Habis-Habisan Ngobrol Soal Diet Mayo Bersama Screwpine Kitchen dan Ay’s As Healthy As Can Be

Hai! Masih ingat artikel Youthmanual tentang no-salt atau Mayo diet? Kali ini, Youthmanual ngobrol dengan dua orang cewek kece yang masing-masing memiliki katering no-salt atau Mayo diet. Kita sambuuut… Tania Davina dari Screwpine Kitchen dan Ayi @kelincitertidur dari Ay’s As Healthy As Can Be!

Tania dan suaminya, Opiq, yang juga ikut masak katering Screwpine Kitchen

Ayi @kelincitertidur

Dari mereka, kami minta segala tips dan trik berdiet Mayo untuk mahasiswa. Balikkin gorenganmu ke piring dan simak obrolannya!

Apa, sih, tips-tips menjalani no-salt diet bagi anak mahasiswa yang padat kesibukan dan sering harus begadang?

Tania:

Sebenarnya karena no-salt diet hanya disarankan untuk dilakukan pada jangka waktu tertentu—nggak terus menerus dalam jangka waktu yang lama—maka diet ini nggak disarankan untuk mahasiswa yang jam istirahatnya nggak teratur.

Soalnya, tujuan diet ini ‘kan untuk men-detox garam berlebihan dalam tubuh, memperbaiki metabolisme dan mengubah pola makan agar tubuh jadi segar dan sehat. Nah, kalau no-salt diet-nya nggak diiringi olahraga serta istirahat yang cukup, tujuan-tujuan tadi nggak akan tercapai.

Trus, kalau no-salt diet tanpa istirahat yang cukup, berat badan malah susah turun, lho!

Ayi:

Bahaya banget, lho, melakukan diet Mayo sambil sering begadang! Jadi tips pertamaku, kalau mau diet Mayo, pilihlah waktu dimana kamu lagi nggak terlalu sibuk, sehingga bisa tidur cukup. Jadi, misalnya, jangan diet Mayo saat musim ujian atau saat lagi skripsi. Diet Mayo ‘kan sebuah proses detoksifikasi, dan proses ini ngaruh nggak cuma ke fisik, tapi juga ke mental.

Kebayang nggak, kalau lagi sibuk, harus ujian, lagi stress, tetapi badan sembari harus adaptasi dengan pola makan diet Mayo. Waduh, berat!

Tips kedua, bawalah tumbler atau botol minum kemanapun kamu pergi. Tumblernya diisi air putih ya, bukan minuman-minuman manis. Soalnya aktivitas kuliah yang padat seringkali bikin kita lupa minum banyak air putih sehingga dehidrasi. Apalagi banyak minum air putih adalah salah satu faktor penting saat diet Mayo.

Tips ketiga, biar semangat, coba ajak teman kuliahmu untuk no-salt diet bareng! Atau mungkin bikin semacam klub sehat bareng di kampus. Jadi proses detox diet Mayo-nya nggak kerasa terlalu berat. Kamu juga bisa jadi lebih semangat karena dijalani bersama teman,

Pernah dapat klien mahasiswa, nggak? Kalau pernah, boleh nggak share, gimana perjalanan mereka menjalani no-salt diet?

Ayi:

Pernah banget!

Tapi ajaibnya, sejauh ini klien-klien mahasiswa aku, tuh, kuat-kuat banget! Jarang ada yang ngeluh. Mungkin karena metabolisme orang di bawah umur 25 tahun itu lagi kenceng-kencengnya, yah.

Trus, mereka ngejalanin diet ini dengan dengan hepi-hepi aja dan sambil dibawa beraktivitas normal, jadi malah nggak kerasa berat alias santaaai... Beberapa dari mereka malah masih sanggup olahraga Zumba sore-sore pulang kuliah. Katanya, kalau nge-dance bareng teman-teman rasanya senang, jadi nggak kerasa lemesnya, hahaha.

Sebenarnya, kalau kita mau menjalani no-salt diet selama 13 hari dengan masak sendiri, bisa nggak, sih?

