Ngobrol Bareng Arsya Nafisa, Makeup Artist Belia Serba Bisa

Apa, sih, achievement atau pencapaian terbesar yang kamu miliki saat umur 16 tahun?

Kalau nggak ada (kasian, deh, hihihi), seengaknya coba diingat-ingat, saat kamu 16 tahun, do you already know what do you want to be in the future? Udah fix dengan cita-cita kamu belum?

Di umur 16 tahun, pencapaian terbesar saya kayaknya nggak ketauan bolos sekolah siang-siang, dan cita-cita saya cuma mengikuti slogan Metromini: muda kaya-raya, tua foya-foya, mati masuk surga. Dengan kata lain, sebenarnya saya nggak tau juga mau jadi apa di masa depan. Pokoknya yang kepikiran cuma hepi-hepi!

Payah banget, ya? Tapi namanya juga anak remaja, memang umumnya belum mikirin masa depan dan masih labil dengan cita-cita. Biasa, lah.

Nah, yang luar biasa adalah kalau di umur 16 tahun, kita sudah menjalankan profesi impian, dan sudah fix dengan profesi tersebut untuk masa depan.

Itulah yang dilakukan Arsya Nafisa, 19 tahun, yang sudah menjalani profesinya sebagai makeup artist sejak tiga tahun lalu. Ketika masih16 tahun!

Sejak kecil, Arsya memang suka banget memperhatikan ibunya dandan, bahkan sampai hobi ngoprek makeup beliau. Kemudian saat SMA, Arsya menjalani homeschooling sambil sekolah makeup di LaSalle College selama 4 bulan.

“Di LaSalle, sekolah makeup itu bisa sampai 8 bulan, tapi aku 4 bulan aja, karena aku cuma ngambil kurikulum makeup beauty atau artistik. Nggak ngambil pelajaran makeup karakter,” jelas Arsya.

Lulus dari LaSalle College di tahun 2012, saat masih berumur 16 tahun, Arsya langsung mulai mendandani orang dengan serius. Awalnya, ia banyak menerima pekerjaan dari teman-teman ibunya dan saudara-saudaranya sendiri.

“Lama-lama, aku jadi punya banyak portfolio untuk di-post ke Instagram. Teman-temanku pun akhirnya pada ngeliat hasil dandananku dan tertarik untuk hire aku,” kata Arsya.

Sekarang, di usianya yang baru 19 tahun, karir Arsya melejit pesat. Kliennya beragam, mulai dari anak SMA sampai artis seperti Raisa. Arsya juga sering diajak kerjasama oleh berbagai media dan brand makeup untuk memberikan workshop atau kelas khusus.

Baru-baru ini Youthmanual ketemuan Arsya untuk ngobrol lebih lanjut soal menjadi makeup artist. Kalau kamu tertarik dengan profesi ini—yang belakangan lagi nge-hits banget—simak, deh!

Hai, Arsya! Sepengalaman kamu, apa, sih, sifat-sifat yang penting dimiliki oleh seorang makeup artist?

Pertama, tepat waktu!

Aku, tuh, sebenarnya orang yang sangat cuek dan bodo amatan. Bahkan dari SD, aku udah dikenal sebagai orang yang suka ngaret dan ke sekolah jarang mandi.

Tapi sebagai makeup artist, aku ‘kan harus selalu datang tepat waktu. Jadi makin kesini, semakin terbentuk sifat on time. Alhamdulillah, sekarang punctuality aku udah mendingan banget dibandingkan dulu.

Kedua, seorang makeup artist juga harus punya komitmen, disiplin, dan sikap profesional. Kalau udah mengiyakan satu job, harus komit ke job itu. Jangan tau-tau ngambil job lain. Jangan cancel-cancel, deh.

Memang, salah satu dilemanya menjadi makeup artist adalah harus cepat mengambil keputusan kalau ditawari job. Ambil nggak ya?

Jujur, dulu aku suka mendadak ngebatalin sebuah job, kalau mendapat panggilan yang lebih menarik. Tapi trus aku sadar bahwa itu sikap jelek, dan aku nggak boleh begitu lagi. Aku harus komit dan profesional.

Last but not least, kita harus ramah dan jangan malu-malu.

Aku juga sebenernya pemalu dan bukan tipe orang yang suka berbicara di depan umum. Saat SMP dan SMA, kalau ada tugas presentasi di sekolah, aku pasti kerja di belakang layar aja. Biar temanku yang bicara di depan kelas.

Tapi semenjak jadi makeup artist, aku harus banyak berinteraksi dengan orang, karena banyak strangers yang ngajak ngobrol atau tanya-tanya soal makeup ke aku. Dan sekarang ini, banyak juga pihak yang ngundang aku untuk memberikan kelas makeup. Jadi aku harus bisa selalu ramah dan nggak malu-malu.

