Menu

Serba-Serbi SMK: Kenalan Dengan SMK dan Mengapa SMK Mulai Lebih Banyak Dilirik Siswa Masa Kini

SMK tuh belajarnya ngapain sih? Apa aja jurusan yang ada di SMK? Seru nggak sih menjadi siswa SMK? Apa yang membedakan SMA dengan SMK?

Mungkin kalian pernah bertanya-tanya mengenai hal-hal di atas. Sebagai salah satu bentuk satuan pendidikan formal, topik mengenai SMK lagi sering banget nih diperbincangkan masyarakat. Lama dipandang sebelah mata akibat mandul prestasi, kini SMK mulai bangkit dan unjuk gigi—membuktikan bahwa, nggak hanya mereka bisa berprestasi layaknya siswa SMA, tapi juga siap menjadi SDM yang terampil di dunia kerja.

Masih ingat mengenai mobil Esemka yang seluruh proses perancangan hingga perakitannya dilakukan oleh siswa-siswa SMK? Itu adalah bukti bahwa SMK juga bisa lho menghasilkan sebuah karya kece yang layak disandingkan dengan produk-produk luar negeri yang sudah diproduksi massal. Mobil Esemka bahkan pernah menjadi mobil dinas resmi Presiden Joko Widodo saat ia masih menjabat sebagai wali kota Solo.

Selama ini, mungkin banyak orang yang mengira SMK hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin langsung kerja setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya. SMK bukanlah jenjang pendidikan yang menjadi pertimbangan utama saat seseorang masih ingin lanjut ke perguruan tinggi, karena mereka menganggap akan sangat sulit bagi lulusan SMK untuk menembus seleksi masuk perguruan tinggi. Perbedaan kurikulum dan kompetensi yang diajarkan, menjadi alasan utama mengapa mereka yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, nggak menjadikan SMK sebagai pilihan utama.

Padahal, selain bisa langsung kerja, lulusan SMK juga bisa lho melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bahkan, para lulusan SMK memiliki pilihan yang lebih luas daripada lulusan SMA—dimana mereka bisa memilih untuk terjun langsung ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ketika mereka memilih untuk lanjut ke perguruan tinggi pun, mereka memiliki lebih banyak lagi pilihan; apakah mereka akan mengambil jurusan sesuai dengan jurusan SMK-nya, atau memilih jurusan yang samasekali berbeda, dengan tujuan memperluas skill yang mereka miliki.

Ngomong-ngomong jurusan, seperti yang kita tahu, SMK biasanya terdiri dari jurusan-jurusan yang mempelajari tentang hal-hal yang spesifik. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990, sesuai dengan bentuknya, sekolah menengah kejuruan menyelenggarakan program-program pendidikan yang disesuaikan dengan jenis-jenis lapangan kerja.

Merujuk pada surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4678/D/Kep/MK/2016 tanggal 2 September 2016 tentang Spektrum Pendidikan Menengah Kejuruan, bidang keahlian pada spektrum keahlian SMK tahun 2016 berjumlah 9 bidang.

Bidang-bidang tersebut terdiri dari:

1. Teknik dan Rekayasa

2. Energi dan Pertambangan

3. Kesehatan dan Pekerjaan Sosial

4. Agribisnis dan Agroteknologi,

5. Teknologi Informasi dan Komunikasi

6. Kemaritiman

7. Bisnis dan Manajemen

8. Pariwisata

9. Seni dan Industri Kreatif

Masing-masing bidang tersebut terdiri dari program-program keahlian yang memilii kompetensi-kompetensi keahlian yang lebih spesifik. Kompetensi keahlian inilah yang kerap kali disebut sebagai jurusan dalam sistem pendidikan SMK.

Nah, dalam seri Serba-Serbi SMK ini, Youthmanual bakal mengajak kamu untuk menelusuri satu per satu bidang yang ada di dalam Spektrum Pendidikan Menengah Kejuruan dan melongok lebih dalam mengenai apa aja yang dipelajari di bidang-bidang tersebut. Mulai dari jurusan yang dipilih, gambaran perkmebangan bidang terkait di Indonesia, prospek kerja, hingga prospek pendidikan tinggi akan dikupas lengkap di sini.

Penasaran? Ikutin terus ya penelusuran Youthmanual di seri ini!

Baca juga:

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©