Menu

Persiapan Kuliah

Panduan ini akan membantumu untuk menyusun rencana kuliah dari bangku sekolah, mengenali bidang-bidang program studi kuliah, serta memilih kampus yang paling tepat buatmu.

Hampir 90% mahasiswa di Indonesia mengaku salah jurusan ketika sudah menjalani perkuliahan. Bahkan, ada yang nekat keluar dari apa yang udah ditekuni di tengah jalan. Alasannya? Sesimpel mereka nggak mampu membuat perencanaan kuliah dan pemilihan program studi yang sesuai dengan diri mereka aja, kok.

Bukan lantaran tren, menuruti kehendak orang tua, atau sekedar ikut-ikutan teman—memilih program studi kuliah haruslah datang dari hati dan pengetahuan kamu tentang jurusan tersebut. Itulah sebabnya eksplorasi berbagai bidang kuliah sesuai minat dan kemampuan sangat penting untuk kamu lakukan sebelum memutuskan program studi mana yang paling tepat untukmu dari berbagai rekomendasi yang diberikan.

Mau tau bagaimana caranya memilih dan menentukan program studi/jurusan kuliah yang tepat?

Nah, sekarang coba, deh, bayangkan karier impianmu di masa depan. Kira-kira, bergerak di bidang apakah kariermu tersebut? Apa profesi yang relevan dengan pilihan kariermu? Trus, baru deh, kamu tarik pilihan program studi apa yang harus dan bisa kamu ambil agar dapat menjajal profesi itu. Simpel banget. ‘kan?

Intinya, jangan sampai kamu asal pilih program studi kuliah cuma gara-gara yang penting judulnya kuliah, lho, ya. Jadikan program studi pilihanmu sebagai batu loncatan untuk meniti karier dan kesuksesan di masa depan, bukan “yang penting kuliah dulu untuk dapetin gelar, abis itu terserah mau jadi apa”. Bisa-bisa pengangguran terdidik di Indonesia jumlahnya naik terus! Hihihi.

 

Setelah Mendapatkan Rekomendasi Program Studi Sesuai Hasil Tes Minat Bakat, Lalu Apa?

Sekali lagi: hasil rekomendasi jurusan BUKAN “resep” yang harus langsung diikuti. Perjuangan kamu untuk berjodoh dengan program studi pilihan baru aja dimulai!

Agar kamu bisa menentukan pilihan program studi yang terbaik untukmu—baik itu untuk memilih program studi utama, kedua, ataupun ketiga, tentunya ada faktor-faktor lain yang perlu kamu pertimbangkan selain mencocokannya dengan kepribadian, minat, dan kemampuanmu aja. Trus, jangan lupa dengan input lain yang bisa kamu dapatkan dalam proses membuat keputusan, serta apa yang selanjutnya harus kamu lakukan untuk mempersiapkan diri untuk menekuni program pilihan.

Jadi, apa yang harus kamu lakukan setelah kamu mengantongi rekomendasi program studi?

 

Eksplorasi

Seperti halnya ketika nyari pacar: tak kenal maka tak sayang. Mungkin ketika kamu udah tau rekomendasi program studi apa aja yang sesuai dengan dirimu, belum tentu kamu udah paham seratus persen dengan program studi tersebut. Ada banyak hal yang harus kamu cari tahu dan pertimbangkan dalam memilih program studi, diantaranya…

eks

  • Apa yang akan dipelajari? Ini hal yang standar dan dasar banget untuk kamu ketahui. Jangan sampai kamu putuskan untuk memilih jurusan Teknik Informatika kalau kamu nggak tahu bedanya dengan Teknik Industri!
  • Apa aja mata kuliahnya? Kamu nggak perlu tahu SEMUA mata kuliah yang ada dalam jurusan incaran kamu, sih, tapi seenggaknya kamu musti punya bayangan kelas yang nanti akan dijalani.  Ada, lho, yang mengira jurusan Psikologi bebas dari hitung-hitungan, padahal di jurusan Psikologi, mata kuliah statistik (yang isinya hitungan bingit!) adalah salah satu mata kuliah penting di jurusan tersebut.
  • Berapa lama jenjang pendidikannya? Umumnya, kuliah program S1 dijalani selama empat tahun, sedangkan program D3 selama tiga tahun. Tapi ada jurusan yang sistemnya beda. Nah, info ini perlu kamu ketahui dulu sebelum memutuskan untuk memilih jurusan dengan tingkat pendidikan yang seperti apa.
  • Apa aja fasilitas yang mendukung perkuliahannya? Kalau kamu berencana memilih, misalnya, jika kamu mempertimbangkan untuk memilih program studi Penyiaran atau Desain Komunikasi Visual, kamu perlu cari tahu apa aja peralatan pendukung yang harus kamu pribadi miliki dan fasilitas pendukung perkuliahan yang disediakan kampus.
  • Bagaimana akreditasi program studi di kampus yang dituju? Buat yang belum tahu, kualitas pendidikan yang akan kamu dapatkan untuk satu program studi yang sama akan berbeda di tiap-tiap kampus, lho. Hal ini secara nggak langsung bisa kamu nilai dari akreditasi yang dimiliki oleh kampus terkait.
  • Seketat apa persaingannya? Cari tahu berapa orang yang mendaftar di jurusan incaran kamu tahun lalu, trus cari tahu jumlah kursi yang tersedia. Kalau jumlah peminatnya jauh lebih tinggi daripada kursi yang tersedia, berarti jurusan itu kompetitif. Jangan sampai ciut kalau persaingan di jurusan incaran kamu lebih ketat dari kaos yang dipakai anggota boyband.
  • Apa aja syarat dan ketentuannya? Ini juga sangat krusial, apalagi beberapa jurusan punya ketentuan yang spesifik. Jangan sampai kamu daftar dan lolos tes, tapi batal masuk gara-gara nggak memenuhi syarat. Haiyah.

 

Diskusi

Gaes, jangan lupa kalau keputusanmu dalam mengambil program studi juga dipengaruhi oleh pihak lain: guru BK dan orangtua. Makanya, kudu banget berdiskusi untuk minta wejangan dari guru BK yang mengetahui track record akademismu secara langsung. Mereka akan dengan senang hari memberikanmu masukan mengenai bidang program studi yang cocok denganmu, dan rekomendasi program studi mana yang paling sesuai dengan performa akademis ataupun non-akademismu selama di sekolah.

Tapi beda cerita dengan berdiskusi dengan orangtua, nih. Sedihnya, setelah kamu susah payah mendefinisikan passion serta menentukan program studi yang mau kamu ambil, terkadang orangtua nggak merestui. Nah, gimana dong, cara meyakinkan orangtua? Maksa? Ngambek? Ngancem kabur dari rumah? Atau ‘nrimo aja?

Gaes, meyakinkan orang tua itu ada seninya. Nggak bisa langsung maksa atau malah melempem. Catet, deh, poin penting yang harus kamu sampaikan ketika mendiskusikan program studi pilihan dengan orangtua di bawah ini.

 

  • Beritahu alasannya

    Kalau kamu sudah mantap memilih sebuah program studi, kamu harus bisa meyakinkan orangtua atas pilihan kamu, dengan cara menjelaskan tentang jurusan tersebut selengkap-lengkapnya dan sebaik-baiknya. Apalagi kalau kamu udah pernah menjalani tes minat bakat dan udah ngantongin hasil rekomendasi—itu bisa kamu jadikan modal untuk meyakinkan mereka akan program studi yang kamu banget. Jadi nggak asal-asal caplok dan argumen kamu bakal berdasar, gitu. Hihihi.

    Jelaskan hal-hal yang dipelajari dalam jurusan tersebut, prospek kariernya, sampai strategi kamu untuk menembus jurusan kuliah tersebut. Siapkan penjelasan sebaik mungkin. Riset sedalam-dalamnya, kumpulkan informasi dari mahasiswa dan alumni jurusan tersebut, dan—kalau bisa—sajikan hasil riset tersebut ke orangtua kamu dengan PowerPoint yang niat (serius!).

    Tunjukkan bahwa pilihan jurusan kamu adalah yang terbaik, dan kamu benar-benar serius akan mengejarnya, Kalau kamu bisa menjelaskan jurusan pilihan kamu dengan baik, bisa jadi orangtua kamu malah akan mendukung kamu sepenuh hati!
     
  • Buat kesepakatan

    Yakinkan orangtua kamu bahwa kamu akan belajar dengan sebaik-baiknya dan akan meraih prestasi akademik yang bagus selama kuliah. Coba bikin semacam perjanjian dengan orangtuamu, deh. Misalnya, kalau nanti kamu nggak bisa mempertahankan nilai akademik, kamu akan rela pindah program studi, dengan biaya dari kantongmu sendiri.

    Hal ini akan membuat kamu belajar menjadi lebih dewasa. Ketika kamu berani menentukan sikap, kamu juga harus siap bertanggung jawab, dong. Setiap pilihan ada konsekuensinya, gaes!
     
  • Tunjukkan kesungguhanmu

    Kalau kamu sudah menjelaskan dan membuat kesepakatan, tetapi program studi kuliahmu tetap nggak didukung orangtua, saatnya unjuk gigi! Perlihatkan ke orangtua bahwa kamu ingin masuk suatu jurusan bukan hanya untuk gaya-gayaan, tetapi karena kamu memang berbakat dalam bidang tersebut.

    Cara menunjukkan kesungguhanmu pun bisa beragam. Misalnya, kamu bisa berkarya sebanyak-banyaknya, ikut lomba, ikut pameran, atau sekedar meminta seseorang yang lebih profesional untuk mengomentari karya kamu. Atau kamu sering-sering ikutan workshop dan memperbanyak pengalaman bahkan sertifikasi kemampuanmu.

    Intinya, tunjukkan bahwa kamu memilih suatu jurusan bukan hanya karena punya minat yang tinggi, namun juga bakat untuk bisa berhasil jika ingin berkarier di bidang program studi yang ingin kamu pilih.
     
  • Komunikasikan dengan baik

    Jelaskan ke orangtua bahwa zaman sudah berubah, dan nggak ada lagi diskriminasi terhadap kalangan tertentu. Tunjukkan juga bahwa kamu adalah anak muda yang tangguh, dan nggak akan melempem kalau nanti dihadang oleh berbagai masalah di industri dalam bidang pilihanmu.

    Pokoknya, saat meyakinkan orangtua, bicaralah dengan baik dan sopan. Walaupun kalian sangat bertolak belakang, terus bicara dalam jalur kesopanan, ya.

    Kalau kamu sudah melakukan semua tahapan di atas—voila! Kamu akan menemukan program studi yang paling sesuai untukmu dalam segala aspek, dan tentunya akan menjadi jalan suksesmu dalam mencapai cita-cita.

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©