Menu

Hari Anti Narkoba Internasional dan Penyebab Anak Muda Sangat Dekat dengan Narkoba

Tahu nggak, gaes, kalau hari ini ada peringatan apa? Ya, benar! Tepat pada 26 Juni, semua negara memperingati Hari Anti Narkoba Internasional. Yuk, cari tahu sejarah dan informasi lainnya berikut ini.

Sejarah Hari Anti Narkoba Internasional

Hari Anti Narkoba Internasional diperingati atas dasar keprihatinan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 7 Desember 1987 terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di dunia.

Hari Anti Narkoba Internasional juga merupakan sebuah bentuk gerakan perlawanan terhadap narkotika yang buruk bagi perkembangan kesehatan, sosial ekonomi, keamanan dan kedamaian dunia.

Selain itu, upaya untuk membebaskan manusia dari pengaruh buruk narkoba ternyata telah ada sejak zaman dahulu. Tepatnya pada 1839 di Tiongkok, seorang pejabat Dinasti Qing bernama Lin Zexu memusnahkan opium hasil sitaan di depan publik. Lin Zexu melakukan itu karena sedih melihat negaranya semakin terpuruk karena uang negara yang mengalir ke Inggris akibat ketergantungan akan opium.

Apa, sih, narkoba itu?

Ada banyak sekali jenis narkoba dan beberapa diantaranya digunakan dalam dunia medis untuk pengobatan. Tapi, sudah pasti  penggunaannya diawasi dengan sangat ketat.

Secara umum narkoba terdiri dari tiga jenis, ada narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Selain itu, narkoba juga dapat dibedakan berdasarkan efek yang dihasilkannya seperti halusinogen, stimulan, depresan, dan adiktif.

Sementara, jenis narkoba yang paling populer di Indonesia antara lain ganja, kokain, heroin, ekstasi, dan sabu. Masing-masing orang biasanya menggunakan narkoba hanya untuk kesenangan sesaat tanpa menyadari bahaya yang mengikutinya.

Beberapa bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba adalah menyebabkan kecanduan, kesulitan untuk fokus pada suatu permasalahan, kerusakan sel otak, dehidrasi, meningkatkan berbagai resiko penyakit (seperti gangguan detak jantung, gangguan paru-paru, hipertensi, dan mengganggu kesehatan mental), sulit mengontrol emosi, hingga kematian. wah, serem banget, ya!

nakoba

Pengguna narkoba di dunia

Melalui laporan bertajuk World Drug Report 2019, United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) mencatat sejumlah hal penting mengenai penyalahgunaan narkoba. UNODC menemukan fakta bahwa pada tahun 2017 ada sebanyak 271 juta masyarakat dunia mengonsumsi narkoba. Dari angka tersebut, 35 juta di antaranya mengalami gangguan akibat zat terlarang tersebut.

UNODC juga mencatat bahwa 585 ribu nyawa orang meninggal akibat narkoba sepanjang tahun 2017. Sekitar setengah dari angka kematian tersebut disebabkan karena Hepatitis C yang diidap sebagai akibat dari penggunaan jarum suntik saat konsumsi narkoba.

Pengguna narkoba di Indonesia

Permasalahan narkoba di Indonesia sendiri cukup mengkhawatirkan, gaes. Bahkan, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pada tahun 2015 Indonesia ada dalam tahap darurat narkoba. 50 orang di Indonesia setiap harinya meninggal karena mengkonsumsi narkoba. Dari data ini, kalau dijumlahkan, maka ada 18.000 warga Indonesia yang setiap tahunnya meninggal karena penyalahgunaan narkoba. Angka kematian ini tentu belum termasuk jumlah warga Indonesia yang masuk dalam rehabilitasi.

Menurut data, sekitar 4,2 juta masyarakat Indonesia direhabilitasi dan 1,2 juta pengguna lainnya sudah nggak bisa direhabilitasi lagi. Mirisnya lagi, dalam data lainnya disebutkan 50% dari penghuni lapas di Indonesia merupakan pengguna narkoba—baik sebagai pecandu maupun pengedar.

