Menu

Investasi untuk Mahasiswa – Apa Hal yang Harus Dipersiapkan dan Bentuk Investasi yang Cocok

Seperti yang pernah saya tulis di sini, salah satu perubahan dan keseruan yang akan kamu alami begitu kamu jadi mahasiswa adalah kamu dipaksa menjadi lebih kreatif dan berani. Kreatif dalam menghadapi berbagai masalah dan berani mengambil tindakan yang jauh lebih sulit dari sebelumnya. Termasuk memikirkan sendiri perencanaan keuangan kamu.

Banyak orang sukses yang menyesal bahwa mereka nggak belajar investasi sejak masih muda atau duduk di bangku kuliah. Padahal, masa muda adalah masa yang tepat untuk mencoba hal-hal baru. Karena kalau gagal, kita masih punya kesempatan untuk belajar dan waktu untuk memperbaikinya.

Makanya, biarpun masih muda dan masih pemula, mahasiswa udah harus bisa investasi. Apa aja hal-hal yang perlu jadi pertimbangan? Apa jenis investasi yang cocok? Yuk, kenali lebih dalam soal investasi untuk mahasiswa.

Catat hal-hal berikut:

Buat tujuan investasi kamu

Mengumpulkan uang banyak buat apa, sih? Buat beli gadget baru yang udah lama diincar? Ikut kursus bahasa asing? Traveling ke suatu tempat? Atau biaya melanjutkan kuliah S2?

Hal pertama yang harus kamu pikirkan sebelum kamu memulai investasi kamu sebagai mahasiswa adalah memikirkan tujuan investasi tersebut. Dengan memiliki tujuan yang jelas, kamu akan tahu bagaimana cara menuju ke sana.

Misalnya, kamu ingin berinvestasi untuk kursus bahasa asing. Maka carilah informasi biaya yang yang diperlukan sejak masuk kursus sampai lulus. Catat juga pengeluaran pendukung seperti buku, transportasi ke tempat kursus dan biaya lainnya.

Perhatikan target waktu kapan kamu ingin mulai kursus dan jangka waktu selesainya. Setelah mendapat angka kebutuhannya, maka kamu akan bisa mulai merancang investasi apa yang cocok untuk memenuhi rencana kamu.

Cari tahu berapa dana yang bisa kamu investasikan setiap mingggu / bulan

Sebagai mahasiswa, tentunya “uang nganggur” kita nggak banyak. Uang yang bisa kita investasikan biasanya berasal dari hasil menyisihkan dana bulanan yang kita dapat dari orang tua atau hasil kerja part time.

Makanya, sebelum memulai investasi, kamu harus menghitung dulu kebutuhan bulanan kamu. Baca tips mengatur keuangan a la mahasiswa di sini, dan hindari kebiasaan yang bikin boros di sini. Kalau kamu sudah tahu angka yang bisa kamu sisihkan setiap bulan, maka kamu akan tahu mana investasi yang paling cocok dipilih sesuai dengan budget kamu.

Jangan lupa, catat juga “uang kaget” yang biasa kamu dapat pas ulang tahun, hari raya atau hari spesial lainnya. Uang ini jangan untuk dihamburkan sekaligus ya, gaes. Tapi kamu harus memaksa diri menyisihkannya buat investasi.

Bersabar untuk membaca dan memahami jenis dan aturan investasi

Kenapa jarang ada mahasiswa yang berinvestasi? Seringkali jawabannya bukan karena mereka nggak punya uang, lho. Mahasiswa nggak berinvestasi karena mereka nggak tahu apa-apa soal  investasi!

Nah, mulailah baca-baca soal beberapa jenis investasi seperti saham, obligasi, reksa dana, deposito, menabung (uang atau emas) atau modal bisnis. Masing-masing jenis investasi tersebut memiliki risiko yang berbeda-beda.

Jangan lupa sesuaikan invenstasi tersebut dengan tujuan serta bersarnya dana yang bisa kamu alokasikan. Maksudya, kalau hanya bisa kumpulin Rp200,000, jangan nekad investasi yang Rp2,000,000

Pilih lembaga yang terpercaya, jangan asal investasi tanpa adanya surat perjanjian investasi, walaupun angkanua sekidit. Misalnya, kamu memutuskan untuk ikut menanam modal dan berbisnis dengan teman, maka buatlah surat perjanjiannya.

Menurut penelitian lembaga keuangan di Amerika Serikat, salah satu tips yang penting buat para investor pemula adalah membuat diversifikasi investasi. Maksudnya, jangan menaruh uang kamu di satu intrumen saja. Ini memperkecil resiko ketika kamu mengalami kerugian di salah satu investasi.

Disiplin dan mulailah segera

Semakin cepat kamu memulai, semakin cepat pula tujuan investasi kamu tercapai. Makanya, meskipun baru masuk kuliah, buruan rencanakan keuangan kamu semaksimal mungkin.

Jangan lupa untuk disiplin menyisihkan dana investasi. Bagaimanapun juga, kunci dalam berinvestasi untuk mahasiswa adalah mengendalikan diri dan membuat keputusan dalam menentukan prioritas.

Selamat memulai investasi wahai para mahasiswa kece!

 

(Sumber gambar: grupuldeinvestitii.ro, m.elitestatic.com, i.huffpost.com, haemedia.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©