11 Kesalahan Fatal dalam Membuat Surat Lamaran Kerja

Kamu capek melamar kerja kesana kemari? Sudah posting lamaran di situs penyedia lowongan kerja tapi juga nggak kunjung mendapatkan panggilan interview? Mungkin kesalahannya ada pada surat lamaran yang kamu buat, gaes.

Yaps, baik itu melamar kerja atau magang, cover letter a.k.a surat lamaran kerja adalah hal yang biasanya dilampirkan dalam dokumen melamar kerja bersama Curriculum Vitae alias CV dan portofolio.

Kamu yang baru mau magang dan masih nggak tahu apa-apa soal bagaimana tahapan melamar kerja mungkin masih belum tahu apa itu surat lamaran. Gampangnya, surat lamaran berfungsi sebagai surat pengantar lamaran kerja yang berisi perkenalan singkat sebelum kamu menjelaskan secara panjang kali lebar pengalaman dan pencapaian kamu di CV dan melihat karya-karya buatanmu di portofolio, gaes.

Terus, perbedaanya surat lamaran sama resume apaan, dong? Untuk selengkapnya, kamu bisa baca di Perbedaan Cover Letter, Resume dan CV Buat Kamu yang Lagi Menyusun Dokumen Lamaran Kerja.

Nah, berikut ini adalah beberapa daftar kesalahan yang dapat dikatakan “fatal” ketika kamu membuat sebuah surat lamaran kerja:

1. Salah mencantumkan nama perusahaan yang kamu tuju. Nah, lho, maksudnya gimana tuh? Maksudnya begini, mungkin kamu ingin melamar ke perusahaan ‘A’, tapi di surat lamaran kamu malah menuliskan perusahaan ‘B’.

Dan yang lebih apesnya lagi kalau ternyata perusahaan ‘B’ itu merupakan saingan dari perusahaan ‘A’, begitu sebaliknya. Haduh, nggak bisa kebayang betapa malunya kalau sudah kebaca para HRD-nya. Ckckck.

Maka dari itu, pastikan dulu, kamu memasukkan surat lamaran yang benar ke perusahaan yang kamu tuju. Kalau kamu mengirimkan surat lamaran sekaligus ke beberapa perusahaan, cek lagi apakah surat lamaran mencantumkan nama perusahaan yang benar atau nggak.

2. Nggak mencantumkan posisi yang kamu lamar. Kesalahan ini biasanya sering dilakukan terutama oleh magangers dan pelamar kerja pemula. Hal ini tentunya akan menyebabkan perusahaan yang menerima surat lamaran kamu itu berfikir, kamu ini serius mau melamar kerja atau hanya sekedar main-main, gaes.

Jadi, sebelum kamu mengirim lamaran pekerjaan, kamu wajib tahu posisi apa yang sedang kamu lamar dan mengetahui job desk-nya. Dengan mengetahui posisi dan job desk yang spesifik dalam sebuah perusahaan, kamu bakal lebih mudah mengidentifikasi skill yang dibutuhkan. Nah, kalau belum mendapatkan gambaran, mengenai profesi yang kamu lamar itu, kamu bisa lihat beragam daftar profesi di Youtmanual, ya.

3. Nggak tahu tentang seluk beluk perusahaan. Selain mengetahui posisi dan job desk posisi yang kamu lamar, jangan sampai kamu malah nggak tahu perusahaan yang kamu tuju itu bergerak di bidang apa, visi misinya apa, dan lain sebagainya.

Soalnya, banyak banget lulusan dari universitas ternama terlalu malas mencari informasi. Padahal, mengetahui seluk beluk perusahaan bisa jadi nilai lebih di surat lamaran yang kamu buat dan saat interview nanti.

4. Minder salah, terlalu percaya diri juga salah. Maksudnya gini, menulis diri sendiri sebagai ‘kandidat terbaik’ dalam surat lamaran kerja kamu, justru membuat pihak HRD jadi malas buat ngerekrut kamu, gaes.

