Menu

Mengenal 7 Startup Unicorn di Asia Tenggara

Sempat disinggung dalam debat Capres 17 Februari 2019 lalu, kamu tahu nggak, sih, unicorn itu apa? Eitss, tunggu, unicorn itu bukan yang kartun tentang kuda-kuda itu, lho, gaes. Hihihi.

Jadi, sebenarnya istilah unicorn itu sudah nggak asing lagi di dunia startup. Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan startup yang dinilai memiliki ide tak biasa dan telah mengantongi valuasi lebih dari US$1 miliar.

Nah, Asia Tenggara merupakan kawasan yang memiliki unicorn terbanyak di kawasan Asia setelah Tiongkok dan India. Dilansir dari laman thesoutheastasia.com yang bertajuk Evolving Southeast Asia di ASEAN terdapat 7 unicorn di Asia Tenggara. Dari jumlah tersebut 4  di antaranya berasal dari Indonesia, lho.  Kira-kira apa saja, ya, startup unicorn tersebut? Cekidot!

1. Grab (US$ 10 Miliar)

Grab

Grab merupakan salah satu unicorn asal Singapura. Daripada memperlebar sayap di luar Asia Tenggara, Grab lebih memilih memperluas keberadaannya di Asia Tenggara. Kini, penyedia taxi online ini telah beroperasi di 30 negara. Di antaranya adalah Singapura, Malaysia, Filipina, India, Thailand, Vietnman dan juga Indonesia.

2. Go-Jek (US$ 5 Miliar)

Go-Jek

Selain Grab, Indonesia juga memiliki startup yang bergerak di bidang transportasi, lho. Yups, Go-Jek. Berdiri sejak tahun 2010, kini Go-Jek telah memiliki ribuan mitra yang melayani di 25 kota di seluruh nusantara.

Selain transportasi online, Go-Jek juga memberikan layanan antar makanan (Go-Food), barang (Go-Send), sistem pembayaran online (Go-Pay), dan masih banyak lagi lainnya. Fyi, Go-Jek berencana untuk ekspansi ke 4 negara di Asia Tenggara lainnya, yaitu Vietnam, Singapura, Thailand dan Filipina.

Dan mulai awal tahun 2019 ini, Go-Jek sudah resmi mengaspal di seluruh wilayah Singapura, lho.

3. Sea (US$ 4,9 Miliar)

Sea

Startup asal Singapura yang meraih gelar unicorn selanjutnya adalah Sea. Startup yang dulunya dikenal dengan nama Garena ini merupakan perusahaan belanja dan permainan online. Telah ditetapkan sebagai startup unicorn sejak tahun 2016. Sea membawahi beberapa bisnis seperti permainan online Garena, e-commerce Shopee dan layanan pembayaran digital AirPay.

4. Traveloka (US$ 7 Miliar)

Traveloka

Menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara online, Traveloka merupakan startup asal Indonesia yang menyandang status unicorn, lho, gaes. Traveloka berdiri sejak tahun 2012.

Platform online yang fokus dengan perjalanan domestik di Indonesia ini memudahkan penggunanya melakukan pemesanan hotel, pesawat, kereta dan operator transportasi lainnya, promotor acara, operator objek wisata, biro perjalanan, operator telekomunikasi, dan segala jenis penyedia layanan lainnya.

Berdasarkan Deal Street Asia, Traveloka dilaporkan telah memiliki nilai saham mencapai 2 triliun dolar Amerika di tahun 2017.

5. Tokopedia (US$ 1,3 Miliar)

Tokopedia

Tokopedia adalah sebuah platform online yang melibatkan individu dan pemilik usaha kecil hingga menengah untuk membuka toko secara online. That’s why, perusahaan yang berdiri sejak tahun 2009 ini telah menjadi salah satu e-commerce terkemuka di Indonesia.

Saat ini, Tokopedia menjadi markeplace platform terbesar di Indonesia yang memiliki jutaan penjual dan pelanggan.

6. Bukalapak (US$ 1 Miliar)

 Bukalapak

Sama seperti Go-Jek, Traveloka dan Tokopedia, Bukalapak juga tergabung dalam deretan startup di Indonesia yang meraih gelar unicorn, gaes. Di akhir tahun 2015, Bukalapak telah memiliki 510.000 usaha kecil dan menengah yang menjajakan lebih dari 1,4 juta barang. Bahkan Bukalapak telah berhasil melakukan transaksi lebih dari 4 juta dolar Amerika setiap harinya.

7. Revolution Precrafted (US$ 1 Miliar)

Revolution Precrafted

Satu-satunya startup yang meraih status unicorn dari Filipina adalah Revolution Precrafted. Startup yang dirikan oleh Robbie Antonio ini menawarkan koleksi  properti (termasuk rumah dan pavilion) yang dibuat oleh puluhan arsitek dan desainer ternama dunia, seperti Zaha Hadid, David Salle, Tom Dixon, Marcel Wanders, dan Lenny Kravitz’s Kravitz Design.

Terhitung sejak tahun 2017, Revolution Precrafted telah memiliki saham senilai 1 juta triliun dolar Amerika.

***

Nah, itu tadi 7 startup di Asia Tenggara yang telah meraih status unicorn. Bagaimana sudah menambah wawasanmu mengenai unicorn, ‘kan?

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: totalprocessing.com, creativemarket.com, marketing-interactive.com, dailysocial.id, todayonline.com, accuratecloud.id, tokopedia.com, bukalapak.com, dealstreetasia.com)

LATEST COMMENT
Fatimah Ibtisam | 11 jam yang lalu

Pendaftaran SBMPTN setahu kami tidak memengaruhi atau dipengaruhi status sebagai mahasiswa. Yang terpenting peserta sesuai aturan. Bila diterima, baru kamu konsultasi dengan kampus. Kemungkinan salah salah satu prodi mesti dilepas.

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Dian Fitria | 3 hari yang lalu

Kak kalo kita msh berstatus jd mahasiswa aktif di suatu ptn trs ingin dftr sbmptn thn berikut ny dg ttp memilih ptn yg sama cmn beda jurusan itu status kita yg jd mahasiswa aktif di jurusan sblm nya bagaimana kak??

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
| 4 hari yang lalu

Maaf izin Share Mau kuliah di Fakultas Hukum di Surabaya? Kunjungi: http://fh.narotama.ac.id/

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©