Menu

Mahasiswa Kupu-Kupu vs Mahasiswa Kura-Kura: Mana yang Lebih Memberikan Manfaat, Ya?

Sebelumnya, saya pernah membahas keuntungan yang akan didapat oleh mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura. Mau itu mahasiswa yang lebih suka kuliah-pulang kuliah-pulang ataupun mahasiswa yang kuliah-rapat kuliah-rapat, keduanya memiliki keuntungan namun dengan caranya yang berbeda-beda. Sudah baca belum artikelnya? Artikel tentang mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura ini bisa dibacapada artikel 5 Keuntungan yang Didapat oleh Kamu si Mahasiswa Kupu-Kupu dan juga artikel 5 Keuntungan yang Didapat oleh Kamu si Mahasiswa Kura-Kura ya, gaes!

Gimana? Sudah baca? Kalau kamu sudah baca, menurutmu yang mana sih yang lebih menguntungkan? Apakah mahasiswa yang kegiatannya yaitu kuliah lalu rapat atau mahasiswa yang memiliki kegiatan yaitu kuliah lalu pulang? Well, pastinya setiap dari kamu memiliki jawaban yang berbeda-beda mengenai pertanyaan di atas.

Sebelum kita bahas tentang siapa yang lebih beruntung sebagai mahasiswa kupu-kupu atau mahasiswa kira-kura, lebih baik, cari tahu dulu, yuk, perbedaan di antara keduanya! Berikut perbedaan mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura!

1. Ketika nggak ada kelas

nggak ada kelas

Yes, perbedaan keduanya terlihat ketika tiba-tiba dosen suatu mata pelajaran nggak masuk di hari itu. Ketika dosen nggak masuk dan kebetulan dosen tersebut mengajar mata pelajaran terakhir pada hari itu, biasanya, para mahasiswa kupu-kupu akan langsung pulang ke rumah masing-masing, nih.

Berbeda dengan mahasiswa kura-kura, setelah tahu bahwa dosen pada hari itu nggak masuk, mahasiswa kura-kura nggak akan langsung pulang. Lho, terus ngapain, dong? Ya langsung ke sekre alias tempat berkumpulnya mahasiswa-mahasiswa dalam satu organisasi. Meskipun rapat akan diadakan sore hari, pantang bagi para mahasiswa kura-kura untuk pulang karena rapat merupakan suatu hal yang penting untuk mengetahui perkembangan suatu acara dalam organisasi atau apapun di dalam organisasi tersebut. Menurut mahasiswa kura-kura, organisasi pun merupakan suatu hal yang penting untuk mengembangkan diri.

2. Jaringan pertemanan

Yap, yang membedakan mahasiswa kura-kura dan mahasiswa kupu-kupu adalah kegiatan dari masing-masing mahasiswa ini. Kalau mahasiswa kura-kura, kegiatan selain kuliah ialah rapat dalam suatu organisasi. Sedangkan kamu yang merupakan mahasiswa kupu-kupu, kegiatan lainnya ialah pulang. Masing-masing mahasiswa kupu-kupu pun berbeda-beda, nih, ada yang pulang karena ingin diam di rumah atau kosan, namun, ada juga yang langsung memiliki kegiatan lainnya seperti les, mengikuti organisasi di luar kampus dan daerah kampus dan sebagainya.

Jadi, karena aktivitas yang berbeda ini, maka, jaringan pertemanan antara mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura pun berbeda. Mahasiswa kupu-kupu yang memiliki aktivitas di luar cenderung memiliki banyak teman yang tersebar dan nggak hanya terpusat di kampus saja.

Kalau mahasiswa kura-kura, mahasiswa tersebut pastinya mengenal banyak orang di kampus mulai dari yang jurusannya sama hingga ke yang jurusannya berbeda. Para mahasiswa kura-kura ini pun memiliki teman yang menduduki tingkat semester yang berbeda-beda. Pokoknya, kalau jalan-jalan di kampus bareng salah satu mahasiswa kura-kura, pasti ada saja orang yang disapanya karena ia memiliki banyak kenalan di kampus.

3. Waktu luang

Mahasiswa kupu-kupu cenderung memiliki waktu luang yang cukup banyak dibandingkan mahasiswa kura-kura. Kenapa begitu? Karena mahasiswa kupu-kupu setelah kuliah, pasti langsung pulang. Kalau pun mahasiswa kupu-kupu mengikuti suatu les atau organisasi, les dan organisasi tersebut lebih nggak menyita waktu dibandingkan si mahasiswa kura-kura.

Ketika kamu menjadi mahasiswa kura-kura, kamu memiliki waktu luang yang relatif lebih sedikit karena setelah kuliah, kamu akan menggunakan waktumu untuk mengikuti rapat. Kalau kamu mengikuti beberapa organisasi, kamu pastinya akan memiliki waktu rapat yang relatif lebih banyak dan lama. Kadang, kamu akan merasa kesulitan mengikuti beberapa rapat karena memiliki waktu yang bersamaan.

4. Modal masuk kerja

Yes, ketika kamu mau masuk kerja, kamu harus memiliki modal, nih, gaes. Modal disini bukan berarti uang, ya. Namun, modal disini memiliki pengertian yaitu kemampuan yang kamu miliki sebelum kamu bekerja. Kemampuan ini, nantinya menjadi suatu hal yang sangat membantumu dalam menyelesaikan pekerjaanmu.

Kalau para mahasiswa kura-kura, mereka mendapatkan modal kerja dari berbagai aktivitas rapat. Pada rapat ini, para mahasiswa akan belajar tentang bagaimana caranya beropini yang baik dan benar, bagaimana caranya memaparkan pendapat dan sebagainya. Perlu kamu ketahui bahwa hal tersebut merupakan suatu hal yang penting banget, gaes, di dunia kerja. Maka dari itu, kalau kamu ingin mencari modal kerja yang seperti disebutkan di atas, cobalah untuk mengikuti satu organisasi.

Tetapi, kalau kamu nggak mau ikut berorganisasi juga bisa, kok. Kalau kamu mahasiswa yang kuliah-pulang kuliah-pulang, maka, kamu bisa mempelajari kemampuan-kemampuan yang berguna di dunia kerja secara otodidak. Misalnya, kamu bisa belajar mengoperasikan Microsoft excel menggunakan buku panduan, bisa belajar berorganisasi di organisasi-organisasi luar kampus dan sebagainya.

5. Beda Fokus

fokus yang berbeda-beda

Yap, mahasiswa kura-kura dan mahasiswa kupu-kupu memiliki perbedaan yang kontras dalam fokusnya. Mahasiswa kura-kura alias kuliah-rapat kuliah-rapat memiliki fokus yang lebih terpecah dibandingkan mahasiswa yang kupu-kupu alias kuliah-pulang kuliah-pulang. Mahasiswa kura-kura biasanya memiliki fokus yaitu kuliah dan lebih banyak kepada organisasi.

Kalau mahasiswa kupu-kupu, biasanya, fokusnya lebih sedikit, nih, gaes. Para mahasiswa kupu-kupu ini biasanya memiliki fokus yaitu hanya berkuliah. Kalau pun para mahasiswa kupu-kupu ini memiliki kegiatan di luar kuliah, saya rasa, fokus kuliah akan lebih besar dibandingkan fokusnya kepada kegaitan di luar kuliah.

***

Nah, kalau tadi kan cuma perbedaan mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura, lalu, yang mana, nih, yang lebih beruntung? Apakah mereka yang menjadi mahasiswa kura-kura lebih beruntung daripada mahahasiswa kupu-kupu? Atau malah sebaliknya, nih?

Well, kalau menurut saya, mahasiswa kura-kura maupun mahasiswa kupu-kupu merupakan suatu hal yang sama saja, kok. Yang membedakannya ialah hanya hal-hal seperti di atas. Tetapi kalau ditanya siapa yang lebih beruntung, keduanya sama saja, gaes. Mahasiswa kupu-kupu maupun mahasiswa kura-kura sama-sama memiliki keuntungannya masing-masing.

Lalu, kalau sekarang kamu sudah berkuliah, lebih baik menjadi mahasiswa kupu-kupu atau mahasiswa kura-kura, ya? Well, menurut saya, tentu jawabannya ialah keduanya! Lho? Kok bisa keduanya? Tentu bisa dong, gaes! Caranya seperti ini, ketika kamu masih berkuliah di semester satu hingga semester enam, kamu bisa, tuh, menjadi mahasiswa kura-kura. Perbanyaklah organisasi dan aktiflah pada organisasi tersebut. Tetapi, jangan sampai melupakan kewajibanmu, ya. Setelah kamu masuk ke semester tujuh, kamu harus sudah berenti dari semua kegiatan organisasi. Kenapa begitu? Karena ketika kamu sudah berada di semester tujuh, saya rasa ada baiknya kalau kamu mengikuti kegiatan magang atau mulai fokus kepada skripsi.

Nah, kalau seperti itu, saya rasa kamu mendapatkan semua manfaat menjadi seorang mahasiswa kupu-kupu dan juga mahasiswa kura-kura. Kamu pun bisa mengembangkan dirimu pada suatu organisasi tanpa memperlambat kelulusanmu. Maka dari itu, gaes, buat kamu yang masih di semester satu hingga enam, perbanyaklah aktivitas organisasimu. Kalau kamu mahasiswa semester tujuh hingga delapan, mulailah fokus pada pengerjaan skripsimu. Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: diocesecpa.com, ableities.com, meclubonline.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©