Menu

Persiapan Kuliah

Panduan ini akan membantumu untuk menyusun rencana kuliah dari bangku sekolah, mengenali bidang-bidang program studi kuliah, serta memilih kampus yang paling tepat buatmu.

Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) adalah bidang jurusan kuliah yang menaungi jurusan ilmu-ilmu eksak alias ilmu pasti. Bidang ini termasuk salah satu bidang yang paling digemari siswa-siswi jurusan IPA karena sifat keilmuannya yang sangat kental di dalam bahasan pengetahuan alam—sampai-sampai dijuluki dengan nama “Mother of Science”.

Akar-akar ilmu pengetahuan di bidang ini semakin bercabang mengikuti perubahan zaman, perkembangan ilmu pengetahuan, serta intervensi teknologi dan dunia digital. Bidang MIPA yang dulunya hanya dikenal memilikiki jurusan Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, sekarang memiliki cakupan yang lebih luas dan mutakhir seperti Astronomi dan Bioteknologi. Wah, kira-kira bidang MIPA dewasa ini udah se-advanced apa, sih?

 

Cakupan Studi Bidang MIPA

Jurusan MIPA dikenal dengan pendalaman teorinya di dalam bidang eksak, yaitu ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam. Secara konnvensional, jurusan-jurusan di dalam payung bidang ini terdiri dari Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Dengan kata lain, pendalamannya masih terbatas banget, sob!

Tapi, karena cakupan studinya yang terlalu luas, pendalaman bidang ini semakin dipecah menjadi jurusan-jurusan yang lebih spesifik—namun masih berada di dalam kaidah ilmu eksak. Contohnya, jurusan matematika kini memiliki “cabang” baru yang berhubungan dengan perhitungan risiko dan peluang masa depan, yang disebut juga dengan program studi Aktuaria.

Selain itu, ada juga prodi Geografi, Geofisika, Astronomi dan Meteorologi yang mempelajari kaidah ilmu fisika di dalam dimensi-dimensi yang berbeda (seperti bumi atau luar angkasa). Begitu pula dengan Ilmu Intelijen yang kini mulai digemari karena sifatnya yang memadukan ilmu eksak dengan fenomena dalam lingkungan sosial.

Oya, bidang MIPA dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan spesialisasinya, yaitu bidang non-pendidikan dan bidang pendidikan. Pada bidang non-pendidikan, lulusannya diharapkan untuk dapat menjadi sarjana sains yang mumpuni dalam berbagai riset terpadu dan penelitian. Pada bidang pendidikan, pastinya harus bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas untuk dapat meneruskan ilmu yang didapatkan kepada generasi-generasi selanjutnya.

 

Sejarah dan Perkembangan Bidang MIPA

Bukan tanpa alasan kalau matematika digabungkan dengan ilmu pengetahuan alam dalam bidang MIPA, lho, gaes. Pada dasarnya, ilmu matematika menjadi alat bantu penting dalam berbagai bidang, termasuk sains atau ilmu alam, yang sejatinya memiliki kaitan yang sangat erat dibanding bidang-bidang lain.

Bukti terdini sejarah matematika tertulis adalah karya bangsa Sumeria, yang membangun peradaban kuno di Mesopotamia. Mereka mengembangkan sistem rumit metrologi sejak tahun 3444 sebelum masehi (SM), lho! Tabel perkalian juga dapat ditemukan pada lempengan tanah liat dan berurusan dengan latihan-latihan geometri dan soal-soal pembagian.

Sebagian besar lempengan tanah liat yang sudah diketahui berasal dari tahun 1800 sampai 1600 SM, dan meliputi topik-topik pecahan, aljabar, persamaan kuadrat dan kubik, dan perhitungan bilangan regular, invers perkalian, dan bilangan prima kembar.

Perkembangan sejarah ilmu matematika ini terus berlanjut di Mesir, Yunani, Cina, dan India. Beberapa teori matematika yang terkenal pada zaman tersebut dan tetap digunakan sampai saat ini adalah konversi bilangan batangan menjadi desimal, phytagoras, bilangan phi, trigonometeri, juga geometri. Sedangkan pada era modern, ditemukan deret Fibonacci yang digunakan untuk pengukuran alam paling akurat.

Sedangkan untuk ilmu alam, astronomi adalah ilmu paling terkemuka yang dapat diteliti oleh para ilmuwan pada masa Babilonia sebagai cikal bakal hadirnya astrologi. Mereka juga mulai menerapkan penggunaan timbangan, kereta, sampai alat tenun sebagai alat bantu dalam melakukan pekerjaan sehari-hari—yang menjadi cikal bakal lahirnya ilmu fisika.

Dahulu, pembelajaran mengenai ilmu alam masih kental dengan adanya pengaruh mistik. Namun pada masa India Kuno, Masyarakat sudah dapat membedakan elemen alam (air, api, udara, dan bumi) dan mengembangkannya menjadi ilmu kimia dan ilmu makhluk hidup atau biologi. Inilah yang membuat bidang MIPA terkenal dengan riset dan penelitiannya, yaitu karena pembelajaran ilmunya memunculkan suatu teori atau inovasi dalam mengungkap “rahasia alam semesta” yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat.

