Prestasi-Prestasi B.J. Habibie yang Bisa Kamu Jadikan Semangat dalam Mewujudkan Cita-Cita

Prestasi-Prestasi B.J. Habibie yang Bisa Kamu Jadikan Semangat dalam Mewujudkan Cita-Cita

Selamat jalan eyang Habibie. Terima kasih atas segala inspirasinya untuk anak muda Indonesia.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Presiden ke-3 RepubIik Indonesia Bacharudin Jusuf Habibie atau yang lebih dikenal sebagai B.J. Habibie tutup usia pada usia 83 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Rabu (11/9) kemarin, pukul 18.05 WIB.

Kepergian pria yang kerap disapa, eyang Habibie ini menjadi duka bangsa. Sebab, jasa dan peran dari eyang Habibie sangat besar terhadap bangsa Indonesia. Beliau juga memiliki segudang prestasi yang mengharumkan nama bangsa dan membuat berbagai pihak berdecak kagum karena kecerdasan yang dimilikinya. Bahkan, kisah hidupnya dalam mewujudkan mimpi-mimpinya dan perjalanan kisah cintanya bersama Ainun diangkat menjadi film layar lebar.

Berikut ini adalah prestasi-prestasi eyang Habibie yang bisa kamu jadikan semangat dalam mewujudkan cita-cita.

1. Meraih gelar doktor dengan predikat summa cumlaude di Jerman

Sejak di bangku sekolah, Habibie sudah dianugerahi kecerdasaan luar biasa, gaes. Beliau banyak mendapat prestasi di bidang eksata. Pada 1954, Habibie memulai studinya di jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kemudian, Habibie mendapatkan tawaran beasiswa untuk berkuliah di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH), Aachen, Jerman, dengan jurusan Teknik Penerbangan yang spesialisasinya pada konstruksi pesawat. Pastinya, beliau langsung mengambil kesempatan emas tersebut.

Keuletannya semasa menimba ilmu di negeri orang dan jauh dari keluarga sungguh membuahkan hasil. Pada 1960, beliau berhasil memperoleh gelar diploma (Diploma Ing) dengan predikat cumlaude. Lima tahun berselang, tepatnya pada 1965, Habibie kembali menyabet gelar doktor (Dr Ingenieur) dengan predikat summa cumlaude dan nilai rata-rata 10 alias sempurna.

Psstt… hal ini adalah sebuah pencapaian yang nggak bisa diraih oleh semua orang, lho.

2. Penemu salah satu teori kedirgantaraan (penerbangan)

Habibie muda

Semasa menjadi engineer di Jerman, eyang Habibie ini menggali fenomena crack progression on random alias keretakan pada konstruksi pesawat. Kala itu, eyang Habibie mempelajari hal tersebut dengan semangat, hingga akhirnya bisa mencetuskan teori untuk menghitung keretakan hingga pada tingkatan atom material konstruksi pesawat.

Tak menjadi sembarang rumus, rumus yang dinamai Faktor Habibie ini diakui oleh dunia penerbangan dan dipakai oleh berbagai perusahaan maskapai di dunia—seperti, Gesselschaft für Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Luar Angkasa Jerman), The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de I'Air de I'Espace (Prancis), dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).

Berkat teori ini pula lah, pesawat modern jaman sekarang jauh lebih irit dalam pembakaran bahan bakar sekaligus mampu mengurangi risiko kecelakaan pesawat, lho. (Wow, hebat banget, ya, eyang Habibie!). Nggak salah, deh, kalau eyang Habibie dijuluki Mr. Crack karena keberhasilannya melahirkan penemuan penting pada dunia dirgantara.

3. Memiliki karier yang cemerlang di Jerman

Berada di negeri rantau ternyata membuka jalan karier yang cemerlang bagi eyang Habibie, gaes. Setelah menamatkan gelar diploma, beliau bekerja di Firma Talbot—yang merupakan perusahaan kereta api. Di perusahaan tersebut, Habibie mendesain kereta untuk mengangkut barang dalam jumlah besar. Uniknya, rancangannya tersebut dituntaskan dengan menggunakan teknologi konstruksi sayap pesawat.

Setelah menyabet gelar doktor, kariernya berlanjut. Habibie mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan penerbangan Messerschmitt-Bolkow-Blohm (MBB). Di perusahaan tersebut, Habibie menduduki dua jabatan sekaligus, yakni Direktur Teknologi dan Vice President MBB.

4. Mendapatkan berbagai penghargaan

Berkat keberhasilan dari teori Faktor Habibie pada dunia dirgantara, beliau memperoleh sejumlah penghargaan. Salah satunya diberikan oleh ITB—kampus tempat beliau menimba ilmu. Beliau mendaatkan penghargaan tertinggi yaitu Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.

Tak hanya dari dalam negeri, penghargaan juga datang dari luar negeri. Beliau menerima penghargaan Edward Warner Award dan Award von Karman. Dan.. asal kamu tahu aja, ya, gaes, penghargaan ini setara dengan hadiah Nobel, lho!

Pemerintah Jerman juga tak ketinggalan memberi apresiasi berupa dua penghargaan— yakni Das Groβe Verdientkreuz dan Das Groβe Verdenstkreuz Mit Stern und Schulterband.

