4 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Untuk Berkarier Jadi Tentara

Oleh Tri Susanto untuk Qerja.com

Ada yang bercita-cita jadi tentara? Penasaran dengan jalur pendidikan agar bisa jadi tentara? Yuk, simak informasinya!

Di Indonesia, militer berada di bawah lembaga Tentara Nasional Indonesia (TNI). Lembaga ini mewadahi tiga divisi, yaitu Angkatan Darat (TNI-AD), Angkatan Laut (TNI-AL) dan Angkatan Udara (TNI-AU).

Tentunya nggak mudah untuk bisa bergabung menjadi anggota TNI. Selain butuh fisik yang kuat, anggota TNI juga harus cerdas, berani, disiplin, dan tangkas!

Kalau kamu memang tertarik, berikut informasi seputar profesi tentara:

1. Calon anggota TNI paling banyak gugur di tahap tes kesehatan

Yap! Dari seluruh tahap rekruitmen calon anggota TNI, ternyata tes kesehatan dianggap tahap terberat, berhubung banyak peserta yang gagal dalam tes ini.

Untuk lulus tes kesehatan, ternyata kamu nggak hanya harus sehat, namun juga memenuhi serangkaian syarat yang cukup ketat.

Tes kesehatan dibagi dalam dua bagian—tes kesehatan bagian luar tubuh dan tes kesehatan bagian dalam tubuh. Tes kesehatan luar tubuh mencakup tes tinggi badan, postur, mata, gigi, THT, anus, dan alat reproduksi. Sementara tes kesehatan luar tubuh mencakup rontgen, tes urin, dan tes darah.

Oya, calon anggota TNI nggak hanya diperiksa kesehatan fisiknya, lho, tetapi juga kesehatan mentalnya. Maklum, profesi tentara termasuk profesi rentan stress dan berisiko tinggi, sehingga calon anggota tentara juga harus sehat secara psikologis.

2. Rekruitmen dan pendidikan dalam TNI 

Rekrutmen dalam institusi TNI dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu rekruimen untuk Tamtama, Bintara, dan Akademi Militer (akmil). Tingkatan rekrutmen ini tergantung dari latar belakang pendidikan serta minat si calon anggota.

Misalnya, untuk menjadi calon Tamtama, kamu harus tamat SMP atau sederajat. Calon Tamtama kemudian akan mendapat pendidikan selama enam bulan di Sekolah Calon Tamtama (Secata). Setelah lulus, mereka akan mendapatkan pangkat Prajurit Dua (Prada).

Sementara calon Bintara haruslah tamatan SMU. Calon bintara kemudian harus menempuh pendidikan di Sekolah Calon Bintara (Secaba) selama lima bulan. Begitu lulus, mereka akan mendapatkan pangkat Sersan Dua. Kalau mau lanjut ke pangkat yang lebih tinggi, perwira Bintara bisa mengikuti pendidikan di Sekolah Calon Perwira (Secapa), dan setelah lulus, mereka akan mendapat pangkat Letnan Dua (Letda)

Bagaimana dengan Akmil? Nah, untuk masuk Akmil, kamu juga harus minimal tamat SMU. Namun berbeda dengan Bintara, calon Akmil harus mengemban pendidikan selama empat tahun dulu. Lulusan Akmil akan berpangkat Letnan Dua (Letda).

Setelah mendapatkan pangkat awal, tentunya kamu bisa naik pangkat ke level yang lebih tinggi—terutama kalau kamu adalah perwira Bintara—dengan mengikuti pendidikan di sekolah calon perwira (Secapa). Setelah mengikuti pendidikan tersebut, kamu bisa langsung berpangkat letnat dua (Letda)

3. Gaji anggota TNI

Sayangnya, meski anggota tentara di Indonesia mengemban tugas yang cukup berat, gaji mereka termasuk kecil dan nggak sebanding dengan risiko yang mereka tanggung.