Seiring berkembangnya zaman, kini ilmu-ilmu yang dipelajari dalam bidang MIPA sudah jauh lebih spesifik dan didominasi oleh pengaruh teknologi, yang menyebabkan pergeseran istilah MIPA menjadi saintek (sains dan teknologi). Hal inilah yang memunculkan sistem pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Math) menjadi salah satu kurikulum berbasis MIPA yang kini banyak diterapkan di dalam negara-negara maju dan beberapa negara-negara berkembang—salah satunya Indonesia.

STEAM (awalnya hanya STEM) juga dikenal sebagai sebuah metode pembelajaran terapan yang menggunakan pendekatan antar ilmu. Aplikasi STEAM dibarengi dengan pembelajaran aktif dan berbasis pada pemecahan masalah, sehingga siswa terbiasa untuk berpikir kritis, analitis dan berfokus pada solusi—yang sangat dibutuhkan untuk para anak muda kece di abad ke-21.

Kurikulum STEAM juga mengajarkan pelajar tentang computational thinking, bukan sekadar belajar menekan tombol melainkan belajar memecahkan masalah dengan teknologi, atau berpikir layaknya komputer. Intinya, jangan sampai kamu ujung-ujungnya malah “diperalat” teknologi!

STEAM merupakan sistem pendidikan terintegrasi yang diluncurkan oleh US National Science Foundation pada tahun 1990 sebagai tema gerakan reformasi dispilin ilmu untuk menumbuhkan angkatan kerja pada bidang-bidang terkait, serta memotivasi negara-negara berkembang untuk “melek” STEAM agar dapat menghasilkan sumber daya manusia berdaya saing tinggi dalam ilmu sains dan teknologi. Wih!

 

Gambaran Bidang MIPA di Indonesia

Dalam era persaingan global, Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang mengalami perkembangan sains dan teknologi yang pesat. Perkembangan ini dapat dilihat dari banyaknya penghargaan dalam bidang MIPA di kalangan para pelajar dan akademisi, pengetahuan life science, sampai intervensi kurikulum berbasis STEAM untuk menjawab tantangan dunia dalam menyediakan sumber daya manusia dengan kompetensi yang dibutuhkan di industri masa depan.

Menurut Indra Charmiadi, Direktur Utama Eduspec Indonesia dalam wawancaranya pada majalah SWA, perkembangan dunia pendidikan sangat cepat, karena itu Indonesia harus menyesuaikan kurikulum agar dapat bersaing di era global. Ia mengatakan, STEAM menjadi sebuah keharusan dalam mempersiapkan anak didik menghadapi dunia nyata yang penuh masalah agar siap dalam persaingan global—dan meningkatkan daya saing bangsa.

Dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini pun juga dibutuhkan kehadiran generasi muda dengan kompetensi keahlian untuk menjadi individu andal sekaligus calon pemimpin. Indonesia sendiri menurut perusahaan konsultan manajemen McKinsey, membutuhkan tenaga muda ahli di berbagai sektor dan industri. Hal ini guna mematangkan kesiapan menghadapi era MEA dan memantapkan diri sebagai negara dengan perekonomian terbesar ke-7 pada 2030 nanti.

Indonesia perlu menanamkan pendidikan ekonomi berbasis sains dan teknologi sejak dini dalam rangka pemanfaatan bonus demografi 2025-2045. Melalui pendidikan ekonomi berbasis sains dan teknologi maka diharapkan muncul manusia-manusia yang berkarakter, berbudi pekerti, memiliki kemauan untuk maju dan berkembang, serta memiliki nalar keilmuan—yang dapat diasah dalam bidang satu ini.

Meski Indonesia kerap membuat kejutan dengan meraih banyak penghargaan tertinggi di bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam, namun secara umum dinilai kualitas pendidikan di bidang MIPA alam masih jauh tertinggal, bahkan tergolong rendah. Duh!

Menurut data BPS tahun 2016, Dari segi pendidikan, 96% dari keseluruhan wilayah di negara Indonesia masih kekurangan guru yang berasal dari bidang MIPA. Padahal bidang ini sudah jelas kefaedahannya dalam membangun standar pendidikan dan sumber daya manusia karena kebutuhan akan lulusan bidang ini di masa depan.

Indonesia juga masih membutuhkan banyaaak banget tenaga peneliti untuk memajukan kualitas akademis dan riset terpadu negara. Berdasarkan data Unesco, Indonesia memempati urutan terendah di antara negara-negara anggota G-20.

Kondisi tersebut semakin bertambah berat karena kualitas peneliti dalam negeri pun dinilai masih belum memadai. Hal ini, terlihat dari jumlah publikasi ilmiah periset lokal yang masih tertinggal dari negara tetangga seperti Singapura dan Thailand. Masalah lainnya adalah periset yang didominasi orang tua (minim anak muda), sehingga inovasinya pun kurang.