Jadi, ada baiknya kamu jangan menggunakan kata ‘ideal’ atau ‘sempurna’ pada surat lamaran kerja kamu. Kamu bisa mencoba beberapa kata sifat lain yang nggak terdengar ‘terlalu pede’ tapi juga nggak kurang dalam mendeskripsikan kemampuan diri, seperti:  kompeten, ahli, berbakat, berpengalaman, sukses, mampu atau memenuhi syarat.

Minder salah, terlalu percaya diri juga salah

5. Pekerjaan yang dilamar nggak sesuai dengan pengalaman yang ada. Tanpa disadari, hal ini seringkali terjadi sama para pelamar kerja pemula. Contohnya, dia dari lulusan jurusan Budidaya Perikanan tapi melamar pekerjaan di Bank.

Memang nggak menutup kemungkinan kejadian seperti itu masih akan terus terjadi hingga ke depannya. Tapi alangkah lebih baiknya, 'kan, kalau kamu melamar pekerjaan sesuai dengan pengalaman yang sudah kamu dapatkan selama di perkuliahan atau melamar pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan kemampuan yang dimilki. Bukan karena keinginan semata, tergiur dengan gaji atau ikut-ikutan teman.

6. Nggak melampirkan foto. Sebagus apapun surat lamaran yang sudah kamu siapkan, nggak ada gunanya kalau kamu nggak melampirkan foto terbaru, gaes. Biasanya, foto menjadi syarat utama yang wajib kamu lampirkan dalam berkas surat lamaran.

Meskipun disuruh melampirkan foto, kamu jangan melampirkan foto banyak-banyak dengan berbagai gaya. Kecuali kalau memang disyaratkan untuk melampirkan foto dalam ukuran, jumlah, dan gaya tertentu. Baru, deh, kamu boleh melampirkan foto yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang kamu lampirkan tadi.

Oyaa, kamu juga jangan pakai pas photomu saat masih duduk di bangku sekolah ketika kamu mengirim surat lamaran, ya. Usahakan sebisa mungkin kamu terlihat rapi dengan memakai jas atau blazer atau kemeja dan jangan lupa tersenyum.

7. Nggak mencantumkan nomor telepon dan e-mail yang bisa dihubungi. Di era digital ini, menyebutkan alamat e-mail dan nomor telepon amatlah penting. Soalnya, nggak seperti dulu, jaman sekarang panggilan kepada kandidat yang terpilih diumumkan by phone atau secara online via e-mail atau website perusahaan.

Jadi, pastikan kamu nggak lupa mencantumkan nomor telepon atau e-mail yang memudahkan persusahaan untuk bisa menghubungi kamu.

8. Menggunakan format standar. Saat membuat surat lamaran, jangan bikin yang format yang standar banget, gaes. Apalagi kalau surat lamaran yang kamu ajukan adalah hasil copy-paste dari contoh-contoh yang ada di internet.

Sudah pasti surat lamaran tersebut kelihatan sangat basa-basi—yang biasanya berisi pemberitahuan posisi yang diinginkan pelamar, nama dan info diri singkat, lalu pernyataan bahwa si pelamar menunggu ‘kabar baik’ mereka berupa panggilan interview.

Ada baiknya kalau kamu bisa membuat surat lamaran seperti ringkasan. Lalu beri keterangan nggak lebih dari tiga atau empat poin untuk kalimat tersebut. Keterangannya bisa menggunakan bullets.

Pokoknya, surat lamaranmu itu harus beda dari yang sudah ada di internet. Soalnya, lewat surat lamaran-lah, perusahaan jadi bisa paham posisi apa yang kamu inginkan, apa motivasi kamu, serta gambaran singkat profilmu.

9. Typo dan nggak memperhatikan tata bahasa. Ini salah satu alasan yang nggak bisa kamu sepelekan dalam menulis surat lamaran kerja, CV, ataupun resume. Kalau di surat lamaran kerja, CV, ataupun resume terdapat banyak typo juga bikin malas perusahaan untuk mempekerjakan kamu.

