Kamu Boleh Banget Wisata Alam, Asalkan...
- Aug 31, 2016
-
Youthmanual
Oleh Nisa Istiqomah
Sebagai anak jurusan Biologi yang cukup sering turun ke lapangan, saya suka gatal dan gemes melihat kelakuan wisatawan alay yang suka nyampah. Baik di tempat wisata gunung, gua, laut, ataupun sekedar air terjun, saya hampir selalu menemukan jejak “sampah” mereka dimana-mana.
“Sampah” mereka bukan hanya kotoran, lho, tetapi banyak lainnya. Misalnya, vandalisme atau kata-kata kasar. Duh, semoga pembaca Youthmanual nggak ada yang seperti ini, ya. Pada intinya, kamu boleh banget, kok, berwisata alam, asalkan...
1. Jangan asal ambil
Saat berwisata alam, mungkin kamu akan menemukan berbagai macam elemen alam yang bagus dan nggak bisa ditemukan di daerah tempat tinggalmu, seperti misalnya jenis bunga tertentu, atau karang laut. Tapi mentang-mentang terpesona, jangan asal dicomot, lah!
“’Kan saya cuma ngambil satu, Kak!”
Bayangkan kalau kamu mencabut satu tangkai bunga kecil (yang seharusnya nggak boleh dipetik), trus wisatawan lain melihat tindakan kamu, lalu mengikuti jejakmu. Ya, lama-lama bunga itu habisl, ah! Padahal biasanya tumbuhan di tempat wisata, tuh, dilarang dipetik karena alasan tertentu. Misalnya, karena tumbuhan tersebut adalah sumber makanan hewan di sana, atau karena jenisnya langka. Sesama penduduk bumi jangan merusak, deh, gaes!
2. Jangan asal bicara
Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya, setiap tempat di dunia ini punya tata aturan masing-masing. Nah, kita harus selalu menghormati aturan tempat-tempat yang kita kunjungi, termasuk kalau kamu berwisata ke pelosok alam, pedesaan, atau pedalaman.
Supaya aman, selalu bicara dengan sopan. Jangan bertengkar, apalagi mengumpat. Kenakan pakaian yang sopan dan sewajarnya, jangan nyampah, merusak, apalagi buang air sembarangan. Hormati “mereka-mereka” yang sudah terlebih dahulu hidup di sana—baik orang-orang yang tinggal di sana, hewan, tumbuhan, maupun... makhluk tak kasat mata mungkin? Hmmmm. Pokoknya, jangan pernah lupa bahwa kamu adalah pendatang, dan kamu nggak pantas untuk berbicara keras seperti Satpol PP yang mau menggusur PKL. Salah-salah, nanti malah kamu yang di-“gusur”!
3. Jangan asal injak
Kalau kamu suka snorkeling atau wisata ke pantai, tolong jaga langkah kamu. Kalau kamu sudah masuk ke air laut, lihat apa yang ada di bawahmu. Biasanya ada karang, gaes. Karang adalah padatan zat mineral yang dihasilkan koral dan umumnya berfungsi sebagai tempat tinggal ikan-ikan kecil. Kalau kamu injak, karang itu bisa hancur dan ikan-ikan kecil jadi nggak punya tempat berlindung.
4. Jangan asal motret
Memang kurang afdol kalau mengunjungi suatu tempat tanpa foto-foto di lokasi. Nanti nggak ada yang bisa di-upload di medsos, dong? Tapi hati-hati, ya, saat memotret objek wisata. Apalagi kalau objek wisatanya adalah situs peninggalan sejarah.
Sebagai contoh, saya pernah mengunjungi masyarakat adat Kampung Naga di Tasikmalaya. Pengunjung memang boleh motret-motret di sana, kecuali satu bangunan yang nggak boleh diambil gambarnya. Nah, makanya, sebelum kamu foto-foto, sebaiknya kamu tanya-tanya dulu ke petugas atau tour guide, terkait aturan berfoto. Jangan sampai nanti kamu memotret “sesuatu” yang seharusnya nggak ikut terpotret. Hiii!
(sumber gambar : vulcanpost.com, bibitbunga.com, phinemo.com)


Kategori

sangat sejalur dengan pemikiran banyak anak muda di negara tercinta kita ini
20 Skills yang Perlu Dikuasai Anak Muda di Tahun 2020 Agar Karier Suksesapakah ada solusi untuk bisa menyelesaikan proposal dengan cepat?
Timeline Pengerjaan Skripsi yang Baik dan Benar, Agar Skripsimu Bisa Selesai Dalam 6 Bulan!kak kalau ini bener ga pil 1 : adm bisnis USU pil 2 : ilmu&teknologi pangan USU
Strategi Menentukan Pilihan Program Studi Pertama, Kedua, dan Ketiga pada SBMPTNsangat bermanfaat kak
5 Pilihan Jurusan di Bidang Sosial Humaniora dengan Prospek Kerja Paling MenjanjikanDiuniv yang sama universitas tanjungpura
Strategi Menentukan Pilihan Program Studi Pertama, Kedua, dan Ketiga pada SBMPTN