Menu

Catatan Najwa Shihab: Curriculum Vitae Hingga Fakta Seru Soal Si Duta Baca Indonesia

Di bulan bahasa ini, yuk kenalan dengan duta baca Indonesia, jurnalis senior, sekaligus tokoh muda berpengaruh, Najwa Shihab. Telusuri profil, curriculum vitae, dan berbagai fakta seru dari mantan host talkshow Mata Najwa. Inilah catatan perjalanan seorang Najwa.

16 September 1977

Najwa lahir di Makassar. Ia adalah putri kedua tokoh Indonesia Quraish Shihab dan Ibu Fatmawati. Ada dua hal yang dibiasakan sang ibu sejak ia kecil, pertama membaca buku dan yang kedua adalah agar ia berani menunjuk tangan di kelas. Nggak heran, Najwa pun tumbuh sebagai anak yang suka membaca dan aktif.   

1993

Ketika remaja, Najwa menjadi siswi SMAN 6 Jakarta, sekolah ngetop di Jakarta. Salah satu guru favoritnya adalah Pak Taman Wijaya yang mengajar bahasa Prancis.

Oya, keluarga Najwa mendisiplinkan anak-anaknya untuk berada di rumahketika Maghrib. “Jadi solat Maghrib berjamaah, baca Quran, dan Ratib (doa) bersama. Itu ritual keluarga kami,” ujar Najwa di salah satu media. Najwa baru diizinkan keluar rumah selepas Maghrib ketika kuliah, lantaran banyak kesibukan.   

1994

Di kelas 2 SMA, Najwa terpilih dalam program pertukaran pelajar AFS yang diselenggarakan Bina Antarbudaya. Jadi selama sektar setahun Najwa nersekolah di Amerika Serikat, tepatnya di Broadan Perth High School, New York. Pengalaman ikut AFS bikin Nana, sapaan akrab Najwa makin pede dan semangat di sekolah. “Dulu biasanya hanya di peringkat 10 besar. Setelah ikut AFS, bisa ranking satu. Saya jadi lebih berani bertemu dan berinteraksi dengan orang lain,” ungkapnya di situs Bina Antarbudaya.

1996

Karena prestasi akademiknya yang mentereng, Najwa terpilih ikutan Penelusuran Minat dan Bakat (PMDK). Dulu, salah satu jalur bergengsi untuk masuk PTN adalah lewat PMDK. Biasanya hanya segelintir orang terbaik di sekolah unggulan yang terpilih dalam seleksi PMDK ini. Najwa mengambil jurusan Ilmu Hukum  di Universitas Indonesia.

1997

Najwa menikah dengan seniornya di kampus pada saat ia masih kuliah semester 3 di usia 20 tahun. Tapiii... menikah muda nggak bikin semangat belajar dan aktivitas perempuan yang sempat bercita-cita jadi Hakim ini kendor. Selain getol kuliah, ia juga sibuk di organisasi internasional mahasiswa hukum ALSA (Asean Law Student’s Association) hingga terpilih sebagai deputi sekjen.

Desember 1999

Akhir Desember hingga Februari tahun 2000, Najwa magang di divisi berita RCTI. Katika itu, ia sempat mewawancarai sekjen PBB Kofi Annan yang sedang berkunjung ke Jakarta. Gara-gara magang inilah, Najwa jatuh cinta dengan dunia jurnalistik hingga mengubah cita-citanya yang semula ingin berkarier di bidang hukum.

Agustus 2000

Najwa lulus dari FHUI tahun 2000, kemudian bekerja di Metro TV. Ia mengawali kariernya sebagai reporter. Setelah jadi reporter lapangan, baru lah Najwa dipercaya menjadi news anchor. Kariernya menanjak hingga ia menjadi asisten produser dan produser.

2005

Atas liputannya pada kejadian tsunami di Aceh, Najwa memperoleh penghargaan dari Komisi Penyiaran Indonesia. Yup, Najwa turun langsung ke lapangan memberitakan bencana tsunami, bahkan ia sampai nggak bisa menahan tangis saat melakukan reportase, karena melihat langsung banyaknya korban jiwa dan kerusakan di sana.

2006

Didaulat sebagai jurnalis terbaik Metro TV.

2008

Di tengah karier yang sedang menanjak, ia memutuskan untuk cuti dan meneruskan pendidikan S2 di Melbourne Law School di Australia, mengambil konsentrasi Hukum Media.

25 November 2009

Program Mata Najwa, talkshow yang dipandu Najwa Shihab mulai mengudara. Beda dengan program dialog lainnya, di sini Najwa dan tim melakukan riset mendalam terhadap suatu isu dan tajam dan melontarkan pertanyaan. Nggak heran kalau program ini banyak diminati dan memperoleh berbagai penghargaan.

2011

Ia diberikan predikat sebagai Young Global Leader oleh organisasi dunia, World Economic Forum. Di tahun yang sama ia meraih penghargaan Highly Commended pada Asian Television Awards.

2012

Najwa mendapat kepercayaan sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV. Dengan kata lain ia memegang peranan penting dalam pemberitaan di televisi tersebut. Najwa memegang jabatan Wapemred selama 4 tahun.

2016

Di tahun 2016 Najwa mundur dari jabatan sebagai Wapemred untuk memberikan kesempatan pada generasi yang lebih muda. Tapi rasa-rasanya, kesibukan seorang Najwa nggak berkurang. Ia tetap fokus dengan program Mata Najwa, dan mereka makin getol keliling Indonesia, bahkan keliling dunia membawa program talkshow tersebut.

najwa shihab

Pada tahun itu juga, Najwa terpilih sebagai Duta Baca Indonesia yang turut serta dalam berbagai upaya meningkatkan minat baca bangsa, terutama di kalangan generasi anak muda.

Najwa pun mengeluarkan buku bertitel Catatan Najwa yang berisi kumpulan narasi puitis mengenai berbagai isu yang ia susun untuk program Mata Najwa. Wih, benar-benar tahun yang sibuk!

2017

Di bulan Agustus, setelah 17 tahun bekerja dan berkarya di Metro TV, Najwa Shihab mundur dari televisi tersebut dan mengakhiri program Mata Najwa. Banyak orang yang merasa kehilangan, dan sebagian malah berspekulasi tentang keputusan Najwa yang dianggap mengejutkan.  

Namun, kiprah seorang Najwa nggak berhenti sampai di situ.

Baru-baru ini ia membuat talkshow dengan channel digital, yang disiarkan di Youtube, Instagram Live, serta Facebook. Ia juga makin aktif mengkampanyekan literasi dan minat baca, serta semangat antikorupsi.

Ada yang memprediksi Najwa akan pindah stasiun televisi, ada juga yang mengatakan ia bakal menjadi menteri. Apa pun itu, semoga Najwa terus berkarya dan menginspirasi.

(sumber gambar: suratkabar.id, Instagram Najwa Shihab/sipayo.com, bintang.com, najwashihab.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©