Diet Sehat dan Hemat a la Anak Kos dengan Metode Food Combining

Anak kos tuh, identik banget sama yang namanya hidup hemat, termasuk soal makanan.

Masalahnya, nggak jarang keterbatasan anggaran ini malah justru bikin para anak kos punya pola makan yang buruk. Hasilnya? Kesehatan tubuh nggak terjaga dan berat badan pun ikut kena imbasnya, alias naik gila-gilaan. Padahal nih ya, sebenernya banyak banget tips diet sehat yang bisa kamu terapin dengan budget a la anak kos, salah satunya adalah metode food combining!

Apa itu Food Combining?

Food Combining (FC) adalah istilah untuk pendekatan gizi yang menganjurkan kombinasi spesifik makanan sebagai inti dari pola hidup sehat. Tujuan utama dari metode ini sendiri adalah tercapainya kondisi homeostatis tubuh, yaitu kondisi di mana semua fungsi tubuh dapat berjalan dengan optimal. Salah satu tanda tercapainya kondisi ini adalah seimbangnya nilai asam dan basa dalam tubuh, atau kalau diukur dengan indikator pH angkanya berada di sekitar 7.35 – 7.45.

Apa pentingnya keseimbangan pH?

Nah, menurut para ahli kondisi tubuh yang cenderung asam alias pH nggak seimbang, merupakan awal rusaknya organ dan datangnya berbagai penyakit. Dengan metode FC, kamu nggak cuma bakal bisa nurunin berat badan aja, tapi yang lebih penting adalah menjaga kesehatan tubuh untuk jangka panjang.

Food Combining untuk Anak Kos

Nah, terus gimana nih dengan para anak kos, bisa nggak sih kita-kita yang punya budget mepet ini menerapkan metode food combining?

Bisa banget dong!

Aspek utama yang wajib diperhatikan dari metode food combining adalah keselarasan asupan nutrisi yang masuk dengan jam biologis tubuh dalam mencerna makanan. Selain itu, pelaku food combining juga harus memperhatikan keserasian kombinasi asupan makanan dengan enzim yang bertugas untuk mencernanya.

Bingung? Begini penjelasan simpelnya. Metode food combining pantang menggabungkan karbohidrat dengan protein hewani, karena hal ini akan bikin sistem pencernaan kita kerepotan buat mencernanya.

Untuk mencerna karbohidrat, tubuh akan mengeluarkan enzim amilase yang berfungsi buat memecah karbo jadi zat yang mudah diserap tubuh, nah sementara buat mencerna protein hewani tubuh bakal mengeluarkan enzim yang lain lagi nih, gaes yaitu enzim pepsin. Saat enzim pepsin dikeluarkan, tubuh akan otomatis berhenti mengeluarkan enzim amilase yang mengakibatkan karbohidrat yang masuk tadi nggak tercerna secara sempurna. Ujung-ujungnya karbohidrat tersebut cuma bakal jadi ‘sampah’ metabolisme, yang kala dibiarin bisa jadi sumber penyakit. Syerem!

Untuk contoh pengaturan menu food combining kamu bisa lihat di bawah ini:

1. Sarapan

Jam 4–12 pagi adalah waktu dimana tubuh melakukan fase pembuangan. Sisa proses dari hari sebelumnya, dibuang pada jam-jam ini dalam bentuk urin, feses, keringat, maupun nafas. Nah, karena tubuh nggak melakukan fungsi cerna maka pilihan makanan yang tepat buat jam-jam segini adalah buah.

Yup! Sarapan buah jadi pilihan yang tepat banget buat mengawali hari, karena buah mengandung fruktosa yang bisa jadi sumber energi kamu buat beraktivitas seharian—tapi tetap mudah dicerna. Kabar baiknya lagi, kamu nggak perlu mengeluarkan banyak uang buat membeli buah. Cukup dengan Rp5,000 kamu udah bisa membeli sebuah pisang atau sepotong semangka yang bisa kamu konsumsi sebagai sarapanmu tiap harinya. Kalau beruntung, kamu bisa menemukan pepaya manis yang lebih hemat. Hidup buah lokal!

2. Makan Siang

Mulai dari pukul 12 siang, tubuh udah selesai melakukan fase pembuangan dan masuk ke fase selanjutnya yaitu fase pencernaan. Maka itu, untuk menu makan siang kamu bisa memilih antara kombinasi karbo denga sayur atau protein dengan sayur. Ingat ya, sebisa mungkin hindari kombinasi karbohidrat dan protein.

Untuk menunya sendiri bisa beragam banget nih, sob! Buat yang pengen makan nasi, kamu bisa mengkombinasikannya dengan capcay maupun sayur sop. Sementara buat yang nggak mau nasi, kamu bisa menggantinya dengan mengkombinasikan ikan atau ayam yang disantap bareng sayur. Harga kombinasi menu ini nggak mahal lagi. Kamu cuma perlu merogoh kocek sebesar Rp10.000 – Rp15.000 buat mendapatkan menu ini di warteg-warteg terdekat. Hemat banget, ‘kan, sob?

3. Makan Malam

Fase pencernaan tubuh yang tadi dimulai pada pukul 12, akan berakhir pada pukul 8 malam. Makanya, untuk dinner akan lebih baik kalau kamu menyantapnya sebelum jam 8. Menu yang dipilih juga nggak kalah variatif sama menu makan siang. Meski begitu, untuk makan malam sebisa mungkin hindari konsumsi nasi. Sebagai gantinya kamu bisa menyantap salad, tahu-tempe, tumis sayur, maupun daging.

Harga yang harus dikeluarkan? Sama hematnya kok, dengan menu makan siang.

***

See, hidup sehat itu nggak perlu mahal, sob! Cukup dengan tekad dan kemauan, kamu pasti bisa memulainya dari sekarang. Yuk mulai ubah pola hidupmu sejak dini, a little change goes a long way, lho. Nggak mau, ‘kan. pas tua nanti kamu nggak bisa menikmati waktu bersama anak cucu karena sakit-sakitan terus?

Baca juga:

(sumber gambar: tumblr.com)

LATEST COMMENT
ceyi | 13 menit yang lalu

bisa aja kok

Kenal Lebih Dekat dengan Jurusan Jurnalistik, Yuk!
ceyi | 14 menit yang lalu

kamu bisa linjur di SBM aja, SNM peluangnya kecil banget karena lebih prioritasin anak IPS

Lintas Jurusan pada SNMPTN, Bolehkah?
Nanda Kyala | 5 jam yang lalu

Kak saya mau bertanya, jika anak IPA mengambil lintas jurusan Manajemen bisa tidak kak? Dan kira-kira jika bisa itu di univ mana ya kak? Tolong di jawab ya kak. Terimakasih

Lintas Jurusan pada SNMPTN, Bolehkah?
Mergreci Jelia | 1 hari yang lalu

Kak saya suka nulis dan rencananya saya mau ngambil jurusan ilmu komunikasi di bidang jurnalistik, kira-kira saya bisa jadi penulis berita nggak Kak?

Kenal Lebih Dekat dengan Jurusan Jurnalistik, Yuk!
RIZKA FAUZIYAH | 4 hari yang lalu

Bismillah masuk arsitektur

25 Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik Untuk Anak IPA
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1