Menu

6 Keuntungan Memilih Jurusan yang Sepi Peminat

Ketika kamu masuk kelas tiga SMA, pasti kamu mulai mencari-cari kampus dan jurusan apa yang ingin kamu daftar. Kamu pun pastinya memiliki banyak pertimbangan dalam memilih kampus dan jurusan seperti jauh atau dekatnya kampusmu, sepi atau ramainya peminat kampus dan jurusan tersebut, apakah jurusan tersebut merupakan jurusan yang kamu minati dan sebagainya.

Nah, ngomongin tentang sepi atau ramainya suatu jurusan, sebagian dari kamu akan memilih jurusan yang ramai dan ada juga sebagian dari kamu memilih jurusan yang nggak begitu ramai. Semuanya tentu memiliki alasannya masing-masing seperti kalau memilih jurusan yang ramai berarti jurusan tersebut bagus makanya banyak peminat dan tantangannya pun lebih besar. Kalau kamu memilih jurusan yang nggak begitu ramai, alasannya bisa saja karena mudah untuk didapati dan sebagainya.

Lalu, sebenarnya antara jurusan yang banyak peminat dan jurusan yang sepi peminat, jurusan yang mana, sih, yang paling baik untuk dipilih? Well, kalau menurut saya, baik jurusan tersebut sepi atau nggak, keduanya nggak bisa menjelaskan bahwa jurusan tersebut baik untuk dipilih atau nggak. Menurut saya, baik itu jurusan yang sepi peminat maupun yang ramai peminat, memiliki kelebihannya masing-masing. Hmm… Apa, ya, kelebihan dari berkuliah di jurusan yang sepi peminat?

 1. Persaingan masuk jurusan nggak ketat

persaingan masuk yang nggak ketat

Ketika kamu memilih jurusan yang nggak terlalu banyak memiliki peminat, sudah jelas banget kalau kamu nggak memiliki banyak saingann untuk masuk di jurusan tersebut. Namun, meskipun kamu nggak memiliki banyak saingan, kamu pun harus tetap berusaha agar bisa masuk ke jurusan tersebut, ya.

Saya memiliki seorang teman yang ingin masuk ke salah satu jurusan yang sepi peminat. Ia memilih jurusan tersebut karena sedari kecil, ia memang selalu bermimpi untuk menjadi seseorang yang ahli dalam jurusan tersebut Namun, meskipun jurusan tersebut sepi peminat, teman saya nggak berhasil masuk melalui jalur SNMPTN maupun SBMPTN. Untungnya, teman saya ini nggak pernah menyepelekannya. Ia terus belajar. Akhirnya, ia pun masuk melalui jalur mandiri.

Hal yang mau saya garis bawahi disini ialah meskipun jurusanmu memiliki peminat yang sangat jarang dan persaingan untuk masuk jurusan tersebut nggak akan sulit, tetapi, kamu harus tetap belajar, ya. Lho, memangnya kenapa, sih, harus tetap belajar? Ya, sudah jelas, dong, jawabannya. Kamu harus tetap belajar agar kamu bisa mempersiapkan diri ketika kamu nggak diterima di satu jalur penerimaan mahasiswa.

2. Hubungan antar teman sejurusan lebih solid

Nah, biasanya, kalau jurusanmu memiliki peminat yang sedikit, pastinya, orang-orang dalam satu angkatan pun nggak akan terlalu banyak. Paling banyak mungkin akan terdiri dari dua kelas. Namun, biasanya, kalau jurusanmu memiliki peminat yang sedikit, maka, paling nggak satu angkatan akan terdiri dari satu kelas saja.

Di lain sisi, mungkin kamu akan merasa sangat sepi dengan keadaan ini. Dalam satu jurusan, kamu akan bertemu dengan orang-orang yang itu lagi itu lagi. Selain itu, karena mahasiswa satu angkatan yang berjumlah sangat sedikit ini, maka, hal-hal seperti kekurangan orang ketika sedang melakukan suatu acara pun akan sering terjadi. Namun, justru disini bagian serunya, gaes.

Ketika kamu dan teman-teman seangkatanmu mengadakan suatu acara namun orang-orang yang bisa dipekerjakan berjumlah sangat sedikit, mau nggak mau, kamu pasti akan membantu satu sama yang lainnya agar pekerjaan tersebut segera selesai atau ada satu dua personil yang bisa meng-handle­-nya. Nah, dengan begitu, kamu akan terbiasa saling membantu dan akhirnya rasa solidaritas itu akan tumbuh di antara kamu dan teman-temanmu.   