Tania:

Bisa banget! Browsing aja untuk mendapat panduan no-salt diet serta inspirasi-inspirasi masakan. Masakan tanpa garam nggak berarti boring dan hambar, lho, karena kita bisa “main” di aneka rempah-rempah dan membuat presentasi makanannya jadi menarik.

Ayi:

Bisa banget! Dari dulu panduan diet Mayo udah gampang didapat di Internet, kok. Googling aja! Nah, kalau sudah paham panduannya, tinggal pintar-pintarnya kita mengkreasikan menu-menunya supaya tetap menyenangkan.

Kalau mau masak sendiri, boleh share tips-tips untuk masak dan menyiapkan makanan no-salt diet di sela kesibukan?

Tania:

Prepping is always key! Persiapan itu penting, deh.

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bikin menu selama 13 hari, dan tulis resep serta bahan makanan yang dibutuhkan untuk menu selama 13 hari tersebut. Tulis juga step-by-step cara detail mempersiapkan bahan-bahannya hingga cara masaknya.

Bahan-bahan protein seperti daging, ikan dan ayam bisa dibeli di hari-hari awal, nggak harus dibeli sehari sebelum dimasak. Potong-potong daging tersebut sesuai porsi, lalu bekukan. Jangan lupa beri label keterangan, termasuk keterangan tanggal kapan daging-daging itu akan dimasak.

Sehari sebelum dimasak, keluarkan daging dari freezer dan masukkan ke kulkas bagian chiller. Siapkan semua bahan dan bumbu masak—potong, iris, dan sebagainya—dari malam sebelum memasak, sehingga pas pagi hari, kamu tinggal masak saja.

Kalau pada hari-hari tertentu kamu akan berada di luar rumah seharian, pagi harinya kamu bisa sekalian masak untuk makan malam, untuk dibawa di kotak bekal.

Ayi:

Tips dariku!

Lengkapi persenjataan alias bumbu dan rempah masak! Makanan tanpa garam bisa diterima lidah kalau kita memanfaatkan bumbu dan rempah dengan maksimal.

Buatlah daftar menu untuk per tiga hari, dan siapkan bahan-bahan dari malam sebelumnya. Beberapa jenis saus dan marinate atau rendaman bisa disiapkan malam sebelumnya, jadi paginya tinggal proses pemanggangan di oven.

Pilih daging dan sayuran segar yang tumbuh dengan senatural mungkin, karena akan membuat kamu lebih menghargai rasa asli tiap elemen makanan. Rasa sayuran yang ditanam dengan proses natural lebih 'keluar', lho, walaupun dimakan tanpa penyedap rasa tambahan seperti garam, kecap, dan sebagainya.

Salah satu kreasi dari Ay's As Healthy As Can Be. Nyum, nyum!

Kalau seorang mahasiswa nge-kos di kosan tanpa dapur sehingga sehari-harinya harus beli makan di luar, apa sih tips-tips pilih makanan yang “nggak terlalu jorok”?

Tania:

Yang pertama, jangan makan makanan instan! Misalnya, mie instan, makanan beku seperti nuggets, sosis dan berbagai daging olahan karena mengandung banyak pengawet dan bergizi rendah.

Satu-satunya makanan instan yang masih bisa ditolerir mungkin adalah bumbu-bumbu masakan instan, karena yang instan ‘kan hanya bumbunya, sedangkan bahan makanan yang diganakan masih segar.

Trus, banyak-banyak makan buah, sebagai pengganti snack gorengan kamu.

Kalau ada tukang sayur yang suka lewat kos-kosan kamu, minta tolong dia telpon kamu tiap kali lewat. Kalau bisa, beli sayuran dan protein segar secukupnya untuk dimasak hari itu, sebelum kelas pagi dimulai. Tumis-tumisan cukup sehat, kok, karena menggunakan sedikit minyak dan waktu memasaknya relatif singkat. Bisa langsung masuk kotak bekal, deh.

Ayi:

Sebisa mungkin hindari makanan yang digoreng. Lebih bagus yang dipanggang.