Belum lagi jumlah pemenuhan tenaga kerja untuk di bidang MIPA terapan. Per tahun 2015, negara kita membutuhkan sekurang-kurangnya dua kali lipat dari jumlah total individu dengan profesi Aktuaris yang sampai saat ini masih berasa di angka 300-an. Begitu pula dengan profesi “hangat” lainnya seperti data scientist dan programmer yang kebutuhannya melonjak hingga lima kali lipat sejak sepuluh tahun terakhir, yang memiliki latar belakang statistik dan matematika.

Intinya, negara kita masih sangat membutuhkan sumber daya manusia berkualitas di bidang MIPA untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam bidang riset terpadu, perkembangan teknologi, industri, dan akademik.

 

Kenapa Harus Pilih Bidang MIPA?

Kamu seneng banget sama yang namanya ilmu eksak? Kamu kerap mengobservasi fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar kamu? Kamu punya passion dalam melakukan riset, penelitian, atau bahkan praktek untuk menemukan solusi yang dapat diterapkan untuk memecahkan masalah yang terjadi pada fenomena tersebut?

Kalau jawabannya ya—well, artinya bidang MIPA cocok banget untuk kamu. Nggak cuma dapat menyalurkan passion kamu untuk mengobservasi dan meneliti, kamu juga akan memberikan banyak kontribusi kepada masyarakat—baik dari segi akademik ataupun kesejahteraan sosial berkat hasil penelitian kamu yang berdasarkan pada masalah nyata yang terjadi pada masyarakat.

Meskipun terkesan kaku dan kolot, bukan berarti bidang MIPA nggak kedapetan “keren”nya sentuhan perkembangan teknologi, lho, ya. Bahkan bisa dibilang kamu harus bisa menyesuaikan diri dengan teknologi dengan baik dan cepat dalam bidang ini karena pengaruhnya yang sangat besar dalam kemutakhiran alat-alat pendukung riset. Asik!

 

Program Studi di Bidang MIPA yang Bisa Kamu Pilih

Untuk kamu yang memiliki penjurusan IPA di Sekolah Menengah Atas, bidang MIPA nggak pernah sepi peminat dari tahun ke tahun. Dari data pilihan jurusan oleh pelajar SMA di berbagai daerah Indonesia yang masuk ke data Youthmanual, jurusan Matematika dan Biologi menjadi jurusan bidang MIPA yang paling diminati.

Barangkali belum tahu, akronim MIPA untuk mendekskripsikan bidang jurusan ini sudah mengalami pergeseran, lho. Karena ilmu eksak yang kini semakin berkembang mengikuti perkembangan teknologi dalam penerapannya, dalam Kurikulum 2013 istilah ini pun disingkat menjadi MIA—yakni Matematika dan Ilmu Alam.

Kamu-kamu yang tertarik kuliah di bidang MIPA, mesti tahu berbagai jurusan berikut ini:

  • Matematika: program studi Matematika nggak cuma mempelajari perhitungan dan rumus-rumus matematika murni aja, tapi juga akan mendalami seputar aljabar, geometri, dan analisis matematika, sampai komputasi dan riset operasi.
  • Fisika: program studi Fisika mengajak para mahasiswa untuk mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
  • Kimia: program studi Kimia mempelajari struktur, komposisi, dan sifat materi dari skala atom hingga molekul, dan bagaimana mereka saling berinteraksi membentuk materi yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Biologi: program studi Biologi mendalami ilmu tentang makhluk hidup, manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Beberapa subyek yang dipelajari adalah struktur dan anatomi organisme, genetika, fisiologi, ekologi, perilaku, dan sel molekul yang terdapat pada setiap makhluk hidup.
  • Statistika: program studi statistika mempelajari proses pengolahan data, mulai dari merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasikan, dan mempresentasikan data yang hasilnya digunakan sebagai pijakan untuk pengambilan keputusan.
  • Astronomi: program studi Astronomi mempelajari benda-benda langit, dengan menitikberatkan pada penerapan ilmu fisika terhadap objek di langit, mempelajari struktur, sifat fisik evolusi alam semesta beserta isinya, dan kosmologi.
  • Bioteknologi: program studi Bioteknologi mempelajari teknologi pemanfaatan makhluk hidup dalam skala besar untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai guna bagi manusia, seperti teknik fermentasi, teknologi enzim, analisa mikroorganisme, analisa DNA, separasi dan pemurnian produk biologis, kultur jaringan tanaman, sampai rekayasa genetika.
  • Geofisika: program studi Geofisika mempelajari seluk beluk bumi dan lingkungannya dengan memanfaatkan kaidah-kaidah fisika dan metode matematika, dengan mencari tahu dan menjelaskan fenomena fisika yang terjadi di bumi dan lingkungannya sekarang dan masa lalu untuk bisa memproyeksikan fenomena yang akan terjadi pada masa depan.
  • Meteorologi: program studi Meteorologi mempelajari bumi beserta gejala-gejalanya, terkait dengan komponen-komponen yang terkandung di dalamnya, terutama gas dan udara.
  • Geografi: program studi Geografi mempelajari tata ruang penggunaan dan penempatan tanah dan permukaan bumi, yang berkonstrasi pada analisa permukaan tanah, dan mempelajari topik seperti iklim, tanah, dan air, serta konteks budaya dan manusia, geografi, dan eksplorasi hubungan antara manusia dengan tempatnya.
  • Biokimia: program studi Biokimia mempelajari tentang peranan berbagai molekul dalam reaksi kimia dan proses yang berlangsung dalam makhluk hidup, mulai dari proses yang paling sederhana sampai proses yang kompleks.
  • Metrologi: program studi Metrologi mempelajari cara-cara pengukuran, kalibrasi, dan akurasi di bidang industri, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Metrologi mecakup penetapan definisi satuan ukur internasional (misal: meter untuk panjang, kilogram untuk massa, ˚C untuk suhu, dll), perwujudan satuan ukur berdasarkan metode ilmiah, dan penetapan kesesuaian berbagai alat ukur dengan standar yang ada.
  • Pengelolaan dan Pemberdayaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan: program studi ini mempelajari bagaimana kita memanfaatkan dan megatur Sumber Daya Alam yang terbatas. Selain itu jurusan ini mengajarkan kita untuk menganalisa dan memecahkan masalah sumber daya alam yang terbatas dan lingkungan hidup melalui ilmu biologi, kimia dan ilmu lingkungan.
  • Statistika Terapan dan Komputasi: program studi ini lebih berfokus kepada penerapan statistika dan komputasi ke seluruh bidang yang berkait didalamnya. Komputasi disini adalah penggunaan komputer dalam memecahkan berbagai masalah statistika rumit dan juga komputer dimaksimalkan agar dapat mengolah data statistika skala besar dan menemukan apa yang diinginkan dari data tersebut.
  • Mikrobiologi: program studi Mikrobiologi mempelajari tentang pemanfaatan mikroorganisame (mikroba) dalam berbagai kegiatan, seperti yang dilakukan pada industri pengolahan makanan, pengelolaan limbah, rekayasa genetika, dan sebagainya.
  • Bioentrepreneurship: program studi Bioentrepreneurship adalah program inter-disipliner yang menggabungkan pengetahuan dasar dan keterampilan riset dibidang ilmu kehidupan serta keterampilan manajemen, bisnis dan kewirausahaan dalam menciptakan inovasi baru yang berdampak dalam kehidupan nyata.
  • Ilmu Pangan (Food Science): program studi Ilmu Pangan adalah program multi-disiplin yang mengintegrasikan pengetahuan di bidang kimia, teknik, biologi, dan gizi untuk melestarikan, mengembangkan, memproses dan mendistribusikan makanan yang bergizi, sehat, terjangkau dan aman dikonsumsi.
  • Matematika Bisnis: program studi Matematika Bisnis mempelajari tentang penerapan ilmu matematika dalam penyelesaian berbagi permasalahan bisnis. Kemampuan analisis dan berpikir logis dalam matematika dapat membantu memecahkan persoalan bisnis.
  • Fisika Medis: program studi Fisika Medis mempelajari penerapan prinsip-prinsip fisika untuk kepentingan kesehatan dan pengobatan. Cakupannya antara lain adalah diagnostik radiologi, yaitu penggunaan radiasi untuk mendiagnosa penyakit pada pasien melalui yang kita kenal dengan X-Ray/Rontgen/CT-Scan, Ultrasonography (USG); dan Terapi Radiasi, yaitu penggunaan radioaktif sebagai metode terapi kanker.
  • Kartografi dan Penginderaan Jauh: program studi Kartografi dan Penginderaan Jauh mempelajari bagaimana mendapatkan informasi spasial geografi dan menyajikannya dalam bentuk peta, gambar, tabel, dan sebagainya.
  • Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi: Penginderaan Jauh adalah ilmu teknik untuk memeroleh informasi dari suatu objek yang berada disekitar permukaan bumi tanpa melalui kontak langusng, melainkan dengan bantuan teknologi sensor untuk menghasilkan citra. Sementara Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah sistem berbasis komputer untuk mengelola data-data informasi spasial yang memiliki referensi lokasi pasti di permukaan bumi
  • Aktuaria: program studi Aktuaria mempelajari bidang matematika yang kerap kali disebut sebagai “Matematika Asuransi”. Ilmu Aktuaria sendiri adalah ilmu tentang asuransi, alias pengelolaan risiko keuangan di masa yang akan datang.
  • Sains Atmosfir dan Keplanetan: program studi yang memiliki fokus kajian pada bidang ilmu sains atmosfir dan astrofisika, yang mencakup  perilaku atmosfir terhadap perubahan cuaca dan iklim di Bumi sampai atmosfir antariksa jauh yang mana mempelajari interaksi antara Matahari terhadap Bumi dan planet-planet lainnya dalam sistem Tata Surya.
  • Data Science: program studi ini merupakan jurusan lintas bidang teknologi (komputer), media, ekonomi, dan statistika, yang mempelajari bagaimana cara mengekstrak, menganalisa, dan memvisualisasikan data dalam skala besar yang hasilnya digunakan untuk pengambilan keputusan.

