7 Sistem Sekolah Unik yang Ada di Dunia

Belajar di sekolah nggak melulu identik dengan bangku dan meja yang membosankan. Banyak cara yang dilakukan pengelola sekolah demi meningkatkan kualitas pendidikan dan memacu prestasi siswa. Mulai dari memajukan mutu guru, merancang ulang kurikulum, hingga menerapkan konsep pengajaran yang unik.

Contohnya sistem belajar yang dipakai sama beberapa sekolah berikut ini.

1. Sistem Open Space ala Orestad Gymnasium

Sistem Open Space ala Orestad GymnasiumProducers of content, not just customers. Kira-kira itulah prinsip dari sekolah yang terletak di, Koepenhagen, Denmark ini. Untuk mengimplementasikan prinsip tersebut, Orestad Gymnasium membangun sekolah yang hanya memiliki satu ruangan besar (open space)—yang mana nggak ada satupun sekat yang memisahkan kelas per kelas, seperti pada umumnya.  

Guru di sana bertugas sebagai fasilitator yang sekadar menyajikan 50% proses pembelajaran. Sisanya, peserta didik dipersilakan menggunakan kreativitas dan inovasinya. Tujuannya?

Ya, biar mereka menyelesaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi. Dan semua itu dilakukan dalam satu ruangan yang telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Menarik, ya?

2. Sistem Big Picture Learning di Rhode Island

Sistem Big Picture Learning di Rhode IslandKalau di Indonesia, pelajar akan dikelompokkan berdasarkan minat ketika duduk di bangku SMA/SMK. Namun, sekolah yang terletak di Rhode Island, Amerika Serikat ini, berbeda.

Dengan menerapkan model pembelajaran yang bernama Big Picture Learning (dunia nyata), sekolah ini memecahkan dinding pembatas antara pendidikan dan dunia kerja. Pelajar di sana, sejak sekolah dasar udah ditempatkan sesuai sama potensinya, lho.Bahkan, mereka nggak terpaku pada satu profesi aja.

Meskipun sekolah memfasilitasi keunikan tiap individu, 15 siswa akan digabungkan dalam satu kelompok belajar, gaes. Lalu mereka akan dibimbing langsung dan diberi nasihat-nasihat personaoleh para mentor ahli nan berpengalaman untuk mengeksplorasi minat serta bakatnya.

3. Sistem Self Paced Learning ala Steve Jobs School

Sistem Self Paced Learning ala Steve Jobs SchoolFamiliar dengan nama Steve Jobs? Eitss, jangan salah, sekolah ini bukan didirikan oleh pendiri Apple itu, lho. Namun, slogan think different yang diusung oleh perusahaan itu menjadi motto penggerak utama di Steve Jobs School ini.

Sekolah yang terletak di Belanda ini ini dirancang supaya siswa/siswi dapat mengembangkan talenta dan keunikan masing-masing individu. Sistem self paced learning membebaskan siswa/siswi untuk membuat rancangan belajarnya sendiri. Di masa awal studi, mereka justru diminta untuk membuat IDP (Individual Development Plan) aka rancangan belajarnya sendiri.

Selanjutnya siswa dibagi dalam core group beranggotakan 25 orang—dengan (maksimum) perbedaan usia 4 tahun. Setiap kelompok mempunyai coach yang akan memfasilitasi proses jalannya IDP. Hasil dari IDP akan menentukan instruksi, mengevaluasi perkembangan setiap anak serta memberi tantangan belajar selanjutnya.

Melalui konsep belajar ini, keunikan tiap individu benar-benar dihargai, lho, gaes.

4. Summerhill School, Bebas Masuk dan Bolos Sekolah

Summerhill SchoolGaes, pernah nggak bayangin belajar di sekolah yang nggak punya kurikulum, nggak ada ujian, bahkan bebas masuk kapan saja? Pasti buat kalian itu mustahil banget, ‘kan? Tapi, sekolah yang seperti itu, beneran ada, lhoooo.

Yupps, Summerhill School di Inggris siap membuat kamu terkejut. Di sana, siswa/siswi diberikan kebebasan sepenuhnya untuk berkreasi, asalkan nggak mengganggu orang lain. Bila lapar, siswa/siswi bisa memasak di dapur. Jika ingin bermain, silakan pergi ke gudang dan bermainlah sepuasnya. Wahh, menarik, yaa!

