Apa Itu Portofolio, dan Kenapa Kamu Membutuhkannya untuk Melamar Kerja?

Ketika kamu mencari pekerjaan, pasti, kamu sering sekali mendengar kata portofolio. Sebenarnya, apa, sih, portofolio itu? Kertas besar yang bergaris? Wait... Bukan, gaes, itu mah kertas folio, kalau portofolio beda lagi, nih. Portofolio adalah kumpulan dari contoh-contoh pekerjaan yang sudah kamu kerjakan atau dokumentasi profesional yang pernah dinilai atau dipublikasikan di suatu majalah, website dan sebagainya.

Nah, biasanya portofolio ini memiliki beragam bentuk, nih, gaes. Portofolio ada yang berbentuk softcopy yang disimpan di dalam flashdisk atau hardisk dan ada juga portofolio yang berbentuk hardcopy misalnya seperti gambarmu di suatu kertas atau tulisan tanganmu di atas semua kertas. Biasanya, kalau portofolio-mu berbentuk hardcopy, kamu bisa memyimpan semua portofoliomu dalam satu binder.

Hmm... Apakah semua pekerjaan membutukan portofolio saat kita melamar pekerjaan tersebut? Atau portofolio ini hanya diharuskan untuk beberapa pekerjaan saja? Well, nggak semua pekerjaan membutuhkan portfolio, kok. Ada beberapa pekerjaan yang nggak perlu menggunakan portofolio, namun, ada juga yang mengharuskan para pelamar mencatumkan portofolio. Pekerjaan yang mengharuskanmu mencantumkan portofolio adalah modelling, writer baik itu sebagai Content Writer maupun Copywriter, Manajer Periklanan dan Promosi, Fotografer, Desainer Grafis, Web Desainer, Desainer Interior, Make Up Artist, Aktor, Desainer Video Game, Dekorator Kue, Produser TV / Film / Video dan masih banyak lagi!

Portofolio merupakan suatu hal yang penting, lho, bagi beberapa pekerjaan dan tentunya bagi orang yang melamar pekerjaan tersebut. Hmm... Penasaran kenapa portofolio itu penting? Cek dulu, yuk, poin-poin tentang kenapa portofolio itu penting di bawah ini!

1. Portofolio menunjukkan kemampuanmu

portofolio menunjukkan kemampuan

Yes, karena portofolio berisi semua hasil karyamu baik itu berupa tulisan maupun gambar, keduanya merupakan hasil karyamu. Dengan menunjukkan portofolio-mu, sama saja seperti kamu menunjukkan kemampuanmu. Lho, kok, gitu? Ya, iya, dong.

Portofolio kan merupakan gambar-gambar atau tulisan-tulisan yang dibuat oleh kamu sendiri dan dengan kemampuanmu sendiri. Dengan membuat portofolio, pasti, kamu mengerahkan semua kemampuanmu untuk menghasil suatu karya. Jadi, dengan melihat karyamu, para HRD yang mewawancaraimu dapat melihat seberapa besar kemampuan yang kamu miliki.

2. Portofolio dapat menunjukkan dimana saja kamu pernah bekerja

Kita semua pasti sudah tahu, kan, kalau profesi model pasti pernah difoto untuk berbagai majalah, produk dan sebagainya? Nah, hasil foto yang dimiliki para model ini menjadi suatu portofolio bagi dirinya. Misalnya, model A pernah mengikuti ajang perlombaan modelling, well, foto-foto yang dihasilkan dari ajang perlombaan modelling tersebut bisa menjadi portofolio dari si model A, lho.

Biasanya, ketika seorang model menghasilkan suatu foto untuk dijadikan portofolio,  pasti, ia akan memberikan keterangan untuk apa foto itu dan dimana foto itu akan diterbitkan. Dengan begitu, para recruiter akan mengetahui dimana si model tersebut pernah berkarir. Biasanya, kalau model tersebut pernah bekerja untuk perusahaan-perusahaan besar, fee dari model tersebut akan semakin besar juga, lho. Selain itu, kredibilitas dari si model pun nggak akan dipertanyakan kembali. Hal ini tentu berlaku untuk semua pekerjaan yang membutuhkan portofolio.

3. Portofolio dapat membuat percakapanmu lebih terfokuskan

Yap, ketika kamu memiliki dan membawa portofoliomu, kamu dan si pewawancara akan memiliki pembicaraan yang lebih fokus, yaitu membahas portofolio yang kamu miliki. Coba bayangkan kalau kamu nggak punya portofolio, saya rasa, obrolanmu dan si pewawancara akan menjadi luas.

Nah, karena pembicaraanmu dengan pewawancara akan lebih fokus ke satu arah, kamu pun dapat menyiapkan diri atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ada ditanyakan kepadamu. Kamu bisa menulis semua pertanyaan yang akan ditanyakan beserta siapkan jawaban yang baik untuk menjawab semua pertanyaan. Karena portofolio merupakan hal yang telah kamu kerjakan sebelumnya, kemungkinan, pertanyaan yang akan ditanyakan ialah seputar apa kesulitan yang kamu alami, kenapa kamu memilih tema tersebut, hal apanyang kamu suka dari karya yang telah kamu kerjakan dan sebagainya.

4. Menunjukkan progres atas kemampuanmu

Nah, portofoliomu pun merupakan suatu bukti bahwa kamu memiliki progres di setiap pekerjaanmu. Misalnya, gini, kamu seseorang yang bekerja di ranah design grafis, setiap harinya kamu membuat gambar atau design yang dibutuhkan oleh client-mu. Dari pertama kali kamu bekerja hingga saat ini, pasti, kamu mengalami perubahan pada hasil karyamu.

Perubahan kayak gimana, sih, maksudnya? Ya... Kurang lebih perubahan-perubahan seperti caramu menggambar, gaya menggambarmu, teknik menggambarmu, kemampuan menggunakan software untuk menunjangmu dan sebagainya. Perubahan ini mengarah kepada perubahan-perubahan yang baik, ya, gaes, karena setiap harinya kamu kan mengulang dan mengasah kemampuan menggambarmu terus menerus.

Jadi, ketika kamu mengumpulkan semua karyamu dalam satu binder atau media penyimpanan elektronik, kamu bisa menemukan adanya progres dari satu gambar ke gambar lainnya yang digambar di waktu-waktu yang berbeda. Hal ini nggak hanya berlaku pada para pekerja dalam ranah design grafis aja, nih, gaes. Kamu pun yang bekerja dalam ranah modelling, content writer dan pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan portofolio lainnya dapat menunjukkan progres karyamu dalam portofolio yang kamu buat

5. Membantu kamu dalam berkomunikasi dengan interviewer

membantu pembicaraan dengan interviewer

Ketika kamu ditanya oleh si pewawancara "apa kemampuanmu?", rasanya, agak kurang memuaskan, ya, jika kamu hanya menjawabnya dengan "saya bisa menggambar". Lho, memangnya kenapa nggak memuaskannya? Well, bisa menggambar itu memiliki pengertian yang berbeda-beda, lho. Nanti kalau anak Sekolah Dasar ditanya "kamu bisa gambar?" pasti semuanya menjawab bisa.

Nah, agar lebih memuaskan, kamu bisa menunjukkan gambar-gambar yang telah kamu hasilkan sebelumnya. Nah, gambar tersebut merupakan karya yang bisa dijadikan bukti bahwa kamu memiliki kemampuan. Selain, itu, gambar atau portofolio tersebut dapat menunjukkan seberapa besar kemampuanmu dalam membuat suatu karya baik itu menggambar, menulis, modelling dan sebagainya.

***

Wah, ternyata portofolio dapat memberikanmu banyak kemudahan-kemudahan, ya. Kamu nggak perlu bercerita panjang-lebar atas apa yang kamu kerjakan, dengan portofolio, kamu bisa menunjukkan hasil kerjamu. Nah, daripada kamu capek-capek berbicara, ada baiknya kamu membuat portofolio untuk menunjukkan karyamu. Mau bagaimana pun, dengan menunjukkan karya, akan lebih dipertimbangkan jika dibandingkan dengan berbicara. Maka dari itu, gaes, bisa dikatakan bahwa portofolio itu penting.

Buat kamu yang ingin bekerja di ranah-ranah yang telah disebutkan di atas, jangan malas untuk membuat portofolio-mu, ya. Kalau kamu sudah memiliki portofolio yang tertulis di suatu kertas, kamu bisa menyatukannya di dalam binder, daripada karya-karyamu tercecer dan hilang. Kalau kamu mengerjakannya di komputer, kamu bisa mencari file-file yang kamu kerjakan dan masukan ke dalam flashdisk, hardisk atau di media penyimpanan online agar karya-karyamu nggak hilang. Buat kamu yang belum pernah membuat portofolio, yuk, buatlah portofolio-mu dari sekarang!

Baca juga:

(Sumber gambar: youtube.com, wordpress.com, uxdesign.cc)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Tiara Windi | 23 hari yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 23 hari yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Akun Tum | 28 hari yang lalu

Hi min bagaimana kalau semester 5 ini gua punya maksimal 24 sks dan sks yg dapat ku ambil cuman 23, nah bagaimana itu klau ada mk wajib 1 yg 3 sks nya saya buang dan menggantikan dengan mk pilihan 2 yang 2 sks-2 sks, untuk mempas kan sks 24.. Menurut mimin bagaimana baiknya

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Indriani | 1 bulan yang lalu

min masa cuti saya sudah selesai terus sya lanjut kuliah lgi tpi pas penawaran batas SKS yang saya ambil cmn 16 SKS pdhl sy ingat IPK sebelum cuti saya 3.20 hrusanya kn 24 SKS kn bantu jawab min sya smpe gk bisa tdr gara2 mikirin ini

Cuti Kuliah: Ketentuan dan Serba-Serbinya
Deni Y | 1 bulan yang lalu

apakah saya bisa berkontak dengan Pak Dimas

Profesiku: Kurator Musik, Dimas Ario
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1