Sebisa mungkin selipkan sayur mayur segar dalam makananmu setiap hari. Bisa dengan salad atau green juice, mungkin?

Mungkin bisa mulai mempertimbangkan alternatif protein berbasis tumbuh-tumbuhan yang lebih sehat, sebagai pengganti daging merah. Misalkan, tahu, tempe, jamur. 

Suka nasi? Nggak masalah, tapi sebisa mungkin cari nasi yang berwarna—nasi merah, coklat, hitam—karena lebih sehat daripada nasi putih.

Apapun makanannya, minumnya tetap air putih minimal dua liter sehari! Mulai biasakan diri bawa tumbler air putih, dan hindari minuman-minuman kemasan atau yang manis-manis.

Selalu sedia buah segar di tas sebagai cemilan sehat

Kalau nggak sanggup masak makanan sendiri ataupun beli katering  no-salt diet, boleh, dong, di-share pola hidup sehat untuk jangka panjang, bagi anak mahasiswa yang sibuk, kadang nge-kos, padat acara, namun dompetnya nggak padat (hihihi).

Tania

JAGA ASUPAN

1. Sebisa mungkin, hindarilah gorengan-gorengan jahanam, hahaha. Ini susah, sih, ya, tapi coba mulai kurangi frekuensinya. Bawa bekal buah potong segar setiap hari, deh. Begitu gorengan keluar, kamu keluarin juga kotak bekel! Hehehe.

2. Coba kurangi makan nasi putih sedikit-sedikit. Ngerti banget, sih, anak kuliahan mah makan nasi sama kuah aja pun jadi. Yang penting kenyang. Masalahnya, nasi putih mengandung glukosa tinggi dan bikin kita ngantuk dan susah konsentrasi di kelas. Kalau belum bisa lepas total dari nasi putih, dikurangi aja, lalu perbanyak makan sayur serta protein.

OLAHRAGA TERATUR

Naaah, biasanya ini, nih, yang paling PR, hahaha. Kalau belum terbiasa, mulai olahraga pelan-pelan aja, tapi harus rutin. Coba mulai dengan jogging atau jalan cepat setengah jam setiap pagi, atau browsing video-video exercise di Youtube yang bisa kamu lakukan sendiri di kamar kosan.

STAY HAPPY

Serius, deh. Kalau kamu ngerasa hidup kamu hepi-hepi aja tanpa melakukan dua poin di atas, maka kamu bahkan LEBIH hepi lagi kalau menjalankan dua poin di atas, hehehe.

Soalnya, rutin berolahraga akan menjaga stamina dan menghasilkan hormon endorphin yang bisa bikin kita lebih gembira. Trus, asupan makanan yang tepat juga akan membuat otak untuk lebih banyak memproduksi hormon itu.

Kamu juga bisa mengkonsumsi suplemen Omega 3, karena zat ini merupakan 'brain food' yang sangat bermanfaat untuk otak. Omega 3 juga bisa menaikkan kadar serotonin dalam otak, yang berarti juga membuat perasaan lebih senang dan relaks. 

Good luck and stay fit!

Terimakasih, Tania dan Ayi!

(sumber gambar: Live Love Fruit, Monitronics, Health Beckon, Lion-Health, @screwpinekitchen, @taniadavina, @kelincitertidur)

LATEST COMMENT
Ktrsh Drmwn | 8 jam yang lalu

kak apakah anak jurusan bahasa bisa masuk dkv?..

Tanya Youthmanual: Q & A Bedah Jurusan Desain Komunikasi Visual
gantar rizky | 1 hari yang lalu

Halo kak, kira-kira kampus yang menerima anak IPA lintas jurusan lewat SNMPTN untuk ke DKV atau salah satu prodi di FSRD dimana ya? Terimakasih.

Lintas Jurusan pada SNMPTN, Bolehkah?
Aiska Twinta | 1 hari yang lalu

Apakah saat sma mengambil jurusan bahasa, apakah bisa masuk HI?

Jurusan 101: Tanya Apapun Tentang Jurusan Hubungan Internasional Di Sini!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1