Pilihan Destinasi Liburan dan Tips Traveling Hemat untuk Pelajar dan Mahasiswa

Sebentar lagi akhir tahun, nih. Buat kamu pelajar dan mahasiswa, pasti udah mulai mempersiapkan rencana-rencana liburan. Saya sendiri termasuk orang yang mendukung traveling sejak muda. Kenapa? Karena seperti yang Youthmanual pernah bahas, banyak banget manfaat yang bisa kamu dapatkan dari traveling, diantaranya bikin seseorang lebih kreatif dan punya kualitas yang oke dalam dirinya.

Bahkan menurut beberapa entrepreneurs yang pernah saya wawancara, traveling udah jadi agenda wajib mereka untuk melatih mereka menjadi pebisnis yang lebih baik.

Tapi oh tapi, jalan-jalan nggak murah, sob! Maka kendala standar anak muda kalau mau jalan-jalan adalah… budget! Andaikan traveling ke Jepang, Cina, Korea, Kamboja, Singapura, atau Paris (Prapatan Ciamis?) bisa ditempuh pake sepeda. Huft...

Terus liburan ke mana, dong?

Selain traveling ke luar negeri, banyak juga tempat alternatif yang bisa kamu kunjungi di dalam negeri untuk mengisi liburan akhir tahun.

Diantaranya, kamu bisa jalan-jalan ke:

Bahkan, kamu bisa traveling ke daerah yang sering jadi bahan lelucon yaitu Jonggol, Jawa Barat! Meskipun sering banget dibully, kawasan Desa Sukamakmur, Jonggol bisa memanjakan mata dengan sawah-sawah yang masih hijau, lingkungan yang asri, dengan penduduk desa yang masih sangat bersahaja. Kalau kamu ke sana di pagi hari, kamu juga akan merasakan udara yang sejuk banget.

Baca selengkapnya tulisan Marista Rovyanti yang telah terpilih sebagai salah satu pemenang lomba blogging #KelasKreatifYM tentang liburan ke Jonggol!

Kalau sudah menentukan tempat liburan, apa aja yang harus dipersiapkan?

Youthmanual punya tips menekan budget jalan-jalan buat kamu. Coba ikuti tips berikut ini biar traveling kamu lancar.

1. Rencanakan perjalanan dengan niat!

a. Buatlah itinerary alias rencana perjalanan dengan niat sepenuh hati dan jiwa! Dari awal, tentukan tempat-tempat yang ingin kamu kunjungi, lalu silahkan browsing segala hal tentang tempat-tempat tersebut.

b. Catat nomor kontak semua tempat tujuan wisata kamu, buat jaga-jaga aja kalau kamu butuh info penting dari mereka.

c. Kalau kamu bikin reservasi—hotel, transportasi, atau apapun—secara online, catat contact number setiap situs booking tersebut. Pastikan juga tanggal dan nama reservasi yang tercantum sudah benar nama kamu! ‘Kan nggak lucu, kalau kamu ditolak check-in gara-gara nama kamu nggak terdaftar.

d. Bekali dirimu dengan peta lokal dan jadwal angkutan umum untuk getting around. Peta lokal bisa dilihat di Google atau silahkan comot di tourism information saat kamu sampai di tempat tujuan.

e. Last but not least, cari tau cuaca di saat kamu melakukan perjalanan nanti. Jangan sampai bawa jaket tebal, ternyata cuaca panas bak Tanjung Priok jam 12 siang. Atau sebaliknya, cuma bawa cardigan selembar, ternyata cuacanya dingin dan berangin!

2. Manfaatkan apa yang bisa dimanfaatkan

a. Biasanya, beberapa objek wisata memberikan diskon tiket masuk kalau tiketnya dibeli dalam bentuk paket. Misalnya, tiket museum A jadi lebih murah kalau belinya digabung dengan tiket museum B.

b. Ada tempat-tempat wisata yang menawarkan diskon atau akses gratis bagi mahasiswa atau pelajar. Misalnya, galeri atau museum tertentu. Coba riset dulu sebelum pergi.

c. Punya kenalan atau saudara yang tinggal di destinasi jalan-jalan kamu? Coba kontak, deh, trus minta tips-tips travelling dari mereka. Pastinya mereka lebih paham situasi serta punya banyak tips untuk menekan budget. Siapa tau malah ditawarin nginep di rumahnya? Lumayan banget bisa ngirit penginapan!

