Menu

Cerita Alumni SMK: Dari SMK Travel ke Jurusan Public Relation, Martha Kowaas

As we all know, pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mempersiapkan siswa/i untuk langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus sekolah. Tapi, ternyata nggak sedikit lulusan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi alias berkuliah. Yuk, simak pengalaman mereka!

Gaes, meet Martha Kowaas, seorang lulusan SMK jurusan Travel yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke S1 ke jurusan yang boleh dibilang nggak jauh-jauh banget dari jurusan yang ditekuninya di SMK, yaitu Public Relations‍.

Halo, Martha. Dulu sekolah di SMK mana dan ambil jurusan apa?

"SMK Dharma Paramitha, dulu namanya SMIP Dharma Paramita. Aku ambil jurusan Usaha Jasa Pariwisata atau sering disebut jurusan Travel.”

Apa aja yang dipelajari di SMK jurusan Travel?

“Belajar teknik guiding, merancang perjalanan, geografi pariwisata dan ticketing. Oh iya kita juga belajar sejarah kota kecil dan kota besar, lho. Terutama kota daerah tujuan pariwisata.”

Kenapa dulu memutuskan untuk masuk SMK dibanding SMA?

“Biar banyak kelas praktek dan bisa langsung kerja”

Setelah lulus SMK, kamu melanjutkan kuliah ke mana dan ambil jurusan apa?

“Setelah lulus SMK, Marta langsung kerja di perusahaan travel tempat Martha magang waktu sekolah. Lucu, deh, karena masih muda dan sudah terjun ke dunia kerja, banyak kesalahan yang Martha lakukan. Misalnya, void ticket, yaitu kesalahan data reservasi pada tiket pesawat. Akibatnya, potong gaji, deh! Hahaha!

Nggak lama setelah kerja, Martha melanjutkan kuliah S1 ke London School of Public Relations‍, ambil jurusan Public Relation (Hubungan Masyarakat‍)."

Apa alasan kamu mengambil jurusan yang berbeda dengan masa SMK? Kenapa nggak sekalian jurusan Travel lagi aja? Merasa sia-sia, nggak sih, ilmu yang didapat ketika SMK?

“Martha merasa bidang Public Relation nggak jauh-jauh dari jurusan yang Martha ambil di SMK. Soalnya, dunia pariwisata juga dekat dengan PR. Dan apa yang Martha pelajari di SMK sama sekali nggak sia-sia. Malah bisa berpadu sama ilmu PR.

Selain itu, rasanya mengambil bidang ilmu yang sedikit berbeda bisa bikin pengetahuan kita lebih luas."

Waktu kuliah, merasa canggung atau minder nggak dengan lulusan dari SMA?

“Sama sekali nggak.”

Ada kendala, nggak, pas ujian masuk kuliah? Mengingat lulusan SMK nggak banyak pelajaran normatif dan adaptif?

“Sama sekali enggak. Kebetulan, ujian masuk universitas waktu itu pakai Bahasa Ingggris. Waktu sekolah di SMK jurusan Travel juga kita diencourage untuk banyak pake Bahasa Inggris. Jadi Martha merasa siap dan nggak kaget.”

Siapa, sih, yang paling menginspirasi kamu di masa sekolah dan kuliah? Terutama untuk jurusan yang kamu ambil.

“Banyak banget guru-guru Martha yang menginspirasi. Pak Ferry, seorang tour leader untuk semua benua dan Pak Bob, yang berkecimpung di dunia tour guiding dari zaman Sarinah Jakarta baru jadi.

Tapi satu orang yang paling menginspirasi Marta adalah papa. Papa Marta seorang pelaut dan dia sudah keliling dunia. Dari cerita papa akhirnya Martha pengen menekuni dunia pariwisata.”

Tips buat teman-teman SMK yang mau kuliah?

“Buat adek-adek Martha yang lagi duduk di bangku SMP dan mau melanjutkan sekolah, jangan minder kalau memang mau pilih SMK. SMK itu keren dan anti mainstream, lho.

Buat adek-adek Martha yang sedang duduk di bangku SMK, khususnya jurusan Travel, makin semangat belajar dan update terus soal bidang pariwisata, ya. Soalnya, dunia pariwisata terus berkembang. Jangan takut melakukan kesalahan dan harus berani mencoba!”

Baca juga:

(Sumber gambar: www.thecareermuse.co.in, i0.wp.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©