Menu

Suka Duka yang Dirasakan oleh Anak Kos Selama Bulan Puasa

Siapa di sini yang anak perantauan dan jauh dari keluarga saat bulan puasa? Buat kamu yang ada di perantauan a.k.a anak kos tentunya ngerasain, dong, bedanya saat berpuasa di kosan dengan di rumah. Pasti beda banget, ya. Huhuhu.

Fyi, nggak cuma yang sedih-sedih aja, ternyata tinggal di kos selama bulan puasa itu juga menyenangkan, kok, gaes. Kalau kamu penasaran sama suka dukanya jadi anak kos selama puasa, check this out!

1. Pilihannya antara dua, selalu sahur dengan lauk yang sama atau

Seperti yang kita tahu, anak kos itu punya keterbatasan untuk memasak. Entah karena kos-kosannya yang nggak ada dapurnya, entah ada dapurnya tapi anak kos lainnya juga pada mau masak, dan lain sebagainya. Dan ada juga yang malas masak—apalagi kalau masih jadi mahasiswa baru yang kalau dirumah dulu, sahurnya sudah ada yang nyiapin.

Akhirnya, setiap kali sahur, kamu selalu kebingungan sendiri mau sahur pakai apa. Mau pakai lauk yang sama saat buka puasa tadi atau yang lain.

Tapi tenang, gaes. Kalau kamu atau temanmu punya rice cooker, kamu bisa, kok, mencoba 6 hidangan lezat ini yang bisa kamu masak hanya dengan bantuan rice cooker.

2. Terlambat bangun sahur

Karena kebiasaan mengerjakan tugas kuliah sampai malam, bikin kamu begadang dan tidur terlalu malam. Sehingga, alarm yang sudah kamu set atau suara teman-teman di kos yang mencoba membangunkan pun nggak membuat kamu bangun.

Alhasil, kamu bisa terlambat bangun sahur. Bahkan terkadang kamu juga harus siap melewatkan waktu makan sahur. Kalau sudah begini, yang bisa kamu lakukan adalah sabar dan mau nggak mau kamu jadi harus puasa seharian tanpa makan waktu sahur.

3. Mie instan, menu sahur andalan

mie instan

Ya, mie instan selalu jadi menu andalan buat para anak kos saat akhir bulan dan saat bulan puasa seperti ini. Selain karena gampang masaknya, mi instan nggak butuh waktu lama untuk matang, tapi dijamin perut kenyang.

Psstt, jangan keseringan makan mie instan sama nasi, ya, gaes. Kenapa emang? Soalnya bisa menyebabkan diabetes. Dan fakta menarik seputar mie instan lainnya kamu bisa cari tahu di sini.

4. Teman yang menemani sahur

Meskipun jauh dari keluarga, kamu tentu punya teman kos yang bisa jadi pengganti keluarga, ‘kan? Nggak ada salahnya, lho, gaes, kalau kamu mengajak temanmu lainnya untuk sahur bersama-sama. Kegiatan semacam ini bisa menambah semangatmu dan buat kamu lebih kuat karena kamu merasa punya teman senasib dan sepenanggungan.

5. Ngabuburit bareng temen

Sahur bareng, buka puasa juga harus bareng, dong. Nah, sembari menunggu waktu berbuka, kamu bisa, ngabuburit bersama teman-temanmu. Mulai dari membersihkan kos bareng, nonton film, ngerjain tugas bareng, hingga cari takjil gratisan. Hehehe

6. Buat yang perempuan, bisa nggak puasa bareng juga, lho!

Yaa, namanya juga perempuan. Pasti setiap bulannya, akan kedatangan tamu bulanan alias haid. Apalagi kalau jadwalnya samaan. Pasti seru, deh, kalau pada nggak puasa bareng. Hihihi.

Atau bisa juga, nih, teman-temanmu pada nggak puasa semua, cuma kamu yang puasa sendirian. Alhasil, kamu jadi bangun sahur sendirian, buka sendirian dan apa-apa juga sendirian. Rasanya nano-nano, ngenes campur sedih gimana gitu.

7. Belajar arti mandiri

mandiri

Salah satu keuntungan puasa di perantauan adalah belajar mandiri. Entah itu saat buat buka ataupun sahur, kamu tentu harus bisa menyiapkan semuaya sendiri. Di saat ini jugalah, kamu akan belajar cara mengatur waktu dan mempersiapkan kebutuhan secara mandiri.

Kesabaranmu juga akan diuji. Soalnya nggak ada keluarga yang memperhatikanmu saat puasa, mengingatkan kamu sholat, dan lain-lain. Hal ini tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri kalau kamu bisa menuntaskannya sampai selesai tanpa bolong satu kalipun.

8. Menjadi lebih dekat dengan teman-teman kos

Di saat bulan puasa seperti ini, teman yang sebelumnya nggak terlalu kamu kenal bisa jadi akrab, lho. Soalnya, aktivitas-aktivitas yang biasanya berbeda, menjadi sama. Mulai dari kegiatan sholat terawih, buka puasa, hingga sahur.

9. Semangat untuk mudik

Karena sepanjang puasa kamu sendirian, maka seminggu menjelang lebaran adalah momen-momen yang menjadikan kamu lebih bersemangat dan bahagia. Soalnya itulah saat-saat kamu bertemu dengan keluargamu setelah sekian lama sendirian. Tentu kebersamaan dengan keluarga saat lebaran akan terasa lebih menyenangkan.

***

Itulah tadi suka duka jadi anak kos selama bulan puasa. Jadi, jangan sedih, gaes, kalau kamu melalui bulan puasa di perantauan sembari menempuh pendidikan. Nikmati aja momen-momen itu biar kamu punya cerita yang bisa dibagikan ke keluarga saat berkumpul lebaran nanti.

Kalau tahun ini kamu nggak mudik, jangan sedih juga, ya, gaes. Soalnya banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan. Mulai dari baca buku, maraton film, dan lain-lain. Selamat mudik dan selamat berkumpul dengan keluarga.

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: pinterest.com, hellosehat.com, alkpop.com )

LATEST COMMENT
Fatimah Ibtisam | 10 jam yang lalu

Pendaftaran SBMPTN setahu kami tidak memengaruhi atau dipengaruhi status sebagai mahasiswa. Yang terpenting peserta sesuai aturan. Bila diterima, baru kamu konsultasi dengan kampus. Kemungkinan salah salah satu prodi mesti dilepas.

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Dian Fitria | 3 hari yang lalu

Kak kalo kita msh berstatus jd mahasiswa aktif di suatu ptn trs ingin dftr sbmptn thn berikut ny dg ttp memilih ptn yg sama cmn beda jurusan itu status kita yg jd mahasiswa aktif di jurusan sblm nya bagaimana kak??

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
| 3 hari yang lalu

Maaf izin Share Mau kuliah di Fakultas Hukum di Surabaya? Kunjungi: http://fh.narotama.ac.id/

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©