Menu

Mengenal Perempuan-Perempuan Indonesia yang Menjabat Jadi Menteri

Kisah perempuan-perempuan Indonesia yang menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Bapak Jokowi menarik untuk dibahas pada Hari Kartini yang jatuh pada hari ini, Minggu (21/4/2019). Siapa yang sangka menteri-menteri perempuan dalam Kabinet Kerja Bapak Jokowi ini juga banyak menyimpan sejumlah prestasi membanggakan, lho.

Berikut sekilas informasi mengenai perempuan-perempuan Indonesia yang menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Bapak Jokowi.

1. Sri Mulyani Indrawati – Menteri Keuangan

Sri Mulyani Indrawati – Menteri Keuangan

Sri Mulyani pernah bergabung di World Bank sebagai Direktur Pelaksana  pada tahun 2010, gaes. Beliau menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak tahun 2016.

Salah satu tugas pertamanya dari Presiden Jokowi adalah melaksanakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Program ini berjalan selama sembilan bulan dan berakhir pada 31 Maret 2017.

Beliau juga mampu menjaga inflasi negara Republik Indonesia pada bulan Februari 2019.

2. Susi Pudjiastuti - Menteri Kelautan dan Perikanan

Susi Pudjiastuti - Menteri Kelautan dan Perikanan

Siapa yang nggak kenal perempuan yang satu ini. Yups, meskipun beliau nggak lulus SMA, beliau adalah perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, lho.

Sejak awal menjabat sebagai menteri hingga Agustus 2018, Susi telah berhasil menenggelamkan 488 kapal-kapal pencuri ikan yang berasal dari berbagai negara—seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, dan lain-lain.

Untuk mengetahui kisah beliau hingga menjadi sukses seperti ini, kamu bisa baca di sini.

3. Retno Lestari Priansari Marsudi – Menteri Luar Negeri

Retno Lestari Priansari Marsudi – Menteri Luar Negeri

Penunjukkan Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri pada saat itu menjadi sorotan, gaes. Kenapa? Soalnya Retno adalah Menteri Luar Negeri perempuan pertama di Indonesia. 

Retno merupakan alumnus program studi Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada angkatan 1981 dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 di Haagsche Hooge School program studi Ilmu Hukum EU, Den Haag.

Saat beliau menjabat menjadi Menteri Luar Negeri, Indonesia akhirnya terpilih menjadi anggota tidak tetap dewan keamanan PBB.

4. Rini Soemarno – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Rini Soemarno – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Rini Soemarno merupakan lulusan Fakultas Ekonomi, Wellesly College Massachusetts AS pada 1981. Tahun 1995, Rini pernah mendapat penghargaan Pemimpin Puncak Terpuji dari majalah Swa Sembada.

Rini juga memiliki pengalaman lainnya di dunia politik. Beliau pernah dipercaya menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong (2001-2004).

Pencapaian tertinggi selama beliau menjabat sebagai Menteri BUMN adalah mengambil ahli Freeport ke Indoesia.

5. Nila F. Moeloek - Menteri Kesehatan

Nila F. Moeloek - Menteri Kesehatan

Nama Nila Moeloek memang nggak asing dalam dunia kesehatan. Nila sebelumnya menjabat sebagai Ketua Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami). Beliau juga masih aktif mengajar di program doktor pasca sarjana Fakultas Pendidikan Dokter Universitas Indonesia.

Pada tahun 2017, Nila menerima dua penghargaan penyelenggaraan kesehatan ibadah haji dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi atas keberhasilan penyelenggaraan haji Indonesia 1438 Hijriah.

Fyi, Nila juga pernah dipercaya menjadi Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014.

6. Yohana Susana Yambise - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Yohana Susana Yambise - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Selain memiliki Menteri Luar Negeri serta Menteri Kelautan dan Perikanan perempuan pertama, saat bapak Jokowi menjabat jadi Presiden juga mempunyai menteri wanita pertama yang berasal dari Papua, lho, gaes. Beliau adalah Yohana Susana Yembise.

Salah satu dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas Cenderawasih ini juga perempuan Papua pertama yang diberi gelar guru besar oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai profesor doktor bidang Desain Silabus dan Material Development.

7. Siti Nurbaya Bakar - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Siti Nurbaya Bakar - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Selain aktif di jajaran pemerintahan selama 30 tahun, Siti Nurbaya juga aktif sebagai dosen di Institut Pertanian Bogor dan pembina lembaga swadaya masyarakat.

Sebelum menjabat menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya adalah PNS berpretasi dengan meraih banyak penghargaan. Di antaranya adalah Satya Lencana Karya Satya XXX dan XX dan PNS Teladan. Bahkan, tahun 2008-2010, beliau mendapatkan penghargaan 99 Most Powerful Women dari majalah Globe Asia.

Selama beliau menjabat sebagai menteri, jumlah kebakaran hutan tercatat mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

8. Puan Maharani – Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Puan Maharani – Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Nggak bisa dipungkiri, nama Puan Maharani memang sudah sering kali terdengar. Beliau terlahir dalam keluarga politisi. Mulai dari kakeknya, Soekarno, proklamator Republik Indonesia dan ibunya, Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia kelima sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan.

Sebelum ditunjuk menjadi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan sempat menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP di DPR periode 2014-2019. Beliau juga menjadi menteri termuda di kabinet kerja Jokowi.

9. Khofifah Indar Parawansa - Menteri Sosial

Khofifah Indar Parawansa - Menteri Sosial

Selain pernah menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Abdurrahman Wahid, Khofifah juga pernah didaulat menjadi Menteri Sosial saat era Bapak Jokowi.

Khofifah sendiri merupakan alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga. Kemudian beliau meneruskan pendidikannya dii Universitas Indonesia pada bidang keilmuan yang sama.

Saat ini, beliau menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur.

***

Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri, saat melihat perempuan-perempuan Indonesia mulai aktif dalam kancah politik. Semoga tahun ini atau tahun-tahun selanjutnya akan terus bertambah lagi kartini-kartini modern yang menorehkan namanya di berbagai bidang lainnya.

 

Baca juga: 

 

(Sumber gambar: mmtc.ac.id, indonesia.go.id, tabloidbintang.com, breakingnews.co.id, womensobsession.com, sehatnegeriku.kemkes.go.id, medcom.id, bisnisbandung.com, youtube.com)

LATEST COMMENT
Fatimah Ibtisam | 11 jam yang lalu

Pendaftaran SBMPTN setahu kami tidak memengaruhi atau dipengaruhi status sebagai mahasiswa. Yang terpenting peserta sesuai aturan. Bila diterima, baru kamu konsultasi dengan kampus. Kemungkinan salah salah satu prodi mesti dilepas.

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Dian Fitria | 3 hari yang lalu

Kak kalo kita msh berstatus jd mahasiswa aktif di suatu ptn trs ingin dftr sbmptn thn berikut ny dg ttp memilih ptn yg sama cmn beda jurusan itu status kita yg jd mahasiswa aktif di jurusan sblm nya bagaimana kak??

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
| 4 hari yang lalu

Maaf izin Share Mau kuliah di Fakultas Hukum di Surabaya? Kunjungi: http://fh.narotama.ac.id/

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©