Penyabab remaja begitu dekat dengan narkoba

Yaps, remaja dan narkoba seolah menjadi dua hal yang saling berkaitan. Entah apa alasan sebenarnya para remaja dengan sangat mudah mengakses dan menyalahgunakan penggunaan narkoba.

Nah, terus apa yang menyebabkan remaja begitu dekat dengan narkoba? Tentunya, ada berbagai faktor yang meski terbilang klasik namun masih terus berkembang dan harus menjadi perhatian dalam kehidupan seorang remaja. Faktor apa ajakah itu? Simak selengkapnya di bawah ini.

narkoba

1. Latar belakang kondisi keluarga

Kondisi keluarga yang kurang harmonis adalah salah satu peluang bagi remaja untuk melampiaskannya pada narkoba. Misalnya aja, memiliki orang tua yang divorce, orang tua yang terlalu sibuk, orang tua yang terlalu overprotectif, dan lain-lainnya bisa menjadi penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba pada seorang remaja.

Keterbatasan ruang untuk mengekspresikan diri dalam lingkungan keluarga, juga bisa dijadikan satu alasan besar bagi remaja untuk mendekati narkoba. Karena biasanya remaja memiliki anggapan bahwa bila dunia nggak peduli dengan mereka, mengapa mereka harus peduli. Sehingga, melakukan hal sesuka hati menjadi jawaban remaja untuk mendapatkan kebebasan dan kesenangan sesaat.

2. Bergaul dengan orang yang salah

Menurut data, hampir 40% faktor penyalahgunaan narkoba itu diakibatkan oleh pergaulan yang kurang sehat, gaes. Keliru dalam memilih sebuah pergaulan memudahkan remaja jatuh dalam jerat narkoba. Biasanya, remaja hanya memikirkan kesenangan tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang akan diterima.

That’s why, para remaja harusnya lebih pintar dan selektif dalam memilih teman yang bisa mengarahkan ke kegiatan yang positif.

3. Berada pada situasi sulit, mengalami depresi dan kecemasan

Seseorang yang tengah dirundung masalah, pastinya sulit untuk berpikiran jernih. Terlebih lagi, tingkat emosional remaja itu masih nggak stabil.

Sehingga mencari jalan pintas pun dianggap menjadi sebuah solusi yang paling tepat. Makanya nggak heran, kalau keinginan untuk mencoba hal-hal baru termasuk yang negatif seperti menggunakan narkoba semakin besar bila sedang mengalami depresi maupun kecemasan berlebih.

4. Menurunnya rasa percaya diri akibat traumatis mendalam

Saat ini, para remaja mudah sekali mengalami traumatis mendalam. Trauma tersebut biasanya terbagi atas beberapa aspek—mulai dari pikiran, psikologis, dan mental. Contoh permasalahannya seperti dikucilkan dari lingkungan sosial, kehilangan orangtua, kejahatan seksual, dan lain-lain.

Kalau nggak didampingi oleh orang tua, kerabat, atau orang terdekatnya, remaja yang sedang mengalami permasalahan berat hingga nggak tahu harus berbuat apa dan bagaimana meyelesaikannya—akan dengan sangat mudah mengakrabkan diri dengan narkoba.

5. Minim informasi

Minimnya informasi tentang narkoba menjadi salah satu dorongan kuat untuk para remaja menggunakan narkoba. Banyak kasus pengguna narkoba yang awalnya hanya coba-coba, terjerumus tanpa sengaja atau karena “di ajak teman”.

Kenapa pemahaman narkoba itu sangat penting bagi para remaja? Karena kalau para remaja memiliki pengetahuan yang lebih luas tentang narkoba, maka kecil kemungkinan untuk terjerumus di dalamnya.

***

Nah, itulah berbagai macam faktor yang membuat remaja mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Satu hal yang harus disadari, apapun masalahmu jangan sampai kamu masuk dalam jeratan narkoba, gaes. Karena itu bakal amat sangat merugikan kamu.

Yuk, mulai dari sekarang jadi generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berkualitas dengan melqkukan hal yang lebih positif dan bermanfaat.

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: youtube.com, vecteezy.com, tucson.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©