5 Cara Supaya Kamu Tetap Berpikir Positif di Segala Kondisi

Martin Seligmen, seorang Psikolog Klinis ‍yang meneliti tentang manusia dan kebahagiaan berpendapat bahwa manusia yang berpikiran positif, cenderung merasa lebih bahagia.

Kenapa? Karena ternyata bagian otak yang berhubungan dengan emosi, bekerja sesuai dengan apa yang kita percaya. Kalau kita percaya pada hal-hal baik—alias selalu berpikir positif—kita pasti bisa lebih mudah bahagia.

Ini dia cara gampang untuk membantu kamu selalu berpikir positif.

1. Miliki harapan baik setiap hari

Setiap pagi, bilang ke diri kamu sendiri bahwa hal-hal baik bakal terjadi hari ini. Harapan yang baik bakal bikin kamu lebih semangat dan percaya bahwa kamu layak mendapatkan—dan bisa melakukan—sesuatu yang baik.

Kalau kamu follow Instagram Youthmanual, kamu pasti pernah lihat cuplikan video Laurie Hernandez, salah satu atlet senam Olimpiade dari Amerika, yang masih berumur 16 tahun. Sebelum beraksi di tahap final, Laurie bilang ke diri sendiri “I got this” sebagai penyemangat dan harapan yang baik.

2. Kendalikan hal-hal yang kamu bisa kendalikan, dan jangan cemas tentang hal-hal yang nggak bisa kamu kendalikan

Banyak hal yang bisa kamu kendalikan di dunia ini. Misalnya, nilai ujian kamu, jurusan kuliah yang kamu pilih, seseorang yang kamu gebet, dan lain sebaginya. Kendalikan hal-hal itu dengan baik. Caranya, dengan nggak asal-asalan memilih atau asal-asalan melakukan sesuatu. Seperti kata Rinni Wulandari "Soundwave", usaha nggak pernah bohong. Totalitas itu penting!

Tapi kamu juga harus ingat bahwa ada beberapa hal yang nggak bisa kamu kendalikan di dunia ini. Misalnya, cara mengajar guru/dosen yang mungkin nggak sesuai sama cara belajar kamu, atau komen orang lain untuk kamu. Nah, jangan buang waktu kamu untuk hal-hal yang memang nggak bisa kamu kendalikan. Alihkan fokus kamu ke hal yang lebih bermanfaat. 

3. Baca, dengarkan, dan beradalah di lingkungan yang positif.

Isi pikiran kamu dan buku bacaan, film, lagu atau informasi yang inspirasif. Selain itu, bertemanlah dengan orang-orang yang nggak banyak mengeluh. Ingat, lingkungan bisa menularkan berbagai macam hal ke kamu. Kalau lingkungan kamu berisi orang-orang negatif, kemungkinan besar kamu pun akan melihat segala hal dari sisi negatifnya terus.

Hindari gosip, konflik, dan orang yang suka marah-marah karena hal kecil. Kalau bisa, langsung cari solusi dari sebuah permasalahan tanpa memperpanjang masalah tersebut. Berdebat boleh, tapi tujuannya harus untuk mencari solusi untuk kepentingan bersama, bukan untuk ngotot-ngototan siapa yang benar dan salah.

Positif Thinking 1 - Youthmanual

4. Buatlah rencana, dan rayakanlah keberhasilan sekecil apapun.

Buat daftar rencana dari hal-hal yang ingin kamu lakukan. Bayangkan seluruh proses, bagaimana kamu memulai sampai ketika kamu mencapainya. Evaluasi terus pencapaian kamu dan rayakanlah keberhasilan sekecil apapun. Misalnya, beri hadiah kecil untuk diri kamu sendiri, kalau kamu berhasil melakukan sesuatu. Hadiahnya bisa sekedar beli es krim, game, atau aksesoris yang dari dulu kamu incar.

Kalau kamu gagal melakukan sesuatu, catat kesalahan kamu, supaya kamu nggak mengulangi kesalahan yang sama. Trus, sedihnya jangan lama-lama, ya, gaes. Percayalah, semua orang hebat gagal dulu sebelum mereka berhasil. Kegagalan mereka pun nggak satu atau dua kali!

5. Mau mendengarkan orang lain dan memuji keberhasilan mereka.

Buka pikiran kamu untuk belajar dari orang lain. Tapi untuk bisa belajar dari orang lain, kamu harus bisa merendahkan hati dan membuka telinga. Jangan pelit pujian terhadap keberhasilan teman atau keluarga kamu. Yakin, deh, kamu akan menuai apa yang kamu tanam.

Kalau kamu selalu mendukung orang-orang terdekat kamu, kamu akan mendapatkan hal yang sama. Jadi kalau kamu bertanya “Kenapa, sih, nggak ada orang yang dekat dan mau mendukung saya?” Mungkin kamu harus berkaca dulu, gaes. Kebaikan harus dimulai dari dalam diri sendiri dulu, dong. Setuju?

(sumber gambar: sliceofhealth.in, hughesmarino.com, modeislife.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Tiara Windi | 22 hari yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 22 hari yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Akun Tum | 26 hari yang lalu

Hi min bagaimana kalau semester 5 ini gua punya maksimal 24 sks dan sks yg dapat ku ambil cuman 23, nah bagaimana itu klau ada mk wajib 1 yg 3 sks nya saya buang dan menggantikan dengan mk pilihan 2 yang 2 sks-2 sks, untuk mempas kan sks 24.. Menurut mimin bagaimana baiknya

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Indriani | 1 bulan yang lalu

min masa cuti saya sudah selesai terus sya lanjut kuliah lgi tpi pas penawaran batas SKS yang saya ambil cmn 16 SKS pdhl sy ingat IPK sebelum cuti saya 3.20 hrusanya kn 24 SKS kn bantu jawab min sya smpe gk bisa tdr gara2 mikirin ini

Cuti Kuliah: Ketentuan dan Serba-Serbinya
Deni Y | 1 bulan yang lalu

apakah saya bisa berkontak dengan Pak Dimas

Profesiku: Kurator Musik, Dimas Ario
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1