Profesiku: Arsitek, Cahyo Wilis Candrawan

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi Arsitek bersama Cahyo Wilis Candrawan!

Cahyo Wilis Candrawan (Cahyo) adalah seorang Arsitek‍ yang sudah menekuni profesinya ini selama belasan tahun. Kini, Cahyo menjabat sebagai Design Director di Pavilion 95 yang merupakan perusahaan jasa konsultan arsitektur. Ia juga merupakan dosen tidak tetap di Departemen Arsitektur Universitas Indonesia. Kini, jebolan Arsitektur‍ Universitas Indonesia‍ dan Washington University ini akan berbagi mengenai serba-seri profesinya kepada kamu. Cekidot!

Profesiku:

“Arsitek, yang tugasnya merancang ruang dan juga bangunan tempat tinggal ataupun berkegiatan bagi manusia.”

Tugasku sehari-hari:

“Sehari-hari, sih, saya bertugas untuk merancang dan mengembangkan proposal desain, dan membuat dokumen gambar pelaksanaan untuk jadi acuan pelaksanaan pembangunan oleh konsultan pelaksana (kontraktor), dan tentunya mengawasi proses pelaksanaan proyek tersebut di lapangan.”

1

Alasan memilih profesi ini:

“Saya sendiri sedari awal tertarik untuk mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan tata atur letak ruang ataupun lingkungan sekitarnya, dan ternyata memang ada passion di sana. Makanya saya memilih jurusan arsitektur ketimbang melanjutkan kuliah, karena menurut sana jurusan itu lah yang paling nyambung dengan minat dan bakat yang saya punya saat itu.

Trus, mungkin ada semacam 'takdir' yang mempertemukan saya dengan profesi ini. Ketika saya lulus, sebenarnya dunia konstruksi dan arsitektur di Indonesia sedang lesu karena fenomena krisis moneter di tahun 1998, lho. Tapi, hal itu nggak menyurutkan tekad saya untuk meneruskan karier sebagai Arsitek. Saya dengan beberapa teman nekat memutuskan untuk membuat usaha sendiri karena tidak ada lowongan yang tersedia, dan akhirnya kita bisa survive sampai sekarang.”

Pengalaman menarik ketika menjalani profesi ini:

“Yang paling memorable adalah ketika saya menang sayembara dan mendapatkan penghargaan dari institusi profesi ini. Hal ini menandakan adanya pengakuan dan apresiasi dari orang akan apa yang saya lakukan selama ini, dan rasanya sangat membanggakan.”

Modal utama untuk menjalani profesi ini:

“Imaginasi dan kreativitas adalah hal yang paling utama. Jangan takut menuangkan ide-ide yang kamu punya menjadi kenyataan. Apa pun bisa dipergunakan untuk menggambarkan ide tersebut ke bentuk yang lebih konkrit, kok. Nggak lupa pula harus mau bekerja keras dan memiliki keinginan untuk belajar, baik dari buku ataupun terjun langsung di lapangan.

Kalau untuk mendalami jenjang kariernya sendiri, tentunya kamu harus punya latar belakang perkuliahan di jurusan Arsitektur. Trus, disambung dengan mengikuti pendidikan profesi arsitek, gali pengalaman sebanyak-banyaknya dengan magang di kantor arsitek, dan tentunya mengikuti sertifikasi profesi arsitek profesional.”

2

Bagaimana prospek profesi ini untuk di masa yang akan datang?

“Tentunya sangat cerah, dikarenakan pembangunan di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan sedang gencar-gencarnya.

Ngomong-ngomong, Departemen Arsitektur di tingkat perguruan tinggi hanya memperkenalkan Ilmu Arsitektur dan metode berpikir seperti seorang arsitek, dan bukan berarti semua lulusannya bisa langsung disebut sebagai arsitek profesional.

Di samping itu, dalam rumpun profesi yang sama, terbuka juga lapangan kerja lain yang memiliki kaitan erat dengan ilmu ini seperti menjadi seorang kontraktor, developer, urban designer, urban planner, interior designer, jurnalis arsitektur, ataupun akademisi ilmu arsitektur itu sendiri.”

Miskonsepsi paling umum mengenai profesi ini:

“Meskipun ada yang mengatakan kalau arsitektur itu adalah seni bangunan, tapi sesungguhnya arsitek bukanlah seniman, karena hasil karya arsitek nggak cuma selesai sampai “enak dipandang” aja. Arsitektur yang baik adalah apabila bisa dirasakan oleh indera yang lain selain mata, bisa memberikan kenyamanan, dan juga ada fungsinya, karena Arsitek adalah profesi yang merubah pengertian ruang (space) menjadi tempat (place).

Dan pastinya banyak banget yang bilang kalau mau jadi Arsitek, kamu harus bisa jago gambar. Padahal nggak, kok. Menurut saya, Imajinasi dan ide yang kamu miliki bisa secara kreatif dituangkan nggak hanya dalam gambar dua dimensi. Apalagi jika kamu nanti sudah menjalani kuliah arsitektur, pastinya kamu akan mempelajari banyak cara untuk menuangkan kreativitasmu, seperti penggunaan maket 3 dimensi.”

3

Tips untuk anak muda yang ingin menekuni profesi ini:

“Temukan passion-mu sejak dini, dan jangan takut untuk mengejarnya. Ibarat pelari, menjadi seorang arsitek itu adalah pelari maraton. Mungkin diperlukan waktu cukup lama untuk mencapai puncak karir, tapi perjalanannya lah akan menjadi suatu petualangan tersendiri yang sangat berharga untuk dipelajari.

Mungkin dari segi finansial, gaji untuk para fresh grad jurusan Arsitektur tidak sebanyak dari disiplin ilmu lainnya seperti akuntan ataupun pengacara. Tapi jangan sampai hal ini sampai mengurungkan niatmu untuk menjadi seorang Arsitek. Dari pengamatan saya, setelah 5-10 tahun lulus dari kuliah dan bekerja dengan orang lain, para lulusan jurusan Arsitektur ini biasanya sudah bisa mandiri dan bahkan memiliki perusahaan sendiri.”

(sumber gambar: autodesk.com, cloudfront.net, miniaturmaket.com)

LATEST COMMENT
Ktrsh Drmwn | 7 jam yang lalu

kak apakah anak jurusan bahasa bisa masuk dkv?..

Tanya Youthmanual: Q & A Bedah Jurusan Desain Komunikasi Visual
gantar rizky | 1 hari yang lalu

Halo kak, kira-kira kampus yang menerima anak IPA lintas jurusan lewat SNMPTN untuk ke DKV atau salah satu prodi di FSRD dimana ya? Terimakasih.

Lintas Jurusan pada SNMPTN, Bolehkah?
Aiska Twinta | 1 hari yang lalu

Apakah saat sma mengambil jurusan bahasa, apakah bisa masuk HI?

Jurusan 101: Tanya Apapun Tentang Jurusan Hubungan Internasional Di Sini!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1