Menu

Jurusanku: Manajemen Perhotelan Universitas Sahid, Muhammad Iqbal Nasywaan

“Banyak orang di luar sana yang mengira bahwa lulusan Manajemen Perhotelan hanya memiliki peluang karier di industri hospitality atau dunia perhotelan. Kenyataannya kami mampu bersaing (di industri lain),” begitu kata Muhammad Iqbal Nasywaan, mahasiswa Universitas Sahid Jakarta angkatan 2016. Simak cerita lengkap Iqbal mengenai pengalamannya kuliah di prodi Manajemen Perhotelan Usahid.

Jurusanku:

“Materi yang diprioritaskan di prodi Manajemen Perhotelan adalah adalah ilmu manajemen secara umum, dan lebih spesifik terhadap manajemen hotel serta industry hospitality. Selain itu jurusan Manajemen Perhotelan di Usahid juga fokus dengan edukasi wirausaha, agar lapangan kerja baru dapat terbuka luas.”

Alasan memilih program studi Manajemen Perhotelan:

“Rasa penasaran terhadap (ilmu) Manajemen terutama dalam industri jasa adalah alasan saya memilih prodi ini.”

iqbal manajemen usahid

Mata kuliah penting dan menarik:

“Banyak mata kuliah penting seperti Pengantar Ekonomi, Ekonomi Mikro, dan Ekonomi Makro. Semenatara menurut saya mata kuliah yang paling menarik adalah Tata Boga dan Tata Hidang, sebab ada banyak praktik dalam matkul tersebut. Kita bisa mencoba memasak.”

Bentuk tugas di program studi Manajemen Perhotelan:

“Tugas (biasanya) presentasi berdasarkan teori yang diajarkan, karya tulis, hingga praktik materi perhotelan. Tugas paling menantang sejauh ini adalah penelitian kasus dari beberapa jurnal dan penelitian kasus secara langsung atau survei lapangan."

Peminatan di program studi:

“Universitas Sahid mempunyai beberapa fakultas dan salah satunya adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang memiliki program studi  Manajemen. Ada 4 peminatan di prodi manajemen, yaitu Manajemen Perhotelan, Manajeman Pariwisata, Manajemen Pemasaran, dan Manajemen Keuangan”

Peluang karier untuk lulusan Manajemen Perhotelan:

“Secara umum, lulusannya bisa bekerja pada bagian manajemen dan operasional/produksi di dalam industri hospitality dan manufaktur (pabrik). Bisa juga bekerja di bagian akunting, HRD, hingga membuka usaha sendiri. Alumni Usahid sendiri ada yang bekerja sebagai Human Resources Hotel, membuka hotel, hingga berbisnis kuliner.”

Tipe orang yang tepat berkuliah di program studi Manajemen Perhotelan:

“Mereka yang mau menggunakan pemikiran mereka untuk mengonsep strategi pekerjaan, dan bukan orang yang melaksanakan (front office). Karena manajemen adalah planning, organizing, actualing, dan controlling.

Bagi calon mahasiswa yang menginginkan menjadi pekerja operasional (hotel), ya jangan masuk ke Manajemen Perhotelan, tetapi masuklah ke Sekolah Tinggi Perhotelan yang mempersiapkan lulusannya untuk bekerja di bidang operasional hotel (front office). “

Jurusan yang “mirip” dengan Manajemen Perhotelan:

“Manajemen Pemasaran.”

Perbedaan Manajemen Perhotelan di Usahid dengan di kampus lain:

“Di Usahid mahasiswa tidak hanya mempelajari manajemen dan perhotelan, tapi juga dilengkapi (ilmu) kewirausahaan, pemasaran, serta ilmu keuangan dan akuntansi.”

Keuntungan kuliah di Usahid adalah secara umum teori manajemen dan ekonomi sama dengan prodi Manajemen di kampus lain.  Namun porsi ilmu perhotelannya lebih banyak.”

Miskonsepsi mengenai jurusan Manajemen Perhotelan:

“Banyak orang di luar sana yang mengira bahwa lulusan Manajemen Perhotelan hanya memiliki peluang karier di industry hospitality/ dunia perhotelan. Kenyataannya kami mampu bersaing, tak hanya dalam industri perhotelan, tapi juga  dalam industri manufaktur hingga perbankan. Karena di perkuliahan, kami juga dibekali dengan ilmu manajemen serta ekonomi.”

Pesan kepada anak muda yang ingin mengambil prodi ini:

“Sarannya, agar lebih memahami dan lebih teliti dalam (menjalani) perkuliahan. Selain itu, semoga dapat serius menekuni mata kuliah Kewirausahaan sehingga dapat memiliki (membuka) bisnismu sendiri.”

Baca juga:

(sumber gambar: Pixabay)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©