Menu

Profesiku: Strategic Planner Manager, E Meidian Ciptanya

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi Strategic Planner Manager bersama Emcee!

E Meidian Ciptanya alias Emcee (baca: Em-si) adalah seorang Manajer Penyusun Strategi Pemasaran‍ (Strategic Planning Manager) di perusahaan agensi Dentsu One. Emcee bekerja di Dentsu One sejak dua tahun lalu, tetapi sudah bekerja di dunia Marketing-Communication/Advertising selama delapan tahun. Emcee adalah sarjana S1 lulusan Universitas Islam Indonesia jurusan Manajemen Pemasaran, angkatan 2001.

Profesiku:

Penyusun Strategi Pemasaran‍ (Strategic Planning Manager) di perusahaan agensi Dentsu One”

Tugas sehari-hari:

“Sebagai perencana strategi, tugas utama saya adalah mendesain atau merencanakan komunikasi pemasaran dengan berbagai pertimbangan strategis, untuk klien-klien Dentsu One. Klien-Klien Dentsu One saat ini beragam, mulai dari perusahaan Farmasi, perusahaan FMCG (Fast Moving Consumer Goods), perusahaan otomotif, hingga perusahaan telekomunikasi.

Umumnya, ada dua fase dalam pekerjaan Strategic Planner:

1) Pemetaan masalah atau pertimbangan strategis. Fase ini biasanya saya sebut sebagai Revelation

2) Mulai mendesain ide komunikasi dan rencana eksekusinya. Fase ini biasanya saya sebut sebagai Creation.

Emcee bersama tim Strategi & Digital

Saya jelaskan tentang Revelation dulu, ya.

Pertimbangan strategis ditentukan oleh banyak hal. Biasanya, yang paling menentukan adalah business case kliennya.

Sebagai contoh, ada salah satu klien otomotif kita yang punya masalah dengan pencitraan merek alias brand image-nya. Konsumen menganggap brand milik klien kita ini kurang berkelas, bahkan cenderung murahan. Padahal, menurut riset pasar, “brand image yang berkelas” adalah salah satu pertimbangan pelanggana dalam memilih produk otomotif.

Nah, karena masalahnya sudah ketahuan, Strategic Planner akan mulai mendesain komunikasi pemasaran untuk si klien, untuk memperbaiki brand image klien tersebut agar jadi lebih “berkelas”.

Jangan lupa, masing-masing klien memiliki business case yang berbeda-beda, sehingga perlu ditangani dengan berbeda-beda juga, sesuai case-nya.

Pertimbangan strategis juga ditentukan oleh consumer landscape—alias demografi dan pola pikir konsumen—serta industry/competitive landscape, dimana Strategic Planner harus melihat para pesaing brand sang klien.

Terakhir, pertimbangan strategis juga ditentukan oleh culture/trend, alias budaya pop. Strategic Planner harus bisa melihat, budaya pop apa yang bisa dimanfaatkan untuk menentukan arahan strategi komunikasi.

Dari situ, kita bisa menentukan kesempatan apa yang bisa dapat digunakan untuk dijadikan arahan strategi komunikasi.

Sekarang saya jelaskan tentang Creation, ya.

Setelah menentukan pertimbangan strategis untuk klien, Strategic Planner mulai brainstorming dan merencanakan cara mewujudkan ide tersebut.

Sebenarnya inilah inti dari pekerjaan Strategic Planner. Jadi, setelah melihat pertimbangan-pertimbangan strategis di atas, kita akan menentukan ide kampanye marketing apa yang cocok untuk brand klien kita,

Setelah memutuskan ide, langkah selanjutnya adalah membuat rencana eksekusinya, termasuk menentukan medium dan media yang sekiranya cocok untuk menyampaikan ide komunikasi kita untuk brand klien.”

Modal yang perlu dimiliki untuk pekerjaan ini:

1. Social Science

"Karena seorang Strategic Planner harus memperhatikan sikap dan tingkah laku orang lain, maka kita perlu memperhatikan orang, masyarakat, bahkan mempelajari ilmu sosialnya sekalian."

2. Creative Thinking & Storytelling

"Strategic Planner adalah profesi di bidang marketing/advertising, yang termasuk dalam kategori industri kreatif. Artinya, profesi ini cocok bagi orang yang suka menggunakan kreatifitas untuk menjawab tantangan-tantangan bisnis. Profesi Strategic Planner juga cocok untuk orang-orang yang suka bercerita, karena kita harus bisa membuat konsumen tertarik dengan brand milik klien yang kita tangani, lewat cerita dalam kampanye pemasaran."

3. Collaboration

"Seorang Strategic Planner selalu menjadi bagian dari tim besar, yang menangani brand tertentu milik klien. Karena kita selalu bekerja dalam tim, kemampuan untuk berkolaborasi dan bekerja sama dalam tim, tuh, penting banget.

Umumnya, tim Strategic Planner harus bekerja sama dengan tim Client Relationship—yang tugas sehari-harinya berhubungan dengan klien—serta tim Creative, yang tugas sehari-harinya adalah mengolah ide-ide komunikasi menjadi berbagai materi audio dan visual."

4. Consultation

"Strategic Planner juga musti tertarik dan mampu membicarakan bisnis dengan klien, agar kita bisa mempelajari business case yang sedang dihadapi dengan lebih tajam."

Tahap untuk mencapai posisi kamu yang sekarang:

"Umumnya, dimulai dari jabatan Knowledge Officer dahulu. Tugas utama Knowledge Officer ini adalah mencari data-data yang bisa mendukung pertimbangan strategis.

Jenjang selanjutnya adalah Junior Strategic Planner, kemudian Senior Strategic Planner. Perbedaannya ada di skala dan beban business case yang dihadapi aja, sih. Selain itu, Senior Strategic Planner biasanya sudah bisa bekerja dengan lebih mandiri, tanpa banyak diawasi oleh manajernya, dibandingkan Junior Strategic Planner.

Posisi selanjutnya adalah Strategic Planner Manager, yang akan menjadi team leader dari para strategic planner. Seorang Strategic Planning Manager nggak hanya perlu skill penyusunan strategi, tetapi juga skill berorganisasi di perusahaan dan skill mengembangkan tim."

Hal-hal yang kamu sukai dari profesi ini:

"Bekerja sebagai Strategic Planner membuat saya nggak pernah berhenti belajar dan berkreasi, karena saya harus selalu menghadapi berbagai macam business case dengan segala kerumitannya, namun menarik untuk dipelajari dan didalami.

Selalu ada momen dimana saya menantang diri saya sendiri untuk menginterpretasikan data dengan cara atau sudut pandang yang berbeda, supaya saya bisa mendapatkan pelajaran baru. Dan selalu ada tantangan untuk membuat ide-ide menarik, untuk dijadikan solusi bisnis klien.

Saya juga senang jadi bisa bertemu banyak orang dengan berbagai latar belakang industri."

Tips untuk anak-anak muda yang mau bekerja sebagai strategic planner:

"Kalau kamu punya sifat penasaran yang tinggi—dan keinginan untuk membuat sesuatu demi “menjawab” rasa penasaran tersebut—serta jiwa kreatif, profesi strategic planner cocok buat kamu.

Lalu, kamu harus tahu bahwa ketika kamu bekerja di bidang strategic planner, kamu sebenarnya sedang “digodok” untuk menjadi ahli di bidang strategi dan desain komunikasi. Kamu sedang mengalami proses mastery. Jadi, penting banget agar kamu sabar, sampai kamu “matang” pada waktunya. Jangan mau buru-buru jago atau naik jabatan, ya!"

(sumber gambar: dok. pribadi)

LATEST COMMENT
Khusnul Khotimah Hamzah | 2 hari yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©