Menu

Persiapan Kuliah

Panduan ini akan membantumu untuk menyusun rencana kuliah dari bangku sekolah, mengenali bidang-bidang program studi kuliah, serta memilih kampus yang paling tepat buatmu.

Kuliah di bidang pendidikan seringkali dipandang sempit maknanya karena selama ini (rumornya) lulusan bidang pendidikan dianggap hanya akan berkarier menjadi guru. Bener, nggak?

Emang, sih, tujuan utamanya adalah agar lulusannya menjadi tenaga pengajar dan pendidik yang berkualitas. Tapi lebih luas daripada itu, bidang pendidikan bahkan juga meliputi peran manajemen serta pendekatan psikologi dan komunikasi, lho!

 

Cakupan Studi Bidang Pendidikan

Belajar apa aja, sih, mahasiswa yang mengambil jurusan di bidang pendidikan? Tentunya kamu bakal belajar berbagai macam hal yang mendukung sektor pendidikan. Misalnya, yang paling umum adalah pendidikan guru, mulai dari anak usia dini, sekolah dasar, sampai sekolah luar biasa.

Jangan salah, lho, menjadi tenaga pengajar dan pendidik di masing-masing level pendidikan memiliki pendekatan yang berbeda. Misalnya, cara mengajar murid SD dan murid SMA tentu sangat berbeda. Mahasiswa bidang Pendidikan nggak boleh cuma bisa mengajar, tapi harus bisa mendidik murid dengan baik. Trus, tenaga pengajar bukan hanya menyampaikan ilmu di buku, tapi juga meningkatkan kualitas peserta didik baik secara pengetahuan dan mental. Yup selain mempelajari dan upgrade ilmu pengetahuan, seorang guru harus memperhatikan psikologi siswa.

Selain itu, kamu juga akan belajar tentang perencanaan, pengelolaan, serta pengawasan proses dan infrastruktur pendidikan supaya berjalan dengan baik. Misalnya, dalam kerja sama antar sekolah atau sekolah dengan pemerintah dalam menerapkan kurikulum baru, pemberian beasiswa hingga pelatihan guru. Soalnya, proses kerja sama dalam berbagai aktivitas lembaga pendidikan yang efektif bisa mempercepat tercapainya tujuan pendidikan.

Nah, bidang pendidikan sendiri juga harus selalu beradaptasi dengan teknologi. Pengajar atau pihak yang terlibat dalam pendidikan dituntut untuk bisa menerapkan penggunaan teknologi. Guru zaman sekarang wajib “melek” internet, paham soal media sosial, bisa memanfaatkan aplikasi untuk memberikan materi, serta menerapkan teknologi lainnya untuk membantu kegiatan belajar mengajar.

Bahkan aktivitas Pendidikan sudah banyak dilakukan dengan sistem digital, lho. Seperti Bahaso.com, platform online untuk belajar bahasa asing yang dibuat Tyovan Ari Widagdo dan juga kami youthmanual.com, platform untuk pelajar dan mahasiswa mengembangkan diri dan merancang masa depan. Banyak juga kursus (courses) yang dilakukan dengan sistem online. Dan kalau kamu ngubek-ngubek Playstore/appstore, pasti bakalan menemukan banyak aplikasi pendidikan. Inilah salah satu contoh penggabungan antara kemajuan teknologi dengan bidang Pendidikan.

Di samping soal teknologi, bidang Pendidikan juga selalu berkembang. Sistem pendidikan, cara kerja guru dan pelaku pendidikan, kurikulum, materi pendidikan, juga akan terus berubah dengan inovasi terbaru. Misalnya, yang sedang hits adalah penerapan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Math) dalam pengajaran. Di masa depan mungkin saja berkembang pendekatan lain yang relevan dengan zamannya.

 

Sejarah dan Perkembangan Bidang Pendidikan

Sejak Zaman Realisme, sekitar tahun 1850, nilai-nilai dasar pendidikan yang dikembangkan oleh para tokoh pendidikan kayak Francis Bacon dan Johann Amos Comenius menjadi acuan banyak negara. Nilai tersebut antara lain, pendidikan lebih dihargai daripada pengajaran, pendidikan harus menekankan aktivitas sendiri, penanaman bahwa pengertian lebih penting daripada hafalan, pelajaran disesuaikan dengan perkembangan anak, pelajaran harus diberikan satu per satu dari yang paling mudah, dan pengetahuan diperoleh dari metode berpikir induktif (mulai dari menemukan fakta-fakta khusus kemudian dianalisa sehingga diperoleh kesimpulan).

Nilai ini masih dianut oleh berbagai negara, bahkan di negara yang sangat maju pendidikannya seperti Singapura, Finlandia, Belanda, dan Jepang. Pada tahun 2016, Business Insider merilis data bahwa Singapura, Findalndia, dan Belanda merupakan negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Sementara Jepang, terkenal dengan kualifikasi pendidikan yang semakin tinggi seiring dengan perubahan kurikulum mereka secara berkala.

Selain mempunyai nilai dasar kuat dan kualifikasi tenaga pengajar yang tinggi, (guru di Finlandia minimal harus S2, sob!), negara dengan sektor pendidikan sangat maju tersebut juga sangat cepat beradaptasi dengan teknologi. Teknologi diperkenalkan pada siswa bukan hanya demi kemudahan mengakses dan mencapai tujuan pendidikan, tapi juga menstimulasi pelajar untuk terus membuat inovasi baru.

Contoh menarik di Jepang tahun 2016 ketika Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT) mengumumkan bahasa kedua harus mulai diperkenalkan dalam proses belajar mengajar di tingkat akhir Sekolah Dasar, SMP dan SMA. Dan bahasa kedua tersebut bukanlah bahasa Inggris, melainkan bahasa program komputer! Menurut situs Japantimes, 11 sekolah percontohan SD, SMP dan SMA bakal memulai kurikulum ini segera. Pemerintah Jepang yakin bahwa di tahun 2020 bahasa pemprograman komputer menjadi hal yang umum dan harus dikuasai generasi muda. Gokil!

 

Gambaran Bidang Pendidikan di Indonesia

Pada masa pemerintahan atau penjajahan Belanda, pendidikan di Indonesia terbagi menjadi empat bagian, yaitu:

  • Pendidikan rendah
  • Pendidikan menengah
  • Pendidikan kejuruan
  • Pendidikan tinggi

Ketika itu kehidupan masyarakat menganut sistem pembedaan tingkat sesuai strata sosial dan suku bangsa, termasuk soal pendidikan. Tentunya, akses pendidikan untuk kalangan bangsawan lebih terbuka, dibandingkan untuk lainya. Tujuan Pendidikan pada masa itu adalah memenuhi kebutuhan tenaga kerja terdidik yang murah untuk kepentingan penguasa (Belanda).

Selanjutnya, di zaman penjajahan Jepang, sistem pendidikan di Indonesia banyak mengalami perubahan. Beberapa sekolah diintegrasikan, karena dihapuskannya sistem pendidikan berdasarkan bangsa maupun strata sosial. Bahasa pengantar di sekolah pun menggunakan Bahasa Indonesia. Tujuan pendidikannya lagi-lagi demi memenuhi kepentingan penjajah, yaitu untuk tenaga pekerja/buruh gratis.

Kini, pendidikan di Indonesia dibedakan menjadi 5 jenjang yaitu:

  • Pendidikan Pra Sekolah yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK).
  • Pendidikan Dasar.
  • Sekolah Menengah Pertama
  • Sekolah Menengah Atas/SMK/MASederajat
  • Perguruan Tinggi, terdiri atas Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi, Diploma, dan Politeknik.

Di Indonesia, azas pendidikan terbagi menjadi dua. Pertama adalah Azas Tut Wuri Handayani. Tut Wuri Handayani dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara yang bermakna bahwa seorang pendidik menjadi “pengikut” atau mengawasi dari belakang serta memberikan dorongan-dorongan pada peserta didik agar tujuan dari pendidikan terwujudnya. Hal ini dilakukan agar peserta didik mampu bergerak sesuai dengan kreasi serta ekspresi yang dimilikinya. Jadi selain mencapai tujuan pendidikan, peserta didik juga belajar lewat pengalamannya sendiri.

Landasan pendidikan yang kedua yaitu pendidikan sepanjang hayat (life long learning) memiliki makna bahwa manusia mempunyai peluang yang sama untuk memperoleh atau meningkatkan kecerdasan, wawasan, dan nilai hidup melalui pendidikan. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang tidak mengenal ruang dan waktu, sehingga nggak ada kata terlambat untuk belajar.

Meskipun punya landasan dasar yang kuat, kondisi sistem pendidikan Indonesia dinilai masih belum ideal, karena belum mampu menjawab tantangan masa depan yang penuh persaingan.

Misalnya aja, tahun 2016 pemerintah berencana memperbanyak peran pendidikan vokasi (SMK) sebagai langkah strategis peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa. Tapi, hal ini menjadi pro dan kontra di kalangan akademisi. Bukan kuantitas SMK yang harus ditambah, melainkan kualitas murid yang seharusnya bisa berkompetisi di industri kerja.

Kualifikasi lulusan pendidikan juga dianggap masih kurang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Lulusan SMK banyak yang menganggur karena jurusan/keahlian yang dicari justru sedikit, atau belum memenuhi standar. Sebagai contoh, diperlukan sekitar 3 juta lulusan SMK Kelautan, namun hanya ada 17 ribuan. Sementara itu, lulusan SMK bisnis dan manajemen hampir mencapai 350 ribu orang, dengan kebutuhan hanya sekitar 119 ribu pekerja. Di samping itu, dari data Badan Pusat Statistik tahun 2016 tercatat 249,362 pengangguran terdidik lulusan akademi/diploma, serta 695,304 pengangguran lulusan universitas (sarjana).

Isu lain di bidang Pendidikan adalah kesenjangan secara sosial dan geografis. Pendidikan kurang merata, antara di kota besar dengan daerah lainnya. Padahal, anggaran pendidikan di setiap daerah sudah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Kemudian, sistem pendidikan yang top-down (dari atas ke bawah) atau kalau menggunakan istilah Paulo Freire (seorang tokoh pendidik dari Amerika Latin) adalah pendidikan “gaya bank”. Sistem pendidikan top-down sangat tidak membebaskan karena para peserta didik (murid) dianggap manusia-manusia yang tidak tahu apa-apa. Guru sebagai pemberi (materi) mengarahkan kepada murid-murid untuk menghafal secara mekanis isi pelajaran. Guru sebagai pengisi dan murid sebagai yang diisi.

Belakangan ini, banyak kemajuan terjadi di bidang Pendidikan. Parameter utamanya bisa dilihat dari peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) sebesar 0.75 poin dari 68.8 pada tahun 2014 menjadi 69.55 pada tahun 2015.

Seperti dilaporkan Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, indeks pendidikan pun meningkat sebesar 0.82 poin dari 60.18 menjadi 61.00 di tahun 2015. Peningkatan IPM tersebut disebabkan oleh peningkatan rata-rata lama sekolah (years of schooling) penduduk usia 25 tahun ke atas dari 7.73 tahun menjadi 7.83 tahun, dan peningkatan harapan lama sekolah (expected years of schooling) dari 12.39 tahun menjadi 12.55 tahun.

Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia juga meningkat seiring peningkatan infrastruktur pendidikan, partisipasi sekolah, dan akreditasi satuan pendidikan. Di bidang infrastruktur pendidikan, sampai dengan tahun 2015, Kemendikbud telah merehablitasi sekitar 13,403 ruang belajar, membangun 698 sekolah, dan 12,385 ruang kelas baru.

Sebagai perwujudan semangat Nawacita, yaitu membangun dari pinggiran Indonesia dan upaya mewujudkan pendidikan untuk semua, di tahun 2016 Kemendikbud membangun 114 Sekolah Garis Depan (SGD) di berbagai daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal). Hal tersebut diperkuat dengan menugaskan 7,000 Guru Garis Depan (GGD) untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik. Jumlah ini meningkat sepuluh kali lipat dari tahun sebelumnya, yang hanya 797 guru.

Kemudian melalui Program Indonesia Pintar (PIP) pemerintah terus berupaya meningkatkan partisipasi sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Lebih dari 17 juta anak dari keluarga miskin dan rentan miskin telah mendapatkan bantuan pendidikan agar dapat terus belajar melalui jalur pendidikan formal maupun non formal.

Tercatat di Data Pokok Pendidikan, angka partisipasi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengalami peningkatan dari 75.53% di tahun 2015 menjadi 76.45% di tahun 2016. Trus, sesuai dengan data Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik tahun 2015, sebanyak 99.7% penduduk Indonesia usia 15 sampai 24 tahun bisa membaca dan 98.5% penduduk usia 25 sampai 44 tahun telah terbebas dari buta aksara.

Akreditasi satuan pendidikan juga mengalami tren peningkatan dari tahun 2014 ke tahun 2015. Seperti yang dilaporkan oleh Badan Nasional Standarisasi Pendidikan (BNSP), jumlah Sekolah Dasar yang mencapai akreditasi minimal B di seluruh Indonesia meningkat dari angka 45% menjadi 58.8%.

Selain usaha dan program pemerintah, yang paling dibutuhkan bidang pendidikan adalah generasi muda yang mau turun langsung sebagai tenaga pengajar serta tenaga pendukung pendidikan.

 

Kenapa Harus Pilih Bidang Pendidikan?

Alasan utama mengambil bidang ini adalah ketertarikan terhadap masalah pendidikan. Kalau kamu punya antusiasme tinggi untuk memajukan proses pendidikan yang lebih efektif dan berkualitas, maka jurusan ini sangat cocok untuk kamu. Negara butuh banyak sarjana pendidikan yang betul-betul peduli sama masalah pendidikan, gaes.

Bidang pendidikan di Indonesia juga membutuhkan anak muda yang kreatif dan inovatif. Sebab salah satu isu pendidikan di Indonesia adalah kecenderungan menghasilkan “manusia robot”. Ada ketidakseimbangan antara belajar berpikir (kognitif) dan belajar merasa (afektif). Jadi, unsur integrasi cenderung semakin hilang, yang terjadi adalah disintegrasi. Padahal belajar nggak hanya soal berpikir. Ketika seseorang sedang belajar, ia mengintegrasikan berbagai macam kegiatan kognitif dan afektif. Seperti mengamati, membandingkan, meragukan, menyukai, bersemangat, dan sebagainya.

Manajemen dan sistem pendidikan juga mesti diubah, gaes. Supaya efisien, efektif, dan dapat mengatasi masalah tingkat pendidikan berbagai daerah yang kurang merata. Bagi kamu yang tertarik soal Manajemen Pendidikan, bisa berkiprah di sini.

Selain itu, bidang pendidikan cocok untuk kamu yang ingin mengembangkan aplikasi, situs, software, dan konten digital bertema pendidikan.

 

Program Studi di Bidang Pendidikan yang Bisa Kamu Pilih

Tentunya, bidang pendidikan punya banyak jurusan yang mengarahkan kamu menjadi tenaga pengajar dan pengelola pendidikan. Yuk, kenalan sama program studi yang ada di bidang pendidikan!

  • Pendidikan Anak Usia Dini: Jurusan ini mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pendidik dan pembimbing anak-anak usia dini atau pra sekolah. Untuk menjadi guru PAUD, mahasiswa harus memahami dan menguasai profil perkembangan fisik dan psikologis anak usia dini, dan tentu saja harus memiliki sikap profesional serta berwawasan luas.
  • Pendidikan Guru Sekolah Dasar: Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi guru Sekolah Dasar (SD). Program studi ini menjadi salah satu favorit siswa SMA yang ingin terjun di dunia pendidikan. Di sini, para mahasiswa mempelajari semua materi pelajaran SD seperti Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Pkn, IPS, IPA, dan sebagainya. Tak hanya pemahaman akademis, para mahasiswanya juga dituntut untuk memahami karakter dan pengembangan kepribadian. Mengapa? Sebab guru SD bertanggung jawab membangun karakter dan kepribadian siswanya. Apalagi, mulai tahun ajaran 2017/2018 proporsi pendidikan karakter di SD menjadi 70 persen, lho.
  • Manajemen Pendidikan: Jurusan ini bertujuan mencetak para lulusan yang menguasai bidang perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan proses serta infrastruktur pendidikan. Mahasiswa program studi ini akan mendapatkan pembelajaran dan pelatihan di bidang manajemen. Kebijakan pendidikan, pengembangan SDM, teknologi informasi, dan pengembangan kurikulum juga dipelajari di jurusan ini. Mahasiswa program studi ini juga dituntut untuk terbiasa berpikir kritis dan taktis, sehingga bisa melakukan perubahan yang baik untuk program pendidikan di sekolah.
  • Kurikulum dan Teknologi Pendidikan: Program studi ini fokus pada pengembangan kurikulum pendidikan dan pemanfaatan teknologi bagi dunia pendidikan. Mahasiswa disiapkan supaya fasih dalam menggunakan teknologi untuk dunia pendidikan dan proses belajar mengajar. Melibatkan teknologi dalam pengembangan kurikulum akan membuat kurikulum tersebut menjadi lebih relevan bagi para peserta didik untuk menyongsong dunia kerja.
  • Pendidikan Luar Sekolah: Pendidikan luar sekolah lebih dikenal sebagai pendidikan non formal.  Tujuan dari jurusan Pendidikan Luar Sekolah adalah mempersiapkan lulusan yang bisa mengembangkan dan memberdayakan masyarakat. Lulusannya bisa berwirausaha membuka lembaga pendidikan non formal.
  • Pendidikan Bahasa (Inggris, Indonesia, Prancis, dan lainnya): Jurusan yang menitikberatkan pada kemampuan bahasa dan pengajaran. Jurusan ini mempersiapkan mahasiswanya untuk menjadi pengajar.
  • Administrasi Pendidikan: Jurusan ini mempersiapkan tenaga profesional di bidang tata usaha lembaga pendidikan, terutama sekolah. Di jurusan ini, para mahasiswa juga mempelajari proses pengintegrasian segala aktivitas kelembagaan yang terkait untuk tercapainya tujuan pendidikan. Peran Administrasi Pendidikan sangat penting dalam mendukung manajemen sekolah/lembaga pendidikan.
  • Pendidikan Bimbingan Konseling: Di jurusan ini kamu akan mempelajari ilmu pendidikan, yang berhubungan dengan cara belajar, pemahaman pendidikan, serta pemahaman terhadap peserta didik. Di samping materi Pendidikan, jurusan ini juga mempelajari Psikologi, yang meliputi pemahaman kepribadian, ilmu perilaku manusia, teori psikologi, dan lainnya. Tidak hanya di dunia pendidikan, bimbingan konseling juga dibutuhkan dalam masyarakat. Konselor memiliki peran besar memberikan arahan pada masyarakat, seperti pendidikan bagi anak jalanan dan usaha mengatasi kasus sosial.
  • Pendidikan Luar Biasa: Pendidikan Luar Biasa mempersiapkan tenaga pengajar untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Jurusan ini membekali para mahasiswa untuk bisa merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan keperluan peserta didik. Dipelajari pula cara berkomunikasi yang efektif dengan peserta didik.
  • Ilmu Perpustakaan: Studi Ilmu perpustakaan menerapkan keahlian Teknologi Informasi, Manajemen dan Pendidikan untuk mengumpulkan, merapikan, serta menyimpan data. Mahasiswanya dilatih mengelola arsip dan rekod. Jurusan ini bertujuan untuk menghasilkan pustakawan peneliti yang terampil dalam manajemen perpustakaan dan informasi serta dalam mengelola sumber primer ilmu pengetahuan.
  • Pendidikan Agama Islam (PAI): Secara khusus, jurusan PAI bertujuan menghasilkan tenaga ahli di bidang pendidikan dan pengajaran Agama Islam.
  • Pendidikan Militer / Kepolisian: Pendidikan Militer/Kepolisian adalah sistem pendidikan yang bertujuan untuk membentuk masyarakat yang terpilih melalui seleksi untuk menjadi Tentara Nasional Indonesia atau personel Kepolisian. Di sini juga diberikan pembekalan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan tugas-tugas Kepolisian/TNI.
  • Teologi: Mempelajari dan menganalisa berbagai teori agama Kristen secara rasional untuk dapat diterjemahkan ke dalam bahasa yang lebih mudah serta dapat disesuaikan dengan zaman. Teologi menjadikan para mahasiswanya untuk berpikir kritis tentang sebuah ayat pada kitab dan pelaksanaannya di zaman sekarang.
  • Pendidikan Seni: Menyiapkan para pengajar seni profesional.
  • Pendidikan Olahraga: Jurusan yang menghasilkan guru olahraga, yang cakap dalam keterampilan fisik (olahraga), pengetahuan keolahragaan dan pendidikan jasmani.
  • Technology Education: Gabungan antara ilmu pendidikan dengan teknik, sehingga menghasilkan tenaga pengajar yang bisa menerapkan STEM.

 

Metode Belajar yang Sesuai

Mahasiswa bidang pendidikan nggak hanya diajarkan untuk menguasai materi, tetapi juga untuk menyampaikannya kembali. Misalnya, kalau kamu mengambil jurusan Pendidikan bahasa Inggris, maka inti materi yang diajarkan bukan hanya Bahasa Inggris, namun juga bagaimana menyampaikan materi bahasa Inggris kepada peserta didik.

Selain itu, mahasiswanya juga akan mempelajari ilmu Psikologi. Yup, menurut Maria Ulfa, alumni Universitas Ibnu Khaldun Bogor jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, di bidang pendidikan (apapun jurusannya), mahasiswa akan banyak belajar soal psikologi untuk bekal berhadapan dan berkomunikasi dengan orang lain.

Diterapkan pula pendekatan problem solving dalam perkuliahan. Soalnya, tujuan utama dalam perkuliahan adalah menyelesaikan berbagai masalah pendidikan.

Kompetensi utama lulusan bidang Pendidikan sendiri adalah:

  1. Penguasaan bidang studi yang dipelajari.
  2. Pemahaman tentang peserta didik.
  3. Pemahaman tentang perencanaan pembelajaran pendidikan yang baik di sekolah.
  4. Kemampuan melaksanakan pendidikan di sekolah yang mendidik dan mendorong siswa mandiri.
  5. Mampu mengembangkan media pembelajaran pendidikan yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran di sekolah, baik berbasis teknologi maupun non teknologi.
  6. Mampu merancang dan melaksanakan proses evaluasi yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran di sekolah.
  7. Pengembangan kepribadian dan sikap profesional sebagai pengajar secara berkesinambungan.

 

Karakter Mahasiswa yang Sesuai dengan Bidang Pendidikan

  • Teliti. Mahasiswa di bidang pendidikan harus teliti agar bisa menangkap pembelajaran secara komprehensif.
  • Rasional. Dengan sikap rasional, mahasiswa di bidang pendidikan diharapkan bisa mencari jalan keluar terbaik dari masalah-masalah pendidikan yang ada.
  • Senang berhitung. Bagi setiap calon tenaga pengajar dan pendidik, meskipun jurusan yang diambil bukanlah spesifik di bidang berhitung seperti matematika, namun mahasiswa bidang pendidikan harus menyukai dasar-dasar berhitung. Ini dibutuhkan ketika menyampaikan materi apapun untuk siswa.
  • Terstruktur. Sikap ini dibutuhkan agar materi pembelajaran bisa diserap dan diberikan dengan arah yang jelas dan terstruktur. Misalnya, memberi materi kepada siswa dari yang paling mudah kemudian berlanjut ke yang lebih sulit.
  • Senang bekerja sama dalam tim. Menjadi pekerja di bidang pendidikan pastinya nggak bisa sendirian, gaes. Untuk menyusun kurikulum atau materi pembelajaran misalnya, akan membutuhkan kerjasama dengan tim terkait.
  • Berwawasan luas. Tentunya mahasiswa di bidang pendidikan harus berwawasan luas agar ia bisa menjadi sumber ilmu dan pencerah yang baik bagi siswa didik.
  • Senang berkomunikasi. Menjadi guru selain cerdas haruslah bisa berkomunikasi dengan baik kepada siapa saja.

 

Kemampuan Pendukung yang Dibutuhkan Mahasiswa dan Lulusan di Bidang Pendidikan

  • Kemampuan analisa dan penelitian. Kemampuan melakukan penelitian, mulai dari mengumpulkan bahan riset, mengumpulkan data, mewawancara, menyusun laporan dan sebagainya. Soalnya, mahasiswa bidang pendidikan bakal banyak melakukan penelitian untuk memilah kurikulum pendidikan yang paling cocok.
  • Menulis. Sertidaknya penulisan akademik, untuk menuliskan hasil penelitian, jurnal pendidikan, dan lainnya.
  • Komunikasi. Salah satu bagian penting dalam ilmu bidang pendidikan adalah menyampaikan informasi atau hasil analisa ke pihak lain. Misalnya, seperti yang disebutkan di atas, mahasiswa pendidikan diharapkan bisa berkomunikasi dengan sesama tenaga pengajar maupun peserta didik.
  • Bahasa Inggris. karena banyak text book dalam bidang pendidikan yang memakai bahasa Inggris.
  • Adaptasi dan penggunaan teknologi. Dilarang gaptek, karena bidang pendidikan akan terus berevolusi bersama teknologi dan makin banyak menggunakan gadget.
  • Kreativitas. Penyampaian materi di bidang pendidikan harus dilakukan secara kreatif. Kita nggak bisa pungkiri, seringkali materi yang penting dan serius menjadi kurang menarik bagi peserta didik. Karena itu, berbagai metode mengajar yang kreatif harus terus diciptakan.

 

Profesi dan Karier di Bidang Pendidikan

Lulusan pendidikan bidang pendidikan bisa bekerja di berbagai jenis usaha atau lembaga. Antara lain:

  • Lembaga pemerintah. Banyak pula sarjana pendidikan yang berperan dalam pemerintahan baik sebagai pengambil kebijakan kurikulum pendidikan, sebagai petugas teknis ataupun non teknis. Mereka tentu berkarya dan menyumbangkan tenaga dan pemikiranya sesuai tugas, peranan dan posisinya masing-masing,
  • Lembaga pelatihan dan pendidikan. Di dalam ilmu pendidikan, tenaga pendidik dan pengajar dikategorikan sebagai pelaku utama terciptanya pendidikan yang lebih baik. Oleh karena itu, pelatihan dan pendidikan guru atau tenaga pengajar yang lebih tinggi sangatlah dibutuhkan secara berkala dan berkesinambungan.
  • Lembaga penelitian. Sarjana pendidikan bisa bekerja di lembaga penelitian untuk mencari solusi dari permasalahn pendidikan dan inovasi baru di bidang pendidikan.
  • Organisasi nasional dan internasional. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) merupakan organisasi yang mendukung perdamaian, dan keamanan dengan mempromosikan kerja sama antar negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam rangka meningkatkan rasa saling menghormati yang berlandaskan kepada keadilan, peraturan hukum, HAM, dan kebebasan hakiki.
  • Perusahaan swasta. Biasanya, perusahaan perusahaan skala korporasi dan start up di bidang pendidikan juga membutuhkan mahasiswa ahli yang mengerti bagaimana menyusun pola pendidikan sesuai dengan aturan yang ada.
  • Pengajar. Tentunya, sarjana pendidikan bisa mendalami teori dan praktek untuk kemudian menjadi tenaga pengajar di sekolah-sekolah bahkan universitas.
  • Wirausaha. Profesi entrepreneur di bidang pendidikan juga banyak peluangnya nih, gaes. Soalnya, instrument pendidikan seperti buku dan alat peraga banyak banget dibutuhkan. Nah, tentunya para mahasiswa bidang pendidikan bisa berbisnis di bidang alat pendukung pendidikan yang terus menerus berkembang.

 

Prospek Bidang Pendidikan di Masa Depan

Tiap tahunnya, rata-rata ada sekitar 75 ribu guru yang pensiun. Lulusan pendidikan guru dari universitas di seluruh Indonesia akan sangat dibutuhkan untuk menggantikan mereka. Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, jumlah usaha bidang pendidikan di Indonesia mencapai 619,947 usaha, yang kebanyakan adalah usaha mikro dan kecil, seperti tempat kursus dan startup. Tentunya ini menjadi lahan bagi lulusan bidang Pendidikan.

Kemudian, yang tak kalah penting adalah soal  mutu tenaga pendidikan di Indonesia. FYI, dari 3.9 juta pengajar, baru 1 juta guru yang memiliki kualifikasi minimal S1 atau Diploma IV, lho. Berarti nggak hanya soal kuantitas, tapi Indonesia juga membutuhkan peningkatan kualitas SDM pengajar. Jika kamu adalah lulusan Sarjana bidang Pendidikan, maka prospek kamu relatif lebih baik.

Dari segi jumlah, berdasarkan data Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP), rasio perbandingan antara guru dan murid di Indonesia adalah 1: 15, sedangkan UNESCO menetapkan setidaknya perbandingan 1:26 guru. Secara keseluruhan jumlah guru di Indonesia relatif mencukupi. Sayangnya nggak tersebar merata, sehingga masih ada daerah yang kekurangan guru. Jika kamu ingin berpetualang dan merasakan mengajar di luar Pulau Jawa atau di tempat terpencil, maka tenaga kamu akan lebih dibutuhkan ketimbang mengajar di kota besar.

Hal lain dalam bidang pendidikan adalah adanya kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan negara lain, khususnya untuk pertukaran pelajar dan tenaga pengajar. Yang terbaru adalah kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di bidang pendidikan tinggi dan kebudayaan, dengan menyelenggarakan misi kebudayaan, perpustakaan, dan kerja sama lainnya. Kerja sama semacam ini juga dilakukan dengan negara lainnya. Artinya, peluang karier pekerja pendidikan makin luas dan beragam.

Secara umum, lapangan kerja dan usaha di bidang pendidikan terbuka luas. Namun kamu mesti memiliki kualitas yang baik serta tekad kuat untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Kemajuan teknologi menuntut para lulusan bidang pendidikan untuk bukan hanya menguasai teori, tapi juga menerapkan teknologi dalam proses belajar mengajar.

Di sisi lain, tantangan karier di bidang pendidikan khususnya profesi guru adalah sistem honorer. Nggak sedikit guru yang tidak diangkat jadi pekerja tetap. Di berbagai daerah, masih banyak guru honorer yang ingin menjadi pengajar tetap namun tidak bisa. Ada pula kasus gaji dan tunjangan guru honorer yang macet.

 

Inspirasi Profesional di Bidang Pendidikan

arief rachman

Arief Rachman (alumni Magister Pendidikan UNJ). Selain sebagai dosen, Arief Rachman aktif di berbagai seminar dan perumusan masalah pendidikan.  Ia merupakan salah satu figur yang memprakarsai berdirinya sekolah Labschool dan Diponegoro. Prinsip yang beliau pegang antara lain adalah bahwa sekolah itu bukan hanya untuk siswa yang mampu dan bukan pula untuk siswa yang cerdas secara akademis. Sekolah dan pendidikan itu untuk semua.

 

rahmad darmawan persija

Rahmad Darmawan (alumni Fakultas Ilmu Keolahragaan UNJ). Rahmad adalah pemain sepak bola tanah air. Setelah gantung sepatu alias pensiun, ia beralih menjadi pelatih dan melatih klub beken Persija.

 

gino vanolie

Gino Vanolie (alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unila). Gino adalah ketua umum Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) dan pendiri Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI) untuk menciptakan terwujudnya pendidikan yang bersih dan pendidikan untuk semua golongan masyarakat tanpa membedakan status.

 

Rekomendasi Perguruan Tinggi dengan Program Studi Bidang Pendidikan Terbaik di Indonesia

Berikut daftar perguruan tinggi di program studi Ilmu Pendidikan, Pendidikan Guru, Manajemen Pendidikan dan Teknologi Pendidikan terbaik, yaitu yang mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk program studi bidang pendidikan.

  • Universitas Negeri Surabaya
  • Universitas Negeri Semarang
  • Universitas Negeri Jakarta
  • Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Universitas Brawijaya
  • Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  • Universitas Kristen Satya Wacana
  • Universitas Negeri Gorontalo
  • Universitas Negeri Yogyakarta
  • Universitas Pendidikan Indonesia

 

Rekomendasi 10 Negara Terbaik untuk Mengambil Studi Pendidikan

Berikut ini adalah 10 negara dan kampus terbaik untuk kuliah bidang pendidikan pilihan Youthmanual. Rekomendasi ini  berdasarkan daftar ranking perguruan tinggi dunia di versi QS World University Rankings.

  1. Inggris (University of Oxford, University College London)
  2. Amerika Serikat (Harvard University, Stanford Unversity)
  3. Australia (The University of New South Wales, The University of Melbourne)
  4. Hong Kong (The University of Hong Kong)
  5. Kanada (University of Toronto, British Columbia University)
  6. Singapura (National University of Singapore)
  7. Belanda (University of Amsterdam, Leiden University)
  8. Chili (Pontificia Universidad Catolica de Chile)
  9. China (Beijing Normal University)
  10. Meksiko (Universidad Nacional Autónoma de México)

 

Pilih Bidang Pendidikan Nggak, Ya?

Berdasarkan riset yang dilakukan Youthmanual, mahasiswa bidang pendidikan memiliki kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia. Maka, sangat baik jika kamu ingin mengambil studi di bidang tersebut dan berbuat sesuatu untuk bangsa. Hal yang perlu kamu ketahui tentang bidang Pendidikan antara lain:

  • Bidang pendidikan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Kebutuhan pendidikan generasi berikutnya akan semakin tinggi dari segi kualitas maupun kuantitas.
  • Pendidikan merupakan salah satu pilar penting yang menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah dalam program kerja setiap pemimpinnya. Karena itu, tenaga pengajar, pendidik dan para ahli di bidang pendidikan akan terus ditambah.
  • Indonesia berhasil meraih Penghargaan UNESCO-Japan Prize 2015 bidang Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan atau Education for Sustainable Development (ESD). Prestasi tersebut menjadi bukti pengakuan dunia atas keberhasilan Indonesia dalam menerapkan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengahargaan seperti ini merupakan salah satu bukti bahwa bidang pendidikan terus berkembang di Indonesia, gaes.
  • Pendidikan bukan cuma sekedar transfer ilmu. Melainkan bidang yang menentukan kecerdasan dan kemajuan bangsa.
  • Jika benar-benar ingin mengambil jurusan kuliah dan berkarier di bidang pendidikan, kamu harus memiliki passion untuk terjun dan memahami bidang ini secara menyeluruh.
  • Cari juga institusi pendidikan yang kredibilitasnya bisa dipertanggung jawabkan. Eksplorasi sistem perkuliahan dan fasilitasnya.

 

Sumber:

https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1810
http://fajrimathedu.blogspot.co.id/2013/07/sejarah-singkat-pendidikan-di-indoesia.html
http://www.lenteraedukasi.com/2016/10/28/inilah-kemajuan-pendidikan-di-era-jokowi/
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/03/dunia-akui-keberhasilan-indonesia-di-bidang-pendidikan-pembangunan-berkelanjutan
http://imadiklus.com/pengembangan-sumber-daya-manusia-dalam-bidang-pendidikan/
https://banpt.or.id/direktori/prodi/pencarian_prodi
http://ipai.upi.edu/Akademik/kurikulum.php
http://www.japantimes.co.jp/community/2017/01/25/issues/education-japan-2016-new-solutions-age-old-problems-teaching-english-bullying/#.WTbfOROGPeQ
http://www.beritasatu.com/pendidikan/393432-konsep-pendidikan-di-indonesia-masih-tertinggal.html


Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©