Apa yang Akan Terjadi Pada Tubuh Kamu, Kalau Kamu Mager Melulu?

Selain pola makan yang baik dan asupan makanan yang sehat, olahraga teratur juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kamu. Exercise is vital, gaes!

Nggak doyan olahraga? No problemo. Youthmanual pernah, kok, membahas cara-cara simpel untuk tetap bugar tanpa berolahraga. Tapi, kalau masih males juga, sepertinya kamu butuh digiles panser bolak balik pencerahan untuk segera banyak bergerak, deh.

Salah satunya ini, nih—hal-hal buruk yang akan terjadi pada tubuh kamu, apabila kamu jarang bergerak!

1. Otot jantung melemah

mager

Pasti kamu udah familar, dong, sama yang namanya latihan kardio? Yup, latihan (olahraga) yang bisa menyehatkan jantung. Jika kamu rutin bergerak (biarpun gerakannya cere’ banget) setiap hari, kamu berarti memperkuat kerja otot jantung kamu agar terhindar dari bahaya penyakit jantung. Selain jantung, paru-paru kamu juga akan semakin sehat.

Kalau kamu nggak gerak? Otot-otot jantung kamu akan mengendur secara perlahan, sehingga kamu gampang capek. Trus, paru-paru kamu juga jadi nggak bisa diajak kompromi ketika kamu musti melakukan kegiatan fisik yang cukup berat (padahal sebenernya nggak berat-berat amat). In other words, kamu bakal loyooo...

2. Lebih temperamental

mager

Kalau kamu banyak bergerak, asupan oksigen ke otak kamu akan mengalir lebih lancar, sehingga otak kamu bisa menekan senyawa tertentu yang dapat menyebabkan depresi. Emeijiiing!

Jadi bayangin, deh, apa yang akan terjadi kalau asupan oksigen kamu terhambat. Biasanya kamu bakal sulit fokus, dan bawaannya cemberut melulu. Kamu juga akan sulit mengontrol tempramen kamu dan ujung-ujungnya jadi gampang tersinggung. Or worse, you’ll get mood swing. Males banget, ‘kan, ngadepin orang yang dikit-dikit sengol bacok?

3. Risiko darah tinggi dan gula darah meningkat

Kemageran kamu sesungguhnya sangat efektif untuk membuat tekanan darah kamu menjadi tidak stabil, gaes. Entah kamu takut hipertensi atau hipotensi, kunci dari menyeimbangkan tekanan darah kamu adalah banyak bergerak!

Di samping itu, kamu ‘kan pasti sehari-harinya lebih banyak makan gula dan karbohidrat sederhana (nasi putih, tepung, mie, dsb). Nah, karbohidrat sederhana yang kamu konsumsi setiap hari itu akan dicerna jadi gula. Gula tersebut sebenarnya berfungsi sebagai “bahan bakar” tenaga kamu untuk bergerak dan beraktivitas. Jadiiii, kalau gula dalam darah kamu nggak “dibakar” (lewat gerak dan olahraga), maka akan menumpuk. Kalau gula darah menumpuk, artinya... diabetes!

4. Otot menjadi degenerasi

mager

Ketika bergerak, otot-otot di tubuh kamu dilatih untuk aktif bekerja, sehingga lama kelamaan, kamu jadi semakin kuat dan tahan banting. Tertawa aja dibilang senam wajah, lho! Maka dari itu, perbanyaklah tertawa. Tapi jangan dikit-dikit ketawa juga, ya, sob. Nanti malah dikira nggak sehat otaknya, hihihi.

Sebaliknya, kalau jarang digerakkan, kinerja otot kamu akan terus mengalami penurunan. Hal ini akan membuat kamu sering mengalami kaku otot atau nyeri sendi. Hmm, masih muda, kok, penyakitnya mirip lansia?

5. Lemak semakin menimbun

mager

Last but not least, jarang gerak bakal bikin proses pembakaran lemak kamu nggak optimal, sehingga kalau kamu memang berniat nurunin berat badan, olahraganya harus diperbanyak. Soalnya selain membantu membentuk dan memperkuat otot, olahraga (atau bergerak) bakal sangat membantu proses pembakaran lemak dalam tubuh kamu.

Makanya, kalau konsumsi makanan kamu nggak diimbangi dengan gerak yang cukup, jangan heran kalau jarum timbangan kamu terus bergeser ke kanan!

***

So, mulai sekarang, jangan ada alesan mager-mager lagi, ya!

(sumber gambar: elitedaily.com, giphy.com, tumblr.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2023 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1