Informasi tentang gaji pokok ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 31 tahun 2015 tentang perubahan ke 11 atas, serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2001 tentang peraturan gaji anggota TNI. FYI, jumlah gaji yang diterima seorang tentara tergantung pangkat serta masa tugas masing-masing prajurit. 

Per tahun 2015, kisaran gaji untuk golongan I Tamtama adalah antara 1,5 juta sampai 2,8 juta rupiah, kisaran gaji golongan II Bintara adalah antara 2 juta hingga 3,8 juta rupiah, sementara kisaran gaji golongan III Perwira pertama sekitar 2,6 juta hingga 4,6 juta rupiah.

Perwira menengah akan mengantongi gaji antara Rp2,8 juta hingga Rp4,9 juta sementara perwira tinggi mendapatkan gaji antara Rp3,1 juta hingga Rp5,6 juta.

4. Mengenal prajurit karir

Gimana kalau kamu nggak menempuh pendidikan militer dasar seperti yang disebutkan di atas, dan memilih untuk berkuliah di perguruan tinggi biasa? Apakah kamu tetap punya kesempatan berkarier di TNI?

Punya, dong. Walaupun kamu nggak menempuh pendidikan militer dasar, kamu bisa mendaftar di Sekolah Perwira Prajurit Karier di Magelang, Jawa Tengah untuk menjadi prajurit karir. Biasanya yang mendaftar di sekolah ini adalah para Sarjana atau Diploma yang lulus tes masuk, dan menguasai sejumlah skill tertentu, seperti teknologi informasi, kedokteran, engineering, bahkan hukum.

Lama pendidikan di Sekolah Perwira PK adalah 7-8 bulan, dan setelah lulus, kamu akan mendapat pangkat Letnan Dua (Letda).

Sebelum mendaftar, pastikan kamu memenuhi persyaratan yang diminta, terutama syarat usia. Untuk lulusan D3, calon perwira karir nggak boleh berumur lebih dari 25 tahun. Sementara untuk lulusan S1, calon perwira karir nggak boleh berumur lebih dari 27 tahun.

Gimana? Berminat berkarier di TNI?

***

Ingin tahu lebih banyak tentang profesi tentara atau pendidikan untuk menjadi tentara? Yuk cek ke laman Eksplorasi Youthmanual. Di situ kamu bisa menemukan ribuan informasi terkait profesi, program studi, hingga kampus-kampus unggulan secara komprehensif dan terpercaya. Temukan program studi, profesi, dan kampus impianmu di sini sekarang juga!

Baca juga:

(sumber gambar: wikipedia.org, lantamal9.koarmatim.tnial.mil.id, diankurniaa.wordpress.com)

LATEST COMMENT
Dasri Dsr | 2 hari yang lalu

Nah klo tipe pelajar bunglon bagaimana biar efektif belajarnya sedangkan mood itu susah bgt diaturnya

Tipe Pelajar Macam Apakah Kamu? Cari Tahu Di Sini, Supaya Cara Belajar Kamu Nggak Sia-Sia!
Zainu Satria | 3 hari yang lalu

Mohon di cek kan kak. Saya kuliah di Universitas Asahan Prodi Bahasa Indonesia Nama:Winda Mentari NPM:14053010

Cuti Kuliah: Ketentuan dan Serba-Serbinya
Zainu Satria | 3 hari yang lalu

Assalamu'alaikum. Kak saya mau tanyak, saya kan pernah kulia dari tahun 2014.udh selesai semua, saya juga udh susun proposal.pas saya mau sempro kendala di uang kulia. Karena pada saat saya kulia ada ambil dispen. Disitu saya sama sekali tdk ad uang. Tu terus saya mau kerja. Dan ingin ambil cuti.…

Cuti Kuliah: Ketentuan dan Serba-Serbinya
maulaaa ya | 4 hari yang lalu

Emangnya gabisa yaa kalau anak ipa masuk ke psikologi soshum ?

5 PTN dengan Prodi Psikologi Saintek, Anak IPA Wajib Cek!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1