbang terus menerus dihantui perasaan down atau trauma, J.K. Rowling memilih menuangkan perasaan dan emosinya ke dalam cerita.

Kamu pasti merasakan 'kan kesedihan dan kehampaan Harry Potter yang sangat mendalam sebagai anak yatim piatu. Nah, emosi Harry tersebut bisa muncul karena Rowling juga merasakan emosi serupa, waktu ibunya wafat ketika ia masih muda. Trus, perasaan ngeri yang ditimbulkan dementor adalah perwakilan perasaan depresi yang pernah dialami Rowling saat ia hidup miskin dan nggak punya pekerjaan.

Berbagai emosi dan pengalaman kamu bisa memperkaya karya kamu dan menjadikannya lebih personal. Kalau seorang penulis sudah pernah mengalami sehingga bisa merasakan hal-hal yang ditulisnya, feel tulisannya jadi beda, lho!

Cobain aja. Akan sangat susah menulis tentang "jatuh cinta" kalau kamu nggak pernah benar-benar jatuh cinta sebelumnya.

4. Ambil inspirasi dari mana saja

Inspirasi itu bisa datang dari mana saja. Misalnya, olahraga quidditch sendiri terinspirasi dari basket, lalu dikembangkan oleh daya khayal J.K. Rowling. “Aku selalu penasaran melihat suatu permainan olahraga, dimana ada lebih dari satu bola dimainkan berbarengan dalam suatu pertandingan,” ujar perempuan yang akrab disapa dengan nama panggilan Jo ini.

Jadi, apapun yang kamu lihat, dengar, baca, tonton, hingga temukan di jalanan bisa menjadi ide segar.

Seorang senior penulis kreatif pernah sharing, bahwa salah satu cara memancing ide kreatif adalah dengan menuliskan sebanyak-banyaknya ide yang terlintas di kepala kita, saat kita sedang melakukan perjalanan.

Hal ini nggak berlaku buat ide tulisan aja, lho. Bisa juga buat inspirasi acara/event, lirik lagu, ide bisnis, film atau komik. Yah, siapa tau aja kamu tipe orang yang suka bikin film pendek atau komik/meme seru!

5. Work it!

Sebrilian apapun idemu atau seberbakat apapun kamu, nggak bakal ada artinya kalau kamu hanya sekadar ngide, tanpa ada eksekusi.

Membuat karya itu perlu perjuangan dan kesungguhan. Bayangin aja, dalam keadaan miskin dan kerepotan (harus bekerja menghasilkan uang, plus mengurus anak sendirian), Rowling bisa meluangkan waktu untuk menulis karyanya.  

Coba kalau dia cuma leyeh-leyeh, browsing, ke mol. Kisah legendaris Harry Potter dan kawan-kawannya nggak bakal ada, deh!

So, gaes, you have to work… work… work! Wujudkan karyamu, buat tugasmu, dan selesaikan skripsimu #eh!

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1