Menu

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum

Siapa di sini yang punya rencana kuliah di jurusan Ilmu Hukum?

Mungkin ada dari kamu yang berminat kuliah di jurusan Ilmu Hukum karena prestige-nya. Banyak yang bilang kalau kuliah hukum pasti begini-dan-begitu. Kalau dilihat dari tampilan luarnya pun, mahasiswa Ilmu Hukum pun tergolong paling kece diantara seantero mahasiswa-mahasiswa jurusan lainnya. Pokoknya living the best life, deh!

Tapi kamu tahu, nggak, sih, aslinya kuliah di jurusan Ilmu Hukum itu kayak gimana?

Agar kamu paham betul mengenai apa yang sebenarnya akan kamu hadapi di kemudian hari, lebih baik kamu simak lima hal yang harus kamu pahami sebelum seratus persen siap jadi mahasiswa jurusan Ilmu Hukum di bawah ini.

1. Harus doyan dan kuat baca buku

1

Mahasiswa hukum bukanlah mahasiswa yang biasa petantang-petenteng datang ke kampus dengan dengan tangan kosong seperti yang biasa kamu lihat di sinetron. Aslinya, mahasiswa hukum dikenal dengan “buah tangan” berupa bacaan yang luar biasa tebel, sob!

Kuliah di jurusan hukum mengharuskan kamu untuk membaca bahan bacaan yang relevan dengan bidang hukum. Makanya, mereka memiliki reputasi sebagai saudara jauh anak sastra karena dikenal sebagai salah satu mahasiswa yang hidupnya nggak pernah lepas dari buku, hihihi.

Hal ini dibenarkan oleh Joshua, alumni Jurusan Ilmu Hukum Universitas Diponegoro‍ angkatan 2012. “Materi jurusan Ilmu Hukum itu luar biasa banyak. Jangan kaget kalau nanti kamu disodorin kitab-kitab UU dan pasal KUHP setebel ensiklopedi sama dosen kamu buat jadi bahan ujian tengah semester!”

2. Harus bisa menjadi pribadi yang terorganisir

Karena workload mahasiswa Ilmu Hukum yang tinggi karena bacaan mereka yang numpuk setinggi gunung, mereka harus bisa menjadi orang yang terorganisir agar dapat megerjakan segala sesuatunya dengan lebih efisien.

Ujian dan tugas-tugas yang biasa diberikan oleh para dosen ilmu hukum adala berupa studi kasus. Untuk dapat memecahkannya, kamu harus banyak berlatih dalam memahami pola kasus dengan membaca bacaan yang serupa dengan kasus yang akan dikaji. Bahan bacaan yang harus kamu pahami pun juga nggak cuma satu, tapi bisa sampai belasan!

Kamu harus paham kalau begadang pun nggak bisa selalu menjadi jalan keluar. Ada baiknya kamu biasakan diri untuk menjadi orang yang dapat membagi prioritas dan bisa “curi start”, serta memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik agar bisa survive di jurusan ini.

3. Harus siap dimintai saran mengenai hukum

3

Namanya juga mahasiswa Ilmu Hukum, pasti lingkungan sekitar kamu memiliki ekspektasi bahwa kamu pasti memahami semua hal yang berkaitan soal hukum. Duh!

Orang-orang di sekitar kamu pasti bakal sering banget meminta saran atau bahkan sudut pandang hukum dari kamu mengenai hal tertentu—nggak peduli kamu masih semester berapa atau ambil peminatan apa. Padahal hukum itu ruang lingkupnya luas banget, dan kebanyakan mahasiswa hukum lebih fokus mengkasi kasus yang sifatnya lebih mendalam dibanding perkara hukum sehari-hari.

“Pernah waktu itu, ada yang minta konsultasi soal warisan keluarga sama gue, karena dikenalin temennya yang bilang kalau gue anak (jurusan Ilmu) Hukum. Padahal, konsentrasi jurusan gue Hukum Internasional, yang nggak pernah belajar soal hukum waris sama sekali!” cerita Regi, mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran‍ angkatan 2013.

4. Harus tertarik dengan hal-hal kecil yang terjadi di sekitar kamu

Sekali lagi, sesungguhnya kamu yang tertarik dengan Ilmu Hukum dan penegakan hukum di negara kita ini nggak selamanya harus terpaku dengan kasus korupsi aja, lho. Ada banyak hal-hal kecil yang harus kamu perhatikan agar dapat keep up dengan berbagai mata kuliah hukum yang ruang lingkupnya sangat luas.

Kasus korupsi bisa diibaratkan hanya seujung kuku dari apa yang harus kamu pelajari agar bisa berhasil menjadi serorang Sarjana Hukum. Coba lihat bagaimana Elle Woods memperjuangkan hak asasi hewan dalam film Legally Blonde atau kasus pro bono soal hak asuh anak dari penderita kelainan mental dalam film I Am Sam. Pastinya kamu belum kepikiran sampai sini, kan?

Makanya, perkaya bidang hukum kamu dengan lebih memerhatikan hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan tariklah benang merahnya dari sisi hukum. Dari sana, ada banyak hal seru yang bisa menambah wawasan kamu, lho!

5. Harus paham luasnya prospek karier sebagai lulusan Ilmu Hukum

5

Hari gini masih mikir kalau lulusan Ilmu Hukum pasti jadi pengacara? Kuno banget, deh!

Prospek kerja dan karier yang dapat dijajal oleh para lulusan hukum sesungguhnya lebih luas dari yang kamu pikirkan, lho. Profesi seperti Pengacara‍, Hakim, dan Notaris ‍adalah contoh kecil dari pekerjaan konvensional yang sering dikaitkan dengan jurusan satu ini

Kamu pernah denger, nggak, sama yang namanya Manajer Keamanan ‍dan Spesialis Pencegah Kerugian Ritel? Kedua profesi tersebut adalah contoh kecil dari sekian banyak profesi lainnya yang bisa kamu jalani seorang praktisi hukum. Tentunya semakin spesifik jenis profesi yang ingin kamu pilih, semakin spesifik pula konsentrasi jurusan yang harus kamu pilih ketika menjelang semester akhir nanti agar materi pelajaran yang kamu dapatkan sejalan dengan apa yang akan kamu gunakan dalam dunia kerja.

Biar nggak bingung, mulai sekarang sering-sering, yuk, eksplorasi jurusan di direktori Profesi Youthmanual. Pelajari serba-serbi mulai dari kualifikasi sampai rekomendasi kampus terbaik yang bisa kamu pilih untuk dapat menggapai karier impian kamu.

Baca juga:

(sumber gambar: uopnews.port.ac.uk, ultravires.ca, weforum.org, careerjunction.co.za)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©