Menu

Jurusanku: Ilmu Keluarga dan Konsumen Institut Pertanian Bogor, Annas Dwi Satyarini

Dalam seri "Jurusanku", kamu bisa menelusuri jurusan kuliah lewat cerita mahasiswa dan dosen. Kali ini ada Annas, mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang akan berbagi mengenai jurusannya, yaitu program studi Ilmu Keluarga dan Konsumen.

Kata siapa IPB cuma belajar soal pertanian aja? Perguruan Tinggi Negeri satu ini juga memiliki program studi yang nggak kalah seru dan menarik untuk dipelajari, lho, gaes. Ilmu Keluarga dan Konsumen merupakan salahsatunya, dan kali ini ada Annas, mahasiswa jurusan ini yang bakal bercerita mengenai serba-serbi jurusan unik yang satu ini.

Kita simak bareng-bareng, yuk!

Jurusanku:

"Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB".

Alasan memilih jurusan ini:

“Jadi awalnya aku milih jurusan IKK ini pas SBMPTN sebagai pilihan ketiga. Sebenernya alasna utamanya aku tuh ngejar IPB-nya, tapi setelah dijalanin ternyata jurusan ini cukup menarik karena mempelajari bidang sosial dan keluarga di sebuah kampus yang fokusnya adalah pertanian. Menurut aku itu unik banget, apalagi ada bahasan tentang keluarganya. Ku kira jurusan ini cuma fokus bahas keluarga petani dan masalah pertanian yang terkait dengan keluarga, tapi ternyata nggak juga.

Ilmu Keluarga dan Konsumen itu intinya belajar tentang 3 hal: Keluarga, Anak, dan Konsumen. Ketiga hal itu dibahas secara keimuan. Materi tentang keluarga dan anak bahkan juga ngebahas tentang tumbuh kembang individu dari dia lahir sampe meninggal—dari urusan mikro sampe makro. Intinya mah ngebangun masyarakat mulai dari keluarga gitu.”

Mata kuliah yang penting dan menarik:

“Kalo ngomongin matkul, aku tuh suka banget matkul ekologi keluarga, karena di situ kita belajar bahwa ternyata satu keluarga kecil aja tuh bisa berhubungan ke seluruh aspek lain di masyarakat. Dari matkul itu aku jadi mindblown banget sih, soalnya aku baru sadar kalo belajar tentang unit sosial sekecil keluarga aja udah menarik banget.

Kalo yang penting sih kayaknya soal tumbuh kembang anak, soalnya di situ kita bener-bener ngeliat pertumbuhan seorang anak baik dari segi biologis, psikologis, maupun sosialnya.”

Tugas dan ujian di jurusan ini:

“Tugasnya macem-macem banget dan nggak semua tertulis. Ada tugas yang mana kita diharuskan buat bikin project gitu terus dipresentasiin. Contohnya waku aku belajar soal ekologi manusia, tugasnya adalah kita bikin campaign tentang hal kecil yang bisa ngerubah keadaan lingkungan. Aku sama kelompok aku bikin campaign yang judulnya Go Vegetarian Once a Week—tujuannya adalah untuk mengedukasi bahwa ternyata peternakan tuh salahsatu penyumbang global warming yang jarang disadari oleh banyak orang.

Ada juga matkul ekologi keluarga. Hampir sama kayak pas matkul ekologi manusia, tapi ini objeknya adalah sebuah keluarga. Waktu itu project aku buat matkul ini adalah kita turun langsung ke pemukiman kumuh sekitar kampus dan megang 1 keluarga yang tinggal di deket sungai gitu. Terus keluarga itu kita kasih edukasi sama praktek buat bikin lingkungan rumahnya jadi lebih baik; kayak himbauan biar nggak buang sampah di sungai, nanem sayuran, gitu-gitu deh. Dan itu kita awal pendekatannya lewar anak-anaknya gitu. Haha. Seru deh pokoknya.”

Peminatan di jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen:

“Peminatannya ada 3: Anak, Keluarga, dan Konsumen. Kalau Anak tuh belajar seputar tumbuh kembang anak. Kalau keluarga tuh seputar strategi coping keluarga, ketahanan keluarga, sama perkembangan keluarga. Nah, kalau konsumen kita belajar semuanya mulai dari dari seputar pemberdayaan konsumen,pemasaran sosial, sampe manajemen keuangan dan kewirausahaan.

Aku sendiri ambil peminatannya Anak, karena emang tertarik aja mempelajari soal anak-anak”

Pelajaran SMA yang membantu perkuliahan:

“Apa ya... mungkin ekonomi karena kalo pas kita belajar tentang Konsumen tuh lumayan sih ada ekonominya dikit.”

Karakter dan kemampuan yang perlu dimiliki oleh mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen:

“Menurutku sih yang utama adalah peka sama masalah sosial. Walaupun ibaratnya kita cuma ngubek-ngubek di lingkup keluarga, tapi kepekaan tuh tetep penting karena kayak yang udah sempet aku sebutin, dari keluarga aja  hubungannya bisa ke beragam aspek di masyarakat.”

Tips supaya sukses menjalani kuliah di jurusan ini:

“Waduh... tips sukses ya... hahaha. Jangan minder aja sih buat milih masuk jurusan minoritas kayak gini. Ilmu sosial tuh nggak akan pernah basi. Apalagi kalau melihat gimana chaos-nya masyarakat jaman sekarang, udah saatnya kita balik ke keluarga.”

***

Itu dia tadi cerita dari Annas soal jurusannya. Pengen jurusanmu mejeng juga di jurnal Youthmanual? Yuk klik link ini dan mulai bagikan serunya kehidupan kuliah di jurusanmu dengan kami! 

(sumber gambar: tumblr.com, dok. pribadi)

Baca juga:

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©