3. Nggak usah gunakan tour guide

Banyak-banyaklah berinteraksi dengan penduduk lokal agar tau cerita di tempat-tempat yang kamu kunjungi. Kadang perspektif pengunjung memberikan lebih banyak hal menarik dibandingkan keterangan dari tour guide atau pemandu wisata yang begitu-begitu aja. Gratis, pula!

4. Hostel, bukan hotel

Menginap di hostel tentunya jauh lebih murah daripada menginap di hotel. Hostel murah dan nyaman sudah banyak bertebaran di mana-mana, kok.

Trus, meskipun hostel adalah penginapan murah meriah, jangan khawatir soal keamanan barang-barang pribadi, karena biasanya mereka menyediakan loker dengan kunci masing-masing.

Tapi untuk privacy dan kenyamanan, lain cerita ya, sob. Di hostel, sebuah kamar atau dormitory biasanya terdiri dari enam sampai sepuluh tempat tidur untuk di-share dengan tamu-tamu lain. Kamar mandinya juga sharing, dan berada di luar kamar. Jadi jangan harap bisa nyetel dangdut keras-keras dari handphone sebelum tidur, kentut sembarangan, atau bebas lari-larian pake kancut aja di kamar. Hiii!

5. Nggak usah beli peralatan khusus traveling, cukup pinjam saja

Biasanya, ketika mau traveling, kita gatel ingin beli banyak perlengkapan untuk perjalanan tersebut. Apalagi kalau perjalanannya bersifat menantang, seperti hiking ke gunung, diving, atau pergi ke rumah mantan (itu termasuk perjalanan menantang, lho!). Pasti kita merasa perlu beli printilan pelengkap.

Namun sebenarnya kita bisa sewa atau pinjam barang-barang tersebut. Misalnya, kalau mau mendaki gunung, carrier dan sleeping bag-nya pinjem aja. Uangnya ‘kan lebih baik dialokasikan untuk mengunjungi tempat-tempat lain.

6. Bawa perbekalan

Saat traveling, saya biasanya bawa ransum untuk bekal selama perjalanan. Makanan-makanan yang cocok untuk dibawa adalah makanan yang tahan lama, seperti kering kentang, ikan teri, mie instan cup, serta roti. Dengan bawa bekal, kita jadi bisa mengurangi budget beli makanan. Hemat, deh!

Ketika harus makan di luar, saya sarankan hindari makan di restoran. Coba makan di vendor pinggir jalan, deh. Tentunya pilih yang bersih, ya. Selain lebih murah, kamu juga jadi bisa nyicipin makanan khas setempat.

7. Jangan remehkan the power of walking

Saat plesir, kamu nggak harus selalu masuk ke tempat-tempat wisata berbayar, lho. Sekedar jalan kaki keliling kota pun asik. Kamu jadi bisa menyerap suasana lokal sepenuhnya, nonton aksi para street performers, menikmati street art, juga mengeksplor arsitektur atau tata kota yang ada. Dan yang terpenting, semuanya gratis!

8. Gunakan transportasi publik

Untuk getting around, naik “angkot” setempat pastinya lebih hemat daripada naik taksi. Memang, sih, kita jadi harus ekstra hati-hati, karena transportasi publik seringkali jadi lokasi kejahatan.

9. Mau beli suvenir? Belilah di pasar!

Suvenir yang dijual di pasar jelas jauh lebih murah dibandingkan yang dijual di toko. Lagipula, barang-barang pasar nggak berarti jelek, lho. Kita cuma musti lebih jeli memilih dan pandai menawar.

Biar begitu, nggak semua pasar lokal itu murah, sih. Ada aja pasar yang sudah sangat komersil terhadap turis, sehingga harga barang-barangnya tetap mahal. Riset harga dulu sebelum membeli, ya!

Kalau udah nyatet semua tipsnya, jangan lupa menyisihkan dana khusus traveling. Oh iya, pas traveling, hindari juga post hal-hal seperti situasi rumah ke media sosial demi keamanan dan kenyamanan.

Selamat mempersiapkan liburan, ya!

 

(Sumber gambar: allergytranslation.com, itamarsita.blogspot.com, anythingbali.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Crypton | 17 hari yang lalu

Setelah 2018 ingin masuk oseanografi di postingan ini dan sekarang sudah semester 9, sangat bersyukur bisa ada di oseanografi.. Next S2 Ocean Instrumentation!!

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
Olinnn | 20 hari yang lalu

Open pp/endorse cek ig : pragunawati_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1