Apalagi kalo malu-malu, aku jadi nggak bisa kenalan sama orang, networking, atau belajar dari makeup artist yang lebih jago. Rugi sendiri, dong, malah nggak dapet apa-apa?

Alhamdulillah, sekarang aku bisa lebih terbuka. Udah berkembang banyak. Dulu, sih, boro-boro. Kalau harus ngomong depan umum, langsung keringat dingin!

Kalau ditanya apa senangnya jadi makeup artist, pasti kamu senang semuanya, ya. Tapi bagi kamu, apa, sih, beratnya jadi makeup artist?

Selain harus ontime, juga capek banget!

Seorang makeup artist pasti sering dapet kerjaan subuh-subuh. Sedangkan untuk job jam 4 pagi, aku harus bangun dari jam 2 pagi, dan kadang baru selesai kerja jam 8 malam.

Baru-baru ini aku ada job dari Bali selama empat hari dan pas pulang, baru mendarat di Jakarta jam 1 malam. Padahal besoknya ada kerjaan makeup lagi jam… 4 pagi!

Kalau lagi sibuk banget, aku bisa seperti orang puasa. Lupa makan dan minum seharian. Bahkan aku pernah baru makan dan minum jam 3 sore setelah seharian kerja. Bukannya apa-apa, tapi kalau lagi kerja, aku nggak berasa lapar! Pas di jalan saat menuju lokasi kerja berikutnya, baru, deh, kerasa laparnya.

Dan parahnya, nih, aku darah rendah. Jadi kalau lagi sibuk dan lupa makan seharian, aku bisa pingsan. Selama kerja jadi makeup artist, aku pernah beberapa kali pingsan, terutama kalau lagi harus sering bangun subuh sementara pola makanku lagi kurang bagus.

Untuk memperbaiki keadaan kesehatanku, sekarang aku meliburkan diriku sehari dalam seminggu. Aku nggak ngambil job apapun seharian itu demi bisa istirahat. Trus, aku juga cuma mau ngambil maksimal tiga job dalam sehari. Dan yang pasti, sekarang aku selalu bawa snack, buah dan air putih kemana-mana, supaya nggak lupa makan.

Menurut Arsya, gimana, sih, prospek karir makeup artist di Indonesia?

Bakal maju banget.

Di tahun 2012, saat aku baru memulai karir, aku masih bingung musti cari inspirasi kemana, karena aku merasa pilihan makeup artist lokal—terutama yang beredar di media sosial—belum banyak.

Tapi sekarang, setiap buka Instagram, foto-foto di halaman Explore atau di feed Instagramku aja isinya pasti makeup artist semua. Makeup artist lokal sekarang banyak banget!

Nggak semua makeup artist di Indonesia benar-benar bagus, tetapi yang bagus juga banyak. Malah nggak kalah dengan makeup artist dari luar. Sebenarnya tantangan untuk makeup artist Indonesia, tuh, lebih susah, lho. Misalnya, dandanan pengantin di Indonesia ‘kan susah, sementara di luar negeri, makeup bridal-nya simpel banget. Di sana mana ada penganten yang pake paes?

Jadi menurutku, industri makeup artist di Indonesia udah maju pesat.

Sayangnya, beauty vlogger Indonesia masih kurang banyak. Pengennya, sih, kita-kita bisa punya lebih banyak referensi beauty vlogger lokal. Itu aja, kok!

***

Stay tuned for part two, dimana Arsya bakal kasih tips-tips yang nggak standar untuk menjadi makeup artist, serta referensi produk-produk makeup rekomendasi Arsya. Cusss, bedakan dulu!

(sumber foto: Laila Achmad, @arsyanaf21)

LATEST COMMENT
Mira Puspita | 2 hari yang lalu

Mas Andreas Gandhi, jujur saat ini saya adalah seorang ibu yang sedang mendoakan putranya karena takut kalo putra saya tinggal kelas dia akan di DO dari JB.

Cerita Seorang “Veteran”: Dari Nggak Naik Kelas Sampai Sukses Tembus PTN Impian
Fransiska Oktaviani | 6 hari yang lalu

open pp/endorse ig/tiktok bisa bayar seikhlasnya email ke [email protected] terimakasih

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Nindi Dwi Oktova | 7 hari yang lalu

Permisi aku mau nanya kalau murid pindahan jurusan ipa dari sekolah asal ke sekolah baru tapi berbeda pada mata pelajaran minat apakah bisa mengikuti SNMPTN? Ex:matpel minat sekolah asal ekonomi dan b.Inggris minat tapi di sekolah pindahan tidak ada matpel ekonomi dan pindah nya pada saat semester 2…

Tanya-Jawab Seputar SNMPTN 2021: Kriteria Penilaian dan Lainnya
Nanda Kyala | 8 hari yang lalu

Kak, jadi anak ipa bisa pilih utbk soshum atau campuran?

Lintas Jurusan di SBMPTN 2021 dan Peluangnya
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1