Cerita Alumni SMK: Dari SMK Jurusan Analis Kimia ke Ilmu Komunikasi, Viensa Andjani

As we all know, pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mempersiapkan siswa/i untuk langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus sekolah. Tapi, ternyata nggak sedikit lulusan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi alias berkuliah. Yuk, simak pengalaman mereka!

Gaes, meet Viensa Andjani alias Icha, seorang lulusan SMK jurusan Analis Kimia yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah S1 ke jurusan yang sama sekali berbeda dari jurusan yang ditekuninya di SMK, yaitu Ilmu Komunikasi‍.

Halo, Icha. Dulu sekolah di SMK mana dan ambil jurusan apa?

Halo, saya SMK di SEKOLAH MENENGAH ANALIS KIMIA BOGOR (SMAKBO), jurusan Analis Kimia.

Apa aja yang dipelajari di SMK jurusan Analis Kimia?

Pelajarannya seputar ilmu-ilmu eksakta, kayak Fisika, Matematika, Mikrobiologi, termasuk Kimia yang ternyata memiliki banyak cabang ilmu. Kita juga sering praktikum untuk menganalisa bahan-bahan kimia yang terdapat dalam suatu produk, supaya bisa menentukan apakah produk tersebut sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau nggak.

Selain itu, pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Komputer, bahkan Pendidikan Kewarganegaraan juga tetap ada, kok.

Kenapa dulu memutuskan masuk SMK dibanding SMA?

Awalnya, sih, karena saran orang tua. Ikut tes masuk SMAKBO kan nggak gampang, tapi Alhamdulillah ternyata saya diterima. Setelah masuk dan sekolah di SMAKBO, ternyata mendalami Ilmu Kimia itu seru. Keseharian selama di SMAKBO, kayak baju seragam dan sepatu yang berbeda dari anak-anak SMA lainnya juga bikin kehidupan SMK makin seru!

Setelah lulus SMK, kamu melanjutkan kuliah ke mana dan ambil jurusan apa?

Setelah lulus, saya memutuskan bekerja dulu buat mengaplikasikan ilmu yang dipelajari selama 4 tahun di SMAKBO. Yup! SMAKBO itu sekolahnya empat tahun, lho. Dan ilmu yang saya dapat bisa langsung dipakai bekerja.

Setelah setahun ngerasain rasanya bekerja, karena merasa masih pengen menimba ilmu, saya memutuskan untuk kuliah di jurusan yang bikin penasaran dari dulu, yaitu Ilmu Komunikasi. Memilih jurusan yang berbeda dengan jurusan di SMK memang pilihan penting dalam hidup saya waktu itu.

Apa alasan kamu mengambil jurusan yang berbeda dengan SMK? Merasa sia-sia nggak sih jurusan SMKnya?

I love to connect with people around me. Makanya saya penasaran banget sama Ilmu Komunikasi. Memang, sih, mendalami Kimia sangatlah menantang, tapi saya merasa Ilmu Komunikasi juga penting.

Setelah saya memilih jurusan yang berbeda dengan SMK pun, saya sama sekali nggak menyesalinya. Soalnya, saya jadi terbiasa mengerjakan tugas-tugas kampus yang membutuhkan kepekaan analisis. Karena terbiasa bikin laporan pratikum di SMAKBO, masa perkuliahan jadi terasa lebih gampang.

Waktu kuliah, merasa canggung atau minder nggak dengan lulusan dr SMA?

Alhamdulillah saya nggak minder. I think being different is cool. Nikmati aja prosesnya. Sekolah di SMK bikin saya merasa sedikit lebih dewasa karena terbiasa melihat permasalahan, pilihan solusi yang ada dan resiko dari solusi tersebut. Gimanapun juga, SMK mempersiapkan kita untuk bekerja, jadi pembelajarannya lebih luas.

Ada kendala nggak pas ujian masuk kuliah? Mengingat lulusan SMK nggak banyak pelajaran normatif dan adaptif.

Kendala tentu ada. Jadi waktu itu saya memutuskan ikut bimbingan belajar. Saya juga sempat daftar SNMPTN tapi nggak lolos. Meskipun nggak lolos, semangat saya utuk menimba pendidikan nggak surut. Akhirnya saya kuliah di PTS.

Siapa yang paling menginspirasi km di masa sekolah atau kuliah?

Di masa sekolah yang paling menginspirasi adalah guru-guru di SMAKBO. Soalnya, mereka bukan cuma guru, tapi juga keluarga ketika berada di luar kelas. Sehingga, belajar jadi terasa lebih kondusif. Pas kuliah, saya kagum sama senior-senior yang selalu memperhatikan nilai-nilai kuliah mereka.

Tips buat anak SMK supaya bisa bersaing di kampus dan dunia kerja

Berani beda itu keren! Perluas wawasan tentang ilmu yg didalami dan tambahkan pelatihan kayak seminar atau workshop guna menambah pengalaman.

Meskipun kita anak SMK, kita harus mau bersosialisasi dengan berbagai karakter, ini bakal memperkaya sikap kita ketika terjun ke dunia kerja.

 

(Sumber gambar: cns.utexas.edu, pltuinjakarta.files.wordpress.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Tiara Windi | 22 hari yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 22 hari yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Akun Tum | 27 hari yang lalu

Hi min bagaimana kalau semester 5 ini gua punya maksimal 24 sks dan sks yg dapat ku ambil cuman 23, nah bagaimana itu klau ada mk wajib 1 yg 3 sks nya saya buang dan menggantikan dengan mk pilihan 2 yang 2 sks-2 sks, untuk mempas kan sks 24.. Menurut mimin bagaimana baiknya

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Indriani | 1 bulan yang lalu

min masa cuti saya sudah selesai terus sya lanjut kuliah lgi tpi pas penawaran batas SKS yang saya ambil cmn 16 SKS pdhl sy ingat IPK sebelum cuti saya 3.20 hrusanya kn 24 SKS kn bantu jawab min sya smpe gk bisa tdr gara2 mikirin ini

Cuti Kuliah: Ketentuan dan Serba-Serbinya
Deni Y | 1 bulan yang lalu

apakah saya bisa berkontak dengan Pak Dimas

Profesiku: Kurator Musik, Dimas Ario
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1