3. Menunjukkan bahwa jurusan tersebut adalah passion-mu

Kalau kamu masuk ke jurusan yang sepi peminat, tetapi bukan karena ingin mengejar universitasnya, bisa dibilang kalau kamu benar-benar mencari jurusan yang sesuai dengna passion-mu, lho. Bagaimana nggak? Diantara banyaknya orang-orang, cuma kamu dan beberapa temanmu yang memilih jurusan tersebut sebagai pendidikanmu untuk empat tahun ke depan. Yap, bisa dibilang bahwa jurusan itu merupakan passion-mu, nih, gaes.

4. Lebih mudah berkompetisi dalam kelas bahkan angkatan

Kalau kamu berkuliah di jurusan yang sepi peminat, kan kamu sudah tahu, tuh, bahwa orang-orang yang berada di dalam kelas tersebut cenderung nggak terlalu banyak. Selain itu, orang-orang dalam satu angkatan pun nggak akan terlalu banyak juga. Nah, dengan begitu, kamu malah mendapatkan keuntungan lagi, nih, gaes!

Dengan jumlah orang yang sedikit dalam satu kelas maupun satu angkatan, kamu akan lebih mudah untuk berkompetisi dengan orang-orang yang ada di dalam kelasmu dan juga dalam angkatanmu. Misalnya, nih, kamu ingin mencari beasiswa kuliah, karena orang-orang yang ada di dalam kelasmu dan angkatanmu hanya sedikit, kamu akan lebih mudah untuk bertanding dengan orang-orang yang ada di dalam kelas mauun di dalam angkatanmu, lho, gaes.  

5. Dosen akan cenderung memiliki banyak waktu untuk berdiskusi

Coba bayangkan kalau kamu masuk ke dalam jurusan yang memiliki banyak sekali peminat. Bisa saja dalam satu angkatan akan terdiri dari minimal tiga kelas. Ada juga, lho, saking banyaknya peminat jurusan tersebut, kelas yang tersedia pun sampai lima kelas bahkan lebih. Nah, gimana tuh, kalau misalnya dalam satu kelas ada tiga orang saja, yang ingin berdiskusi dengan dosen?

Menurut saya, kalau dalam satu angkatan terdiri dari banyak kelas, yang ada, dosen akan lebih sibuk jika dibandingkan dengan jurusan yang memiliki sedikit kelas. Bagaimana mau berdiskusi kalau jadwal kelas saja penuh. Selain itu, mungkin kamu pun harus menunggu antrian untuk berdiskusi dengan dosenmu.

Nah, kalau kamu masuk jurusan yang memiliki sedikit peminat, kamu akan lebih mudah, nih, gaes, untuk berdiskusi dengan dosenmu. Bisa saja sang dosen bisa bikin kelas tambahan untuk mendiskusikan apa yang ingin didiskusikan. Selain itu, karena kelas yang sedikit, dosen pun memiliki waktu yang luang untuk berdiskusi dengan para mahasiswanya.

6. Punya kesempatan gaji yang cukup tinggi

gaji tinggi

Nah, meskipun peminat jurusanmu cenderung sedikit, bukan berarti lapangan pekerjaan yang tersedia sedikit pula untuk kamu yang berasal dari jurusan tersebut. Bisa saja, lho, meskipun jurusanmu memiliki peminat yang sedikit, namun, di dunia kerja sangat dicari oleh perusahaan-perusahaan besar. Dengan begitu, kamu pun bisa meminta gaji yang relatif besar. Hayo… Masa masih mikir bahwa jurusan sepi peminat merupakan jurusan yang nggak bagus untuk dipilih, sih?

***

Yap, keenam hal tersebut adalah keuntungan yang kamu dapatkan ketika kamu berkuliah di jurusan yang sepi peminat, nih, gaes. Ada yang perlu kamu ingat, nih, ketika kamu memilih suatu jurusan yang sepi peminat, kamu harus meyakinkan diri bahwa kamu memang menyukai jurusan tersebut. Jangan sampai kamu memilih jurusan yang sepi peminat karena kamu hanya mengejar universitas belaka.

Selain itu, meskipun jurusan yang kamu pilih ialah jurusan yang sepi peminat, bukan berarti kamu nggak perlu berusaha untuk mencapai jurusan tersebut. Jangan sampai kamu hanya mengandalkan SNMPTN karena jurusan tersebut sepi peminat. Kamu pun harus belajar untuk berjaga-jaga jikalau kamu harus melanjutkan perjuanganmu ke SBMPTN maupun ujian mandiri. Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: flipopuler.com, blog.pipelnedeals.com, careercast.com)

LATEST COMMENT
Genius Revanza | 1 hari yang lalu

Wahhhh bagus ni kak artikel nya next sma sama smk kak hehe

5 Kemampuan yang Sama-Sama Dimiliki Anak IPA dan IPS
Khusnul Khotimah Hamzah | 6 hari yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©