Kenapa, kok, bisa gitu? Karena ini menandakan kalau kamu itu kurang perhatian dan ceroboh. Terus, kalau kamu pakai bahasa Inggris dalam surat lamaran kerja, CV, ataupun resume, perhatikan juga tata bahasa dan ejaan yang tepat.

Jadi, sebelum mengirim surat lamaran kerja, cek lagi semuanya, ya, gaes. Bila perlu minta bantuan teman atau kakak yang lebih jago untuk mengecek ulang biar nggak ada kesalahan pada tata bahasa dan ejaan. Dan ingat kalau surat lamaran kerja itu juga termasuk dokumen resmi jadi jangan pakai singkatan, apalagi bahasa gaul. Hadeh.

typo

10. Mencantumkan besaran gaji. Kalau kamu pelamar pemula, jangan coba-coba untuk menetapkan besaran gaji, kecuali kamu adalah seorang profesional dengan segudang pengalaman serta kalau memang pihak perusahaan menyuruh menuliskan gaji yang diinginkan.

Kalau nggak ada, ya, sebaiknya jangan mencantumkan gaji berapapun yang diinginkan dalam surat lamaran kamu. Biarkan proses negosiasi terjadi saat kamu mendapat kesempatan interview (Dan lagi-lagi, jika memang ditanyakan oleh pihak perusahaan. Kalau nggak ditanya, ya, jangan berharap banyak, deh. Hehehe).

11. Nggak menuliskan apapun di amplop surat lamaran. Kalau kamu mengirimkan surat lamaran melalui kantor pos, sebaiknya tuliskan nama perusahaan yang kamu lamar lengkap dengan alamat di bagian depan amplop, serta nama dan posisi yang kamu lamar di bagian belakang atau sudut kiri atas amplop, terutama.

Atau kalau kamu mengirim lamaran kerja melalu e-mail, jangan sampai subjek di e-mail dan body text-nya kosong, gaes. Isilah dengan kalimat yang sesuai dan sopan, ya. Karena kalau nggak surat lamaran kamu malah berakhir di tempat pembuangan sampah atau langsung delete cuma gara-gara bukan dikira sebagai sebuah surat lamaran.

***

Intinya, sih, gaes, surat lamaran adalah salah satu media yang bisa kamu gunakan untuk mempromosikan diri kamu. Jadi, sekali lagi sebelum mengirim atau mengantarkan surat lamaran, pastikan dan cek kembali apakah kamu melakukan kesalahan-kesalahan di atas.

Dan jangan lupa, cantumkanlah hal-hal positif tentang diri kamu. Eitss… tapi jangan sampai berlebihan, apalagi sampai berbohong!

Fyi, buat kamu yang ingin magang atau melamar kerja dan masih bingung buat bikin CV-mu sendiri. Jangan khawatir, ya. Soalnya, selain untuk mengetahui bakat, minat, dan juga passion, Youthmanual juga bisa membantu kamu untuk membuat CV dengan mudah di fitur CV-ku Youthmanual, lho!

Caranya gimana? Kamu cuma perlu sign-up ke akun Youthmanual. Terus, klik fitur CV-ku di profilmu dan isi data diri kamu selengkap-lengkapnya. Gampang banget, 'kan? Semoga sukses dalam mendapatkan pekerjaan sesuai impianmu, ya, gaes!

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: novoresume.com, coactivehealth.uk, ruggersedge.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Deni Y | 1 hari yang lalu

apakah saya bisa berkontak dengan Pak Dimas

Profesiku: Kurator Musik, Dimas Ario
miaaa | 4 hari yang lalu

Assalamualaikum minn Saya baru masuk Smt 3 nih min saya mau ambil 24 SKS masing² 2 SKS per matkul Saya berencana memadatkan jadwal saya hanya Senin-Kamis aja Jadi dalam shari ada 4 matkul Apa itu wort it atau bagaimana Saran dong min

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
mustika | 5 hari yang lalu

Open pp/endorse : Klik Link Ig : https://www.instagram.com/naaan_n_n_/ cek ig : naaan_n_n_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Gina Ajeng | 5 hari yang lalu

Kalo aku maba dr kampus sdh otimatis

SKS dan KRS Itu Apa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1