Profesiku: Sales Group Head Televisi & Digital Media, Marina Devita

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi sales marketing yang ditekuni Marina Devita.

Lulus dari jurusan PenyiaranUniversitas Indonesia‍, Marina Devita melanjutkan studi ke jurusan S1 Komunikasi Massa dan Magister Manajemen Universitas Indonesia. Marina sempat bekerja di Production House dan Metro TV, sebelum akhirnya bekerja sebagai sales group head (Manajer Penjualan) di BeritaSatu.

Profesiku:

“Profesi gue adalah sales marketing dan posisi saat ini adalah sales group head. Gue menangani televisi BeritaSatu serta digital jakartaglobe.id dan beritasatu.com."

Tugasku sehari-hari:

marina devita
 

“1. Memastikan keuntungan setiap bulan mencapai target yang ditentukan.

2. Membangun hubungan dengan klien.

3. Menjaga hubungan dengan klien baru dan klien lama.

4. Market development.

5. Menyusun strategi penjualan bulanan, budgeting, monitoring KPI (Key Performance Index) para sales junior dan senior di tim yang gue pimpin.

Jam kerjanya resminya, dari pukul 9.30 sampai 6 sore. Tapi nggak selalu begitu, sih. Kadang bisa lebih pendek atau lebih panjang, tergantung aktivitasnya. Soalnya, minimal 3 kali seminggu kami bertemu klien, dan meeting-nya bisa di luar kantor. Kalau klien yang mengadakan acara, kami juga suka hadir untuk berbaur dan membangun relasi."

Modal yang perlu dimiliki untuk menjadi seorang sales group head:

“Yang terpenting sih, punya goal, karena ada target revenue yang ingin dicapai. Trus, harus mau bertemu banyak orang, kreatif, up to date, dan selalu membangun network.

Dia juga harus menguasai informasi tentang produk, teknik closing (membuat kesepakatan), serta skill membangun hubungan.

Gue rasa, background pendidikan marketing nggak terlalu diperlukan. Walaupun kalau punya latar belakang Marketing atau Komunikasi akan lebih baik karena udah punya teorinya. Nah, saat posisinya makin atas, harus makin mempertajam ilmu.

Pada akhirnya, orang mau bekerja sama dengan kita, apabila kita menjaga hubungan dengan mereka. Jadi harus memperdalam skill membangun hubungan, bukan sekadar teori."

Jalan untuk mencapai posisi sales group head:

“Biasanya dimulai dari menjadi sales junior. Atau bisa juga direkrut dari divisi lain (untuk masuk bagian penjualan) jika dianggap berpotensi.

Gue sendiri, waktu pertama kali kerja di industri media justru di bagian produksi (televisi). Mulai dari bikin script,  jadi production Assistant, sebagai produser, hingga akhirnya di bagian sales dan marketing selama 2 tahun, lalu menjadi sales group head.

Gue memutuskan pindah dari bagian produksi ke sales karena passion. Trus, menurut gue bidang sales lebih potensial dan jujur saja lebih “menghasilkan” (ketimbang di bagian produksi). Hahaha!”

marketing

Hal yang paling menyenangkan dan yang paling menantang dalam pekerjaan ini:

“Yang paling menyenangkan adalah ketika gue berhasil meningkatkan hubungan dari sekedar klien menjadi teman baik. Hubungan ini berlangsung untuk jangka panjang. Di mana pun gue dan mereka bekerja, kami bakal tetap keep in touch dan bekerja sama.

Di sisi lain, tanggung jawab untuk kejar target pemasukan merupakan tantangan. Belum lagi, kalau dapat klien yang susah dipahami, terlalu banyak tuntutan, dan bossy. Trus, karena gue merupakan kepala grup sales, yang menantang adalah bagaimana mengatur tim."

Salah kaprah tentang profesi ini:

“1. Bagian sales nggak paham urusan produksi. Kenyataannya, nggak semua bagian penjualan seperti itu.

 2. Dianggap licik. (Waduh!)

3. Uangnya paling banyak. Kenyataannya gaji pokok kami kecil, lho! Seorang sales hidup dari insentif, yang diberikan bila target penjualan tercapai.

Penting diingat bahwa bagian sales membuat perusahaan bisa berjalan. Jadi seharusnya tiap orang di perusahaan ikut memikirkan mengenai sisi penjualan juga."

Pesan untuk anak muda yang ingin menggeluti profesi ini:

"Berani lah mencoba (menjadi sales). Nggak perlu khawatir soal target, yang penting kita punya goal  untuk berkontribusi di perusahaan.

Dalam perjalanannya (bekerja), kita akan dapat banyak bantuan dan akan ada saja peluang. Asalkan, open minded serta rendah hati untuk mengerjakan pekerjaan remeh sekalipun. Jangan lupa, untuk terus  belajar dan mengasah berbagai skils, seperti  membangun hubungan, selling, komunikasi dan sebagainya.”

(sumber gambar: redbooth.com, dok. pribadi, silvon.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Al havis Fadilla rizal | 6 hari yang lalu

Open pp/endorse @alfadrii.malik followers 6k minat dm aja bayar seikhlasnya geratis juga gpp

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Deca Caa | 27 hari yang lalu

open pp/endorse @aaalysaaaa 11,6 followers dm ya bayar seiklasnyaa

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Deca Caa | 27 hari yang lalu

open pp/endorse @aaalysaaaa 1,6 followers dm ya, bayar seiklasnyaa

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
AtomyFirst Chanel | 28 hari yang lalu

Open PP @houseofshirly foll 427k @Idea_forhome foll 377k @myhomeidea_ foll 270k. Harga Paket lebih murah. DM kami yaa..

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2024 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1