Menu

Cara Cepat dan Praktis Memilih Jurusan Kuliah (Menjelang Detik-Detik Terakhir Seleksi Perguruan Tinggi)

Untuk kamu-kamu yang masih galau tapi harus segera memutuskan (caelah!), inilah jalur ekspres menentukan harus melanjutkan pendidikan tinggi ke mana, alias cara memilih jurusan kuliah.

Meski idealnya, begitu masuk kelas 10 kita mulai menggali minat dan bakat serta mengeksplorasi berbagai jurusan kuliah, agar menjelang pendaftaran perguruan tinggi, sudah mantap memilih jurusan; Nyatanya, sampai H-3 sebelum batas pendaftaran SBMPTN (atau menjelang seleksi perguruan tinggi lainnya), masih ada yang bingung mau memilih jurusan apa. Ada juga, sih, yang sudah mantap dengan pilihan pertama. Tapi belum tahu jurusan untuk pilihan kedua dan ketiga.

Jadi, cara memilih jurusan kuliah ini dimulai dengan menanyakan pertanyaan berikut pada dirimu:

1. Apakah kamu sudah memiliki beberapa  pilihan jurusan/program studi, tapi bingung menentukan yang mana yang akan diambil?

Jika jawabannya ‘Belum’ lanjut ke poin berikutnya.

Jika jawabannya ‘Sudah’, langkah selanjutnya adalah membuat daftar jurusan yang kamu minati tersebut. Trus, tulis S-W-O-T nya alias Strength atau poin plus/kelebihan memilih jurusan tersebut dan Weakness atau  poin minus/kekurangannya.

Kemudian, perkirakan Opportunity dan Threat alias prospek dan tantangan yang bakal dihadapi jurusan tersebut di masa depan. Misalnya, bagaimana peluang kerjanya, apakah skill yang diperoleh di jurusan tersebut dibutuhkan, dan lain sebagainya.

Lebih lengkap tentang metode SWOT untuk menentukan jurusan kuliah, bisa kamu cek di sini.

2. Kamu sudah tahu arah bidang/hal yang diminati, tapi masih blank jurusan yang mau dipilih.

bidang kesehatan

Jika jawabannya 'Ya', berarti sudah ada gambaran bidang yang kamu inginkan. Selanjutnya, telusuri jurusan yang masih terkait dengan hal yang kamu minati tersebut dan susun dalam daftar.

Misalnya bidang Kesehatan, ada studi Kedokteran, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, hingga jurusan yang masih jarang/langka seperti Biomedical Science. Setelah dibuat daftarnya, cek apa yang dipelajari di program studi tersebut. Selanjutnya, pilih yang paling sesuai denganmu.

Jika masih bingung atau belum tahu bidang yang diminati, cek poin berikutnya.

3. Kamu  nggak tahu jurusan yang diinginkan, tapi punya profesi/karier yang dicita-citakan.

Jika 'Ya', maka cari jurusan yang bisa menjadi jalan mencapai tujuanmu. Misalnya kamu ingin menjadi Arsitekmaka kamu harus masuk jurusan  Arsitektur.  Nah, yang masih berkaitan dengan pekerjaan arsitek adalah profesi kontraktor atau konsultan proyek yang sejalan jurusan Teknik Sipil . Atau kalau kamu tertarik menjadi “arsitek” produk, alias mendesain produk, kamu bisa memilih jurusan Desain Produk.

Ada pula profesi yang bisa multijurusan, seperti  Diplomat‍. Lulusan Hubungan Internasional, Politik, Komunikasi, Hukum, dan Sastra/Bahasa berpeluang menjadi diplomat.

Namun bila kamu belum punya cita-cita, kamu bisa ke poin berikut ini.

4. Kamu tahu apa yang membuat kamu bersemangat alias passion kamu.

jalan-jalan

Jika kamu sudah tahu minatmu, kamu bisa mencari profesi dan jurusan yang sejalan dengan passion tersebut.

Contohnya, kalau cinta banget sama buku dan hobi baca buku, kamu bisa memilih jurusan yang terkait dengan industri buku/penerbitan dan dunia tulis-menulis. Misalnya, bisa masuk jurusan Sastra, Komunikasi, Jurnalistik, Sejarah, Politik, hingga jurusan Bisnis.

Masih galau juga? Lakukan langkah berikutnya yaitu….

5. Ketahui hal yang kamu kuasai atau mata pelajaran dengan dengan nilai/prestasi menonjol.

Dari situ, kamu cari program studi yang berkaitan dengan “kekuatan/bakat” tersebut.

Misalnya, kamu berbakat menggambar dan beberapa kali juara kompetisi, maka kamu cocok melirik jurusan yang berhubungan dengan gambar, seperti  Seni Rupa, Desain Grafis, Animasi, DKV, dan lainnya.

Begitupula jika kamu suka dan berprestasi di pelajaran Biologi. Program studi untuk kamu yang jago Biologi bisa kamu cek di sini.

Gimana? Masih bingung dengan pilihan program studinya? Cek poin berikut.

6. Kamu blank soal jurusan yang diinginkan, tapi kamu sudah punya kampus idaman.

ui jurusan

Well, sebenarnya ini bukan cara ideal sih, dalam menentukan program studi. Tapi bila memang pilihan kampus kamu terbatas, misalnya hanya boleh masuk perguruan tinggi di daerahmu (yang pilihannya nggak banyak) atau hanya bisa kuliah di universitas tertentu  karena mendapat beasiswa, maka kamu harus benar-benar mempelajari jurusan yang tersedia di kampus tersebut.

Pertama, cek jurusan yang ditawarkan di kampus beserta penjelasan mengenai jurusannya.

Kedua, cek jurusan mana saja yang bagus di kampus tersebut, bisa dari akreditasi dan fasilitas yang tersedia.

Misalnya, di kampus A, jurusan Kedokterannya belum terakreditasi atau masih berantakan sistem kuliahnya, maka mendingan jangan ambil studi kedokteran. Sebaliknya pilih jurusan terbaik di kampus tersebut.

Ketiga, cek kembali jurusan tersebut dengan minatmu. Misalnya, dengan melihat mata kuliah di jurusan tersebut. Dari situ kamu bisa mendapat gambaran apakah kamu berminat dengan jurusannya.

 Belum menemukan jawabannya? Cek langkah pamungkas berikut ini!

7. Kamu perlu rekomendasi program studi dan karier yang sesuai denganmu. Karena kamu nggak yakin dengan pilihan dan minatmu.

Jawabannya, ikutan asesmen Youthmanual!

Asesmen ini akan mencoba mengenali kepribadian, kekuatan, kelemahan, gaya belajar, dan potensi yang kamu miliki. Semua dianalisa kemudian diberikan rekomendasi program studi dan karier yang sesuai. Semua itu dilakukan secara online dan langsung keluar hasilnya.

Caranya gampang banget. Kamu tinggal menjawab sejumlah pertanyaan. Ketika semua sudah terjawab, voila, akan muncul rekomendasinya!

Coba deh di sini.

Nah, kalau kamu mau ikutan asesmen minat, bakat, dan kepribadian, perhatikan hal-hal berikut ini:

 

Gaes, karena waktunya sudah mepet, segera lakukan langkah diatas dan mantapkan pilihanmu. Jangan sampai telat mendaftar dan selamat berjuang!

(sumber gambar: Youthmanual)

    

LATEST COMMENT
Khusnul Khotimah Hamzah | 2 hari yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©