5. Berhasil membuat pesawat milik bangsa

pesawat N-250

Hanya anak bangsa sendirilah yang dapat diandalkan untuk membangun Indonesia. Tidak mungkin kita mengharapkan dari bangsa lain. – B.J. Habibie

Saat karier Habibie sedang bagus-bagusnya di Jerman. Beliau memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada tahun 1973. Kepulangannya kala itu atas permintaan Presiden Soeharto.

Meninggalkan negara Jerman, tak membuat Habibie meninggalkan dunia penerbangan. Pada 1976, ketika PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN)—yang kini berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia pertama kali berdiri, Habibie langsung menemepati posisi penting sebagai Presiden Direktur, gaes.

Selama berada di perusahaan itu, Habibie berhasil menciptakan pesawat pertama buatan Indonesia yang dinamai N-250 atau yang lebih dikenal pesawat Gatot Kaca. Pesawat cipataan eyang Habibie kala itu, sudah dapat terbang tanpa mengalami oleng berlebihan dan menempuh 900 jam terbang, lho.

Oyaa, kode N sendiri berasal dari kata Nusantara yang mana dimaksudkan untuk memberitahu kepada dunia—kalau segala pengerjaan pesawat ini dilakukan di Indonesia.

Kemudian pada tahun 2012 lalu, eyang Habibie kembali menggarap proyek lanjutan pesawat terbang dengan nama seri R80 dan melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2017 lalu . Sisi canggih dari pesawat R80 adalah pesawat ini dilengkapi teknologi fly by wire.

Sistem ini memungkinkan pilot melakukan kendali menggunakan sinyal elektronik. Hebatnya lagi, pesawat R80 sudah terjual sebanyak 155 unit padahal masih memasuki tahap perancangan. (Untuk informasi mengenai R80, kamu bisa baca selengkapnya di sini)

6. Pernah menjabat menjadi Menteri Riset dan Teknologi hingga jadi Presiden RI menggantikan Soeharto

Fyi, kiprah eyang Habibie selama di Indonesia nggak cuma berkutat di dunia penerbangan aja, lho, gaes. Beliau juga pernah terjung ke dunia politik dengan menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi periode 1978 hingga 1998.

Kemudian, pada Maret 1998 beliau menempati posisi sebagai Wakil Presiden RI ke-7 mendampingi Soeharto. Sayangnya, jabatan sebagai Wakil Presiden ternyata hanya seumur jagung.  Sebab, pada 21 Mei 1998, tepatnya dua bulan setelah dilantik sebagai Wapres, eyang Habibie ditunjuk sebagai Presiden Indonesia ke-3 menggantikan Soeharto yang lengser.

Meski hanya menjabat selama satu tahun lima bulan, kiprahnya sebagai seorang kepala negara nggak boleh dipandang sebelah mata. Soalnya di bawah kepemimpinan eyang Habibie, Indonesia berhasil selamat dari keterpurukan, gaes. Berbagai terobosannya pun mampu mengubah wajah Indonesia menjadi jauh lebih demokratis. Bahkan, pelemahan rupiah berhasil beliau tekan dari angka hampir menyentuh Rp 16.500 menjadi Rp 6.500 per dolar AS.

***

Itulah beberapa pencapaian dari eyang Habibie di dalam maupun luar negeri. Well, saya cuma mau bilang. Semoga apa yang sudah dilakukan eyang Habibie, bisa menjadi penyemangat untuk semua generasi penerus bangsa dalam mewujudkan cita-cita setinggi apapun itu dan meraih berbagai  prestasi gemilang yang membanggakan untuk keluarga dan bangsa Indonesia.

 

Baca juga:

(Sumber gambar: media.skyegrid.id, cermati.com, detik.com)

LATEST COMMENT
Dasri Dsr | 10 jam yang lalu

Nah klo tipe pelajar bunglon bagaimana biar efektif belajarnya sedangkan mood itu susah bgt diaturnya

Tipe Pelajar Macam Apakah Kamu? Cari Tahu Di Sini, Supaya Cara Belajar Kamu Nggak Sia-Sia!
Zainu Satria | 2 hari yang lalu

Mohon di cek kan kak. Saya kuliah di Universitas Asahan Prodi Bahasa Indonesia Nama:Winda Mentari NPM:14053010

Cuti Kuliah: Ketentuan dan Serba-Serbinya
Zainu Satria | 2 hari yang lalu

Assalamu'alaikum. Kak saya mau tanyak, saya kan pernah kulia dari tahun 2014.udh selesai semua, saya juga udh susun proposal.pas saya mau sempro kendala di uang kulia. Karena pada saat saya kulia ada ambil dispen. Disitu saya sama sekali tdk ad uang. Tu terus saya mau kerja. Dan ingin ambil cuti.…

Cuti Kuliah: Ketentuan dan Serba-Serbinya
maulaaa ya | 3 hari yang lalu

Emangnya gabisa yaa kalau anak ipa masuk ke psikologi soshum ?

5 PTN dengan Prodi Psikologi Saintek, Anak IPA Wajib Cek!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1