Meski begitu, tentu ada sejumlah peraturan yang disepakati bersama antara guru dan siswa. Bagi pihak pengelola, bebas melakukan apa aja berarti individu tersebut juga harus bertanggungjawab atas ucapan dan tindakannya. Jangan lempar batu sembunyi tangan! Uppss. Hehehe.

5. Sistem pengembangan Teknologi di P-TECH High School

Sistem pengembangan Teknologi di P-TECH High SchoolSesuai dengan namanya, sekolah yang berlokasi di Brooklyn, New York ini menerapkan pendidikan berbasis teknologi. Didirikan pada tahun 2011 oleh perusahaan IT ternama, IBM, P-TECH High School menjembatani sekolah dengan perguruan tinggi.

Sekolah ini memberikan remaja di New York menuju ke perguruan tinggi (yang biasanya ditempuh empat tahun) hanya ditempuh dalam waktu enam tahun melalui program STEM (Science Technology Engineering Math).

Di tahun kelima dan keenam mereka akan mendapatkan gelar sarjana dari New York City College of Technology dan diberi gelar sarjana sekaligus karir di bidang teknologi. Tapi banyak juga siswa/siswinya yang baru lulus lalu langsung mengejar gelar sarjana lagi.

6. Sekolah di Finlandia

sekoah di finlandiaSeperti yang kalian ketahui, Sekolah-sekolah di Finlandia emang punya sistem pendidikan terbaik di dunia. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, guru disana sangat menghargai siswa/siswinya yang merasa lelah saat belajar.

Suasana sekolahnya pun dibuat sangat santai. Ya, wajar, sih, kurikulumnya emang dirancang agar membuat siswa/siswinya nggak stress atau frustasi. Guru-guru disana juga cuma menghabiskan beberapa jam aja di dalam kelas, hampir nggak ada PR dan nggak ada ujian nasional, gaes.

Bahkan pemerintah Finlandia akan menghapus mata pelajaran sekolah dari kurikulum. Cara tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, lho. Justru bisa menjadikan siswa/siswinya lebih cepat berkembang.

Oyaa, sekolah di sana juga menyediakan makanan, perawatan medis, konseling dan layanan taksi (jika diperlukan) dan semua itu gratisssssss.

7. Pendidikan Berbasis Riset dan Komunitas di Sanggar Anak Alam (Salam)

Pendidikan Berbasis Riset dan Komunitas di Sanggar Anak Alam (Salam)Ternyata Indonesia juga punya sekolah unik yang nggak kalah keren seperti di atas, lho. Tepatnya di Sanggar Anak Alam (Salam) di Nitiprayan, Bantul. Sekolah yang didirikan oleh Toto Rahardjo ini tidak memiliki pelajaran khusus, gaes.

Sistem pendidikan di sekolah ini dilakukan berbasis riset untuk memantik rasa ingin tahu siswa/siswinya. Siklusnya, siswa/siswi harus mengajukan ide penelitian terlebih dahulu. Nah, kemudian guru atau fasilitator akanb membantu mereka untuk mengonstruksi kerangka berpikir, menganalisis, dan membuat kesimpulan. Gagasan riset-nya pun banyak diambil dari kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Salam ini melibatkan banyak komunitas dalam pendidikannya. Misal, ada orang tua dari siswa/siswi yang memiliki profesi tertentu. Maka mereka akan diminta mengisi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini. Tujuannya, sih, biar tercipta hubungan harmonis antara siswa dan orang tua. Keren bangett ya!

Dari semua konsep pembelajaran di atas, mana nih yang paling menarik?

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: kinibisa.com, businessinsider.com, quitefranklyn.com, cnn.com, ]alternativestoschool.com, obamawhitehouse.archives.gov, inovasee.com, indonesia-feature.blogspot.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Deni Y | 1 hari yang lalu

apakah saya bisa berkontak dengan Pak Dimas

Profesiku: Kurator Musik, Dimas Ario
miaaa | 4 hari yang lalu

Assalamualaikum minn Saya baru masuk Smt 3 nih min saya mau ambil 24 SKS masing² 2 SKS per matkul Saya berencana memadatkan jadwal saya hanya Senin-Kamis aja Jadi dalam shari ada 4 matkul Apa itu wort it atau bagaimana Saran dong min

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
mustika | 5 hari yang lalu

Open pp/endorse : Klik Link Ig : https://www.instagram.com/naaan_n_n_/ cek ig : naaan_n_n_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Gina Ajeng | 5 hari yang lalu

Kalo aku maba dr kampus sdh otimatis

SKS dan KRS Itu Apa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1