Chris Ulmer, Guru Istimewa Untuk Anak-Anak Istimewa. Siapkan Tisu Sebelum Nonton Videonya!

Chris Ullmer (26 tahun) adalah seorang guru kelas anak-anak difabel atau berkebutuhan khusus di Keystone Academy in Jacksonville, Florida, Amerika Serikat.

Sudah tiga tahun Chris mengajar, dan murid-muridnya selalu sama selama tiga tahun tersebut, sehingga hubungan mereka amat dekat. Kasus murid-muridnya beragam, mulai dari autisme bawaan lahir, sampai cedera otak yang menyebabkan difabel.

Salah satu keprihatinan terbesar Chris adalah anak-anak berkebutuhan khusus sangat dicuekin masyarakat. Chris bilang, salah satu orang tua muridnya pernah mengaku bahwa ketakutan terbesar mereka adalah kalau mereka meninggal, dan anak mereka akan jadi luntang-lantung di jalanan karena dicuekkin masyarakat dan dianggap seperti lampu jalanan belaka.

Maka Chris memutuskan untuk berbuat sesuatu.

Tadinya Chris kepengen menerbitkan sebuah buku tentang anak-anak berkebutuhan khusus yang diceritakan lewat kisah-kisah muridnya. Tujuannya satu, yaitu supaya masyarakat menerima—menerima, lho, bukan sekedar aware—anak-anak difabel. Tapi sampai sekarang, belum ada penerbit yang mau menerbitkan buku Chris. Bahkan Chris sampai menempelkan 50 surat penolakan di kulkasnya, sebagai penyemangat.

Chris lalu berdiskusi dengan orang tua murid-muridnya dan mengajukan ide untuk membagi kisah mereka secara online, mulai tentang kegiatan sehari-hari kelas mereka sampai buka-bukaan diagnosa masing-masing anak.

Chris percaya bahwa anak-anak ini perlu didengar, dan sebenarnya kita bisa belajar banyak dari mereka.

Youthmanual chris ulmer

Akhirnya Chris membuat sebuah halaman Facebook bernama Special Books by Special Kids. Dia pun rela merogoh kocek dari saku pribadi sebesar $600 per bulan untuk iklan Facebook. Sekarang, Chris mengajar setiap hari dari jam 8 sampai 4 sore, trus lanjut blogging—menulis, mengedit video, dan sebagainya—dari jam 4 sore sampai 10 malam.

Walau kedengarannya sederhana, ternyata it’s not easy at all. Empat bulan kemudian, sambil berlinang airmata, Chris nanya ke pacarnya, “Kamu yakin nggak, sih, proyek ini bakal membuat perubahan?” Waduh, ternyata mengurus proyek ini cukup berat, sampai Chris ingin nyerah aja. Tapi pacar Chris mendorongnya untuk terus lanjut, minimal sampai setahun, sebelum mempertimbangkan lagi, mau berhenti atau nggak.

Untung Chris setuju dan terus lanjut mengurus proyeknya ini. Soalnya kalau enggak, kita nggak bakal bisa lihat video yang dia post berikut ini.

Sebelumnya, sedikit latar belakang tentang video ini, ya.

Dalam setahun pertama dia mengajar, Chris membuat tema kelas setiap hari, yaitu "Monday Funday", "Toast Tuesday", “Wacky Wednesday”, “Thankful Thursday”, dan “Music Friday”. Setiap Selasa, ketika temanya “Toast Tuesday”, Chris memulai hari dengan memuji atau memberikan afirmasi positif kepada murid-muridnya, satu persatu.

Eh, ternyata, dengan dipuji, murid-murid Chris jadi lebih termotivasi, hepi, dan bersikap baik. Mereka juga jadi saling memuji satu sama lain, tanpa disuruh. Akhirnya Chris memutuskan untuk memberikan pujian atau afirmasi positif tersebut setiap hari.

Jujur, hati saya, sih, diremes-remes banget nonton video ini. Buat saya, THIS is the real teaching. Chris nggak sekedar mentransfer ilmu ke para muridnya, tetapi juga mengajarkan hal penting yang nggak ada di kurikulum—bahwa kehadiran mereka di dunia berharga, dan love is all around.

Selain hobi memotivasi, Pak Guru Chris juga hobi nongkrong bareng murid-muridnya di luar kelas, lho, seperti main bowling atau sekedar jajan bareng. Dia juga selalu berusaha hadir di setiap acara ulang tahun mereka.

Lihat video-video aktivitas kelas Chris lainnya di sini dan di sini.

Can you be more awesome, Pak Guru Chris?

 

(sumber gambar: Autism Speaks, Yahoo, Hypeness)

LATEST COMMENT
Mira Puspita | 3 hari yang lalu

Mas Andreas Gandhi, jujur saat ini saya adalah seorang ibu yang sedang mendoakan putranya karena takut kalo putra saya tinggal kelas dia akan di DO dari JB.

Cerita Seorang “Veteran”: Dari Nggak Naik Kelas Sampai Sukses Tembus PTN Impian
Fransiska Oktaviani | 7 hari yang lalu

open pp/endorse ig/tiktok bisa bayar seikhlasnya email ke [email protected] terimakasih

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Nindi Dwi Oktova | 7 hari yang lalu

Permisi aku mau nanya kalau murid pindahan jurusan ipa dari sekolah asal ke sekolah baru tapi berbeda pada mata pelajaran minat apakah bisa mengikuti SNMPTN? Ex:matpel minat sekolah asal ekonomi dan b.Inggris minat tapi di sekolah pindahan tidak ada matpel ekonomi dan pindah nya pada saat semester 2…

Tanya-Jawab Seputar SNMPTN 2021: Kriteria Penilaian dan Lainnya
Nanda Kyala | 9 hari yang lalu

Kak, jadi anak ipa bisa pilih utbk soshum atau campuran?

Lintas Jurusan di SBMPTN 2021 dan Peluangnya
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1