 

Metode Belajar yang Sesuai

Sampai sini kayaknya kamu udah mulai paham, dong, ya, kalau untuk mempelajari bidang MIPA, kamu membutuhkan pemahaman teoritis yang kuat. Maka, metode belajar yang tepat untuk digunakan untuk mengeksplorasi bidang ini adalah metode problem based learning, yaitu mahasiswa diberikan suatu persoalan/kasus, di mana mereka harus melakukan riset dan menganalisa persoalan tersebut.

Problem based learning biasanya disertai atau dilanjutkan dengan praktik.  Praktik memegang peranan penting dalam studi bidang MIPA. Iya dong, gaes, namanya juga berfokus pada penelitian dan akademik. Makanya, proporsi praktik serta kegiatan lapangan juga besar.

Nggak cuma praktik, bidang MIPA juga mewajibkan mahasiswanya untuk rutin dalam melakukan riset ilmiah seperti kegiatan penelitian laboratorium. Pasalnya, untuk menguji kebenaran suatu teori dalam fenomena yang terjadi di masyarakat, kamu harus sering melakukan uji lab. Hasil risetnya antara lain berupa pengamatan masalah ilmu matematika dan ilmu alam di lingkungan tertentu atau berupa inovasi dan temuan terbaru di bidang MIPA. Wih, alamat anak lab banget, nih!

Trus, kamu juga harus bisa mengikuti perkembangan teknologi—terutama di bidang MIPA—untuk dapat melakukan kerja lapangan dan penelitian laboratorium di abad ke 21. Alat penelitian yang akan kamu pakai sekarang nggak lagi kalkulator atau mikroskop aja, sob! Kamu juga harus bisa membiasakan diri kamu untuk menggunakan berbagai software komputer sampai alat-alat penelitian canggih seperti inkubator atau parafilm. Nah, lho, masih pada mudeng, nggak? Hihihi.

 

Karakter Mahasiswa yang Sesuai dengan Bidang MIPA

  • Tekun. Pelajar di bidang MIPA harus tekun karena banyak hal yang dipelajari di bidang ini, dari mulai teori yang seabrek hingga praktek, berbagai riset dan penelitian.
  • Suka mengamati dan memecahkan masalah. Tujuan untuk medalami bidang MIPA adalah untuk menghasilkan individu dengan problem-solving skill dan kemampuan meneliti yang jempolan, sehingga wajib banget hukumnya bagi kamu untuk luwes dalam hal ini.
  • Suka membaca dan berwawasan luas. Selain membaca bahan pelajaran, juga membaca perkembangan terbaru dan berita seputar ilmu eksak. Sebab mahasiswa bidang MIPA dituntut untuk memiliki pengetahuan luas dan update dengan perkembangan zaman.
  • Tertarik dengan riset. Diperlukan banyak riset dalam menekuni Ilmu bidang MIPA yang dinamis dan terus berkembang. Riset bisa dilakukan di laboratorium ataupun lapangan.
  • Teliti. Perhatian terhadap detail dan cermat. Dalam beberapa hal yang sifatnya teknis, seperti studi kasus uji toksin pada makanan, perhitungan sensus, sampai riset lapangan untuk ilmu intelijen harus dapat dilakukan seteliti mungkin agar hasilnya tidak melenceng dan tepat guna.
  • Kritis. Sifat kritis diperlukan bagi mahasiswa yang mendalami bidang ini untuk dapat mengikuti perkembangan zaman dan menyusun solusi dari analisa permasalahan yang ada dari berbagai sudut pandang.
  • Berwawasan luas. Luasnya wawasan seorang individu sangat dibutuhkan karena saratnya keterkaitan bidang MIPA dengan bidang-bidang akademik yang dipelajari sebagai dasar pendidikan semua orang.
  • Rasional. Pemecahan masalah yang dilakukan dalam setiap analisa fenomena harus dilakukan dengan dasar dan alasan yang logis, sehingga hasilnya tidak menimbulkan bias, serta dapat diterapkan dengan efektif dan efisien.
  • Rasa ingin tahu yang tinggi. Pendalaman teori bidang MIPA yang nggak sedikit dan dinamikanya yang bergerak cepat membuat rasa ingin tahu yang tinggi dibutuhkan untuk dapat terus mengikuti perkembangan ilmu ini.
  • Berpikiran terbuka. Era dunia tanpa batas membuat relevansi semua sistem konvensional menjadi berkurang, sehingga diperlukan pikiran yang terbuka untuk dapat menerima segala informasi baru dan perubahan yang terjadi serta kemampuan dalam menyesuaikan diri di dalamnya.

 

Kemampuan Pendukung yang Dibutuhkan Mahasiswa dan Lulusan di Bidang MIPA

Siapa saja bisa menjadi mendalami bidang MIPA dan siapa saja bisa mejadi lulusan berbagai jurusan yang ada di bawah bidang MIPA. Tapi, nggak sembarang orang bisa menjadi lulusan bidang MIPA yang berkualitas, lho. Soalnya, nilai plus yang didapatkan dari mahasiswa dan pekerja di bidang ini juga membutuhkan berbagai skill dan kualitas pendukung seperti:

  • Kemampuan analisa. Mahasiswa bidang MIPA bakal banyak banget melakukan penelitian dan menyusun laporan dan karya ilmiah, sehingga kemampuan melakukan penelitian, mulai dari mengumpulkan bahan riset, mengumpulkan data, menganalisa, menyusun laporan harus dikuasai dengan baik.
  • Hitung-hitungan. Faktor eksak dan kerasionalan bidang MIPA membutuhan kemampuan berhitung yang mumpuni untuk dapat mengambil kesimpulan yang tepat dalam suatu penelitian.
  • Kemampuan komunikasi. Keefektifan dalam berkomunikasi menjadi kemampuan yang paling kebutuhan dalam bidang ini untuk dapat mencerna informasi serta menyampaikan solusi yang baik dan benar.
  • Kemampuan menulis akademik. Banyaknya penelitian dan riset yang dilakukan membutuhkan kemampuan menulis yang baik untuk dapat menyelesaikan sebuah laporan dan karya ilmiah yang berkualitas.
  • Kemampuan berbahasa asing. Karena banyak text book serta istilah dalam bidang MIPA terkini yang menggunakan Bahasa Inggris.
  • Bisa bekerjasama dalam tim. Kemampuan ini sangat penting untuk dikuasai karena di dalam perkuliahan akan sering dilakukan diskusi tim atau team project, begitu pula dengan dunia kerja yang mengharuskan individu harus dapat menjaga dinamika bekerja bersama individu dari bidang lain dalam sebuah organisasi untuk dapat memecahkan masalah membuat solusi yang tepat guna.

 

Profesi dan Karier di Bidang MIPA

Jangan takut kamu nggak akan menemukan prospek karier yang gemilang di bidang MIPA, Berkat perkembangan teknologi dan era dunia tanpa batas, lulusan pendidikan bidang MIPA bisa bekerja di berbagai jenis usaha atau lembaga, lho. Di antaranya:

  • Instansi pemerintahan, lembaga dan departemen, seperti: BATAN, LAPAN, LIPI, BPS, BPPT, PUSPITEK, BMKG, Departemen Pendidikan, Departemen Kesehatan, Departemen keuangan, Kemenristek, dan lainnya.
  • Organisasi internasional dan NGO, seperti: WHO, NIEA, I4, dan organisasi nirlaba lainnya yang memfokuskan diri pada pendidikan, penelitian, ataupun aksi sosial.
  • Industri nasional/multinasional, seperti: Industri kesehatan dan farmasi, Industri consumer goods, industri teknologi dan komunikasi, industri pengelola sumber daya alam, sampai sektor ekonomi dan keuangan.
  • Peneliti spesialis independen, serta
  • Tenaga akademis, seperti: guru, tutor, dan dosen.

Banyak, lho, profesi unik yang bisa dijajal lulusan bidang MIPA di era digital ini. Kamu tahu, nggak, kalau ingin menjadi seorang Game Developer, kamu harus jago matematika? Atau, kamu mesti jago fisika kalau punya cita-cita menjadi astronom dan bekerja di NASA?

Umumnya, profesi di bidang MIPA membutuhkan latar belakang pendidikan dan skill yang spesifik, sesuai dengan konsentrasinya. Profesi-profesi tersebut meliputi ahli biologi/fisika/kimia, statistisi, data scientist, bahkan programmer. Hmm, salah satunya ada yang menjadi profesi idaman kamu, nggak, nih?

 

Prospek Bidang MIPA di Masa Depan

Menurut US National Science Foundation (2007), dalam 10 tahun ke depan, 80% lapangan pekerjaan di dunia akan membutuhkan kemampuan kompetensi STEAM, lho. Makanya, tenaga kerja dengan gelar STEAM bakal bergaji yang lebih tinggi dan punya lebih banyak pilihan karir.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, dengan kondisi jumlah perusahaan asuransi jiwa sebanyak 40 perusahaan dan 90 perusahaan asuransi umum, setidaknya Indonesia butuh 500-700 aktuaris. Tapi per tahun 2015, jumlahnya baru 380 orang.

Asal tahu aja, pemerintah Indonesia sekarang mewajibkan setiap perusahaan asuransi mempunyai minimal satu orang aktuaris, sementara perusahaan asuransi kadang memerlukan puluhan aktuaris. FYI, sekarang ini kurang lebih ada 90 perusahaan asuransi di Indonesia. Bayangin betapa cerahnya prospek profesi kamu dalam bidang satu ini!

Perkembangan bidang MIPA dalam bagian teknologi, life science seperti farmasi dan rekayasa genetik, serta ilmu kebumian dan luar angkasa juga membuat kebutuhan peneliti (secara umum) di Indonesia semakin meningkat. Jumlah peneliti dan kualitas hasil riset sangat mempengaruhi kemajuan akademik Indonesia dan daya saing negara kita dalam berkontribusi dalam bidang keilmuan serta kesejahteraan masyarakat dunia.

Indonesia sendiri menempati urutan terbawah dari negara-negara anggota G-20 dengan jumlah peneliti paling sedikit. Menurut data yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti, rasio jumlah periset di Indonesia adalah 89 peneliti untuk per 1 juta penduduk.

Dibandingkan dengan Singapura—jawara ASEAN—yang memiliki 6,658 peneliti per 1 juta penduduk, Indonesia masih jauh tertinggal. Dalam setahun Indonesia hanya mampu menghasilkan 6,260 riset. Sementara Malaysia mampu membuat 25,000 riset, Singapura 18,000 riset, dan Thailand 12,000–13,000 riset.

Kenyataan ini cukup memprihatinkan mengingat penelitian berperan besar dalam memajukan suatu bangsa. Contoh saja, Amerika, China, Inggris, Jerman, dan Jepang. Negara-negara maju itu masuk dalam peringkat 5 besar sebagai negeri terbaik dalam hal publikasi ilmiah, menurut scimagojr.com.

Berkembangnya dunia teknologi dan menjamurnya bisnis start-up di Indonesia juga semakin bertambah. Asal kamu tahu, hanya 30% dari lulusan IT yang memutuskan untuk menjadi programmer, lho. Indonesia sedang mengalami talent shortage di bidang IT. Setidaknya, negara ini masih membutuhkan lima ribu programmer untuk memenuhi rikues perusahaan-perusahaan yang kini pun mulai go digital. Kamu yang dari jurusan matematika bisa banget prospekin profesi kece satu ini, nih!

 

Inspirasi Profesional di Bidang MIPA

yohanes surya

Yohanes Surya (alumni FMIPA Universitas Indonesia). Dikenal sebagai Bapak Fisika Indonesia yang kini aktif dalam berbagai pelatihan Matematika dan Fisika. Beliau adalah pendiri universitas berbasis riset pertama di Indonesia, yaitu Surya University.

 

Jamaluddin Jompa (alumni FPIK Universitas Hasanuddin). Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin yang mendapatkan berbagai penghargaan dari organisasi kelautan dunia atas jasanya dalam melestarikan bahari Indonesia.

 

Hanindyo Kuncarayakti (alumni FMIPA Institut Teknologi Bandung). Astronom Indonesia yang kini aktif dalam penelitian post-doctoral di negara Chili.

 

Rekomendasi Perguruan Tinggi dengan Program Studi Bidang MIPA Terbaik di Indonesia

Program studi yang ada di bidang MIPA umumnya tersedia di mayoritas perguruan tinggi, namun akreditasi baik masih didominasi oleh perguruan-perguruan tinggi negeri. Berikut ini adalah daftar Perguruan Tinggi terbaik, yaitu yang mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk program studi bidang MIPA.

Matematika

  • Institut Pertanian Bogor
  • Institut Teknologi Bandung
  • Institut Teknologi Sepuluh November
  • Universitas Andalas
  • Universitas Bina Nusantara
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Indonesia
  • Universitas Katolik Parahyangan
  • Universitas Negeri Jakarta
  • Universitas Padjadjaran
  • Universitas Sriwijaya
  • Universitas Hasanuddin

Fisika

  • Institut Pertanian Bogor
  • Institut Teknologi Bandung
  • Institut Teknologi Sepuluh November
  • Universitas Andalas
  • Universitas Airlangga
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Diponegoro
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Indonesia
  • Universitas Negeri Malang
  • Universitas Padjadjaran
  • Universitas Sebelas Maret
  • Universitas Sriwijaya
  • Universitas Syiah Kuala

Kimia

  • Institut Pertanian Bogor
  • Institut Teknologi Bandung
  • Institut Teknologi Sepuluh November
  • Universitas Andalas
  • Universitas Airlangga
  • Universitas Bengkulu
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Diponegoro
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Indonesia
  • Universitas Islam Indonesia
  • Universitas Lampung
  • Universitas Negeri Jakarta
  • Universitas Negeri Surabaya
  • Universitas Padjadjaran
  • Universitas Riau

Biologi

  • Institut Pertanian Bogor
  • Institut Teknologi Bandung
  • Institut Teknologi Sepuluh November
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • Universitas Al Azhar Indonesia
  • Universitas Andalas
  • Universitas Airlangga
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Diponegoro
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Indonesia
  • Universitas Hasanuddin
  • Universitas Jenderal Soedirman
  • Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Universitas Negeri Jakarta
  • Universitas Negeri Makassar
  • Universitas Negeri Semarang
  • Universitas Sebelas Maret
  • Universitas Udayana

Statistika

  • Institut Pertanian Bogor
  • Institut Teknologi Sepuluh November
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Gadjah Mada

Astronomi

  • Institut Teknologi Bandung

Geofisika

  • Universitas Gadjah Mada

Geografi

  • Universitas Indonesia
  • Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Universitas Negeri Makassar
  • Universitas Negeri Semarang

Biokimia

  • Institut Pertanian Bogor

Aktuaria

  • Institut Pertanian Bogor
  • Universitas Indonesia

 

Rekomendasi 10 Negara Terbaik untuk Mengambil Studi MIPA

Berikut ini adalah 10 negara dan kampus terbaik untuk kuliah bidang teknik pilihan Youthmanual. Rekomendasi ini  berdasarkan daftar ranking perguruan tinggi dunia di versi QS World University Rankings.

  • Amerika Serikat (Harvard University, Massachusetts Institute of Technology, Stanford University, Yale University, Columbia University, University of California)
  • Inggris (University of Cambridge, University of Oxford, Imperial College London, The University of Edinburg, The University of Manchester)
  • Swiss (Swiss Federal Institute of Technology, Ecole Politechnique Federale de Lausanne, University of Zurich)
  • Jepang (University of Tokyo, Kyoto University, Osaka University, Tokyo Institute of Technology, Tohoku University)
  • Singapura (National University of Singapore, Nanyang Technological University)
  • Australia (The University of Melbourne, The University of Queensland, The University of Sydney, Monash University,
  • Kanada (University of Toronto, McGill University, Universite de Montreal, University of British Columbia)
  • Jerman (Ludwig-Maximilians-Universitat Munchen, Technical University of Munich, University of Gottingen,
  • Cina (Peking Unversity, Tsinghua University, Fudan University)
  • Korea Selatan (Korea Advanced Institute of Science and Technology, Seoul National University)

 

Pilih Bidang MIPA Nggak, Ya?

Dari hasil penelusuran Youthmanual mengenai Bidang MIPA, bidang ini masih menyimpan beribu potensial—baik dalam segi akademik maupun terapan. Tepat banget rasanya kalau kamu ingin menekuni bidang MIPA jika kamu:

  • Bercita-cita untuk menjadi peneliti yang bisa mengikuti perubahan zaman. Kebutuhan penelitian zaman dulu sama sekali berbeda dengan kebutuhan penelitian sekarang, gaes. Kamu harus bisa keep up dengan isu-isu di lingkungan sera perkembangan teknologi terkini untik dapat menemukan solusi yang relevan bagi masyarakat di abad ke-21.
  • Ingin memajukan kualitas negara Indonesia dalam hal penelitian, baik dalam hal akademik, industrial, ataupun kesejahteraan sosial. Perkembangan teknologi dan era dunia tanpa batas membuat bidang MIPA menjadi salah satu poin kompetitif dalam suatu negara untuk dapat bersaing dengan negara lain untuk menawarkan solusi terbaik untuk berbagai masalah yang bersumber dari fenomena masyarakat. Ingat, Indonesia masih membutuhkan ribuan peneliti berkualitas, sob!
  • Memiliki passion dalam melakukan riset dan kemampuan analisa kritis. Pinter aja nggak cukup untuk membuat kamu sukses meniti karier di bidang MIPA yang sarat dengan penelitian dan praktek ini.
  • Tidak melakukannya hanya demi gengsi. Lulusan bidang MIPA memang termasuk lulusan yang paling dicari, tapi cuma lulusan yang memiliki pendalam teoritis jempolan serta skill pendukung yang mumpuni aja yang akan terpakai di dunia kerja.

 

Sumber:

http://www.beritasatu.com/kesra/396626-penelitian-bidang-mipa-di-indonesia-masih-kurang-dukungan.html
http://poskotanews.com/2016/10/17/australia-bantu-kemampuan-guru-mipa-indonesia/
http://bangka.tribunnews.com/2016/02/26/kualitas-pendidikan-matematika-dan-mipa-rendah
https://swa.co.id/swa/trends/eduspec-indonesia-perkenalkan-pendidikan-berbasis-stem
http://www.academia.edu/8482661/Awal_Perkembangan_MIPA
http://new-indonesia.org/beranda/2016-03-25-08-28-09/berita-new-indonesia/513-sistem-pendidikan-steam-efektif-hadirkan-tenaga-muda-ahli.html
http://edukasi.kompas.com/read/2017/04/17/15130001/jumlah.peneliti.indonesia.di.urutan.buncit.apa.tantangannya.
http://news.okezone.com/read/2015/04/29/65/1141818/sarjana-statistik-makin-dicari
http://www.kopertis12.or.id/2017/01/16/menristek-dikti-publikasi-ilmah-indonesia-ranking-4-di-asia-tenggara.html
https://daily.oktagon.co.id/geekhunter-bicara-soal-it-di-indonesia/


Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©