10 Pelajaran Penting dari Habibie Buat Anak Muda: Soal Kecanduan Game, Mantan, Sampai Titip Absen!

Bacharuddin Jusuf “Rudy” Habibie merupakan tokoh Indonesia yang sukses dan menginpirasi. Panutanqu banget, deh!  Sejak muda hingga sekarang, Presiden RI ke-3 ini nggak habis-habisnya menoreh prestasi dan membanggakan bangsa dan negara. Bahkan di usia 81 tahun, eyang Habibie masih semangat bikin pesawat untuk Indonesia.

I have to work very, very hard,” begitu kata beliau saat diwawancara Najwa Shihab. Jadi salah banget ya, kalau menganggap Habibie mendapatkan segala sesuatunya dengan mudah lantaran beliau jenius.

Baru-baru ini, B.J. Habibie menjawab pertanyaan netizen di channel Youtube Catatan Najwa yang bekerja sama dengan IDN Times. Dalam obrolan mereka, kelahiran 25 Juni 1936 ini membahas banyak hal. Setidaknya ada 10 pelajaran yang bisa kita-anak muda-ambil dari B.J. Habibie.

1. Soal studi dan cita-cita, ikutin harapan ortu atau pilihan pribadi?

Menurut Habibie, kita harus memperhatikan cita-cita orang tua. Maksudnya, pahami dulu apa harapan ortu. Biasanya, mereka ingin kita berhasil dan jadi orang yang bermanfaat. Nah, menurut Habibie, kita perlu berusaha mewujudkan keinginan ortu tersebut.

Tapi…. soal bidang studi apa yang digeluti untuk menuju sukses, balik lagi ke diri sendiri. Pilih yang sesuai dengan keinginan kamu.

2.  Kids zaman now = unggul di bidangnya dan team work.

Pesan Habibie untuk anak muda zaman sekarang, adalah, “Harus unggul dalam bidang masing-masing tetap dan harus bisa bekerja sama dalam satu tim.”  Eyang Habibie juga menambahkan bahwa tujuan kerja tim tersebut adalah kepentingan bersama dan pekerjaan dilakukan secara transparan.

Yup, jadi kita nggak hanya mengejar goal pribadi atau jadi hebat sendirian, melainkan harus memikirkan yang lebih besar, yaitu kepentingan bersama. Trus, maksud dari transparan yang saya tangkap adalah prosesnya juga harus jujur. Jangan sampai tujuannya baik, tapi untuk mencapainya pakai cara yang curang.

3. Kecanduan Main Game = Buang-buang Waktu

Beliau mengaku nggak suka kalau generasi muda menyia-nyiakan waktu dengan main game. “Saya paling marah kalau cucu saya seharian main games. Itu membuang waktu!” Bagi Habibie, banyak hal bermanfaat lain yang bisa dilakukan. Waktu merupakan hal yang sangat berharga dan nggak layak dibuang untuk main game.

Menurut beliau, kehidupan bukan seperti main game. Nggak bisa gambling atau mengandalkan keberuntungan. Kita harus bekerja keras untuk mencapai yang diinginkan. Yup, dari kecil, Habibie sudah giat belajar dan sungguh-sungguh berusaha untuk mencapai impiannya. Apalagi, sejak umur 14 tahun beliau sudah menjadi yatim dan memiliki 8 saudara (1 di antaranya wafat ketika kecil).

Mendengar kata-kata beliau, saya langsung kepikiran berapa banyak waktu yang saya buang untuk main, kepo-kepo medsos, hingga maraton serial televisi, ketimbang melakukan hal yang penting dan berfaedah. Gimana mau jadi orang sukses dan bermanfaat kalau usaha yang dilakukan minimalis?

4. Manfaatkan waktumu!

Ini masih nyambung sama poin sebelumnya. Apakah kamu tahu kalau B.J. Habibie hanya memerlukan 4 jam untuk tidur dalam sehari?

Trus, “sisa” yang 20 jam beliau manfaatkan untuk belajar, beribadah, olahraga (Yup, Eyang rutin berenang setiap pagi), dan lainnya. Balens banget deh, hidupnya, antara fisik, otak, hati, dunia-akhirat, Hehehe.  Btw, soal kebiasaan-kebiasaan B.J. Habibie ini pernah Youthmanual ulas di sini.

Mungkin agak susah ya, mencontoh tidur hanya 4 jam. Cuma setidaknya, kamu ambil pelajaran dari betapa beliau memanfaatkan waktunya. Jangan sampai jadi kebalikannya ya, waktu tidur dan santai-santai kamu 20 jam, sementara waktu produktif kamu hanya 4 jam. TETOT!  

5. Masa muda, masa penting

Buanyaaaak banget orang yang bilang bahwa masa muda itu penting. Tapi, apa yang dikatakan Eyang Habibie, bagi saya, benar-benar mengena.

“Kalau seseorang semakin tua, memori yang paling diingat adalah ketika muda. Kalau ketika muda dia malas, suka main, suka tidur, suka titip absen, dan sebagainya, nanti kalau usianya sudah seperti Eyang, gimana, ya? Memorinya nggak ada isinya,” beliau mengingatkan.

Ya, beliau menyayangkan banget sih, kalau ada model mahasiswa yang hobi titip absen.

6. Jangan mencaci-maki

Menurut Habibie, menyampaikan sesuatu, baik aspirasi, kritik, maupun protes, harus “berbudaya”. Maksudnya, jangan sampai terlontar caci-maki. Perlu dicatat, nih! Sebab di era now, seseorang gampang banget mengemukakan pendapatnya di depan publik dengan internet.

7. “Saya bukan belajar untuk lulus, saya belajar untuk mengerti.”

#jleb!

Nilai dan kelulusan itu bukan tujuan, gaes. Ilmu yang bermanfaat lah tujuan kamu belajar. Sementara nilai adalah konsekuensi dari usaha kamu.

8 . Jangan malas, konsentrasi pada hal yang digemari

Ada netizen yang bertanya pada Habibie soal solusi biar nggak malas. Nah, Habibie memberikan tips, yaitu fokus dengan subjek/mata pelajaran yang disukai. Logikanya, kalau sudah suka, kita bakalan semangat dan nggak malas-malasan, 'kan?

Trus, gimana pelajaran yang nggak disukai? Hempaskan aja? Nope, menurut Habibie pelajaran tersebut memang harus dihadapi supaya bisa lulus. Biar kamu bisa melangkah ke tahap selanjutnya.

“Saat kuliah S1, bisa jadi 70 persen (mata kuliah) yang kamu gemari. Kemudian, di S2 90 persen (subjeknya) kamu minati, kemudian saat S3, 100 persen!” Ungkap beliau dengan optimis.

9. Jangan takut dengan pelajaran atau bidang yang sulit.

Eyang Habibie mengingatkan untuk memilih bidang yang sesuai passion, bukan yang mudah. Jangan menghindari suatu subjek hanya karena merasa sulit. Jangan hanya pengen yang gampang. Yang gampang itu sih, bikin mi instan. Hehehe.

10. Mikirin mantan, ngapain amat?!

Supaya nggak terobsesi dengan mantan, menurut Habibie, anak muda mesti fokus dengan apa yang dikerjakan. Salurkan energi dengan berkreasi dan melakukan sesuatu.

Bener banget sih. Kalau terus-terusan patah hati dan kepoin do'i, kapan dong move on-nya. Lagipula, menurut Habibie, kalau sudah mantan berarti bukan jodohmu. Jadi nggak usah terlalu dipikirin, apalagi sampai terobsesi. Nggak faedah!

Wawancara di Catatan Najwa bisa kamu lihat di sini.

 

LATEST COMMENT
Najmu Laila | 3 jam yang lalu

Doakan anak ips ini yang akan lintas ke oseanografi undip 2021

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
Karen | 1 hari yang lalu

Apakah bisa anak IPA masuk HI jalur SNMPTN ?

Lintas Jurusan pada SNMPTN, Bolehkah?
dea | 2 hari yang lalu

Kalau misalnya maksimal ngambil 24 sks, tapi cuma ngambil 21 sks karna mata kuliah penuh, trs 3 sks nya gimana? Terima kasih

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Melati Putri | 2 hari yang lalu

Psikologi undip saintek atau soshum ?

5 PTN dengan Prodi Psikologi Saintek, Anak IPA